STIKESADVAITAMEDIKASTIKESADVAITAMEDIKA

Jurnal Abdi MahosadaJurnal Abdi Mahosada

Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia tahun 2019 menyebutkan bahwa sebanyak kurang lebih 29.477 spesies tumbuhan berhasil diidentifikasi secara taksonomi. Data ini menunjukkan bahwa 9,47% dari total seluruh spesies yang ada di seluruh dunia berada di Indonesia. Banyaknya jenis tumbuhan yang hidup di Indonesia mampu dimanfaatkan dengan baik oleh para leluhur terdahulu dengan memanfaatkan tumbuhan sebagai obat untuk berbagai penyakit. Tanaman obat ini biasanya disebut sebagai TOGA Tanaman Obat Keluarga (TOGA) merupakan tanaman budidaya di rumahan yang berkhasiat sebagai obat. Metode dalam pengabdian ini menggunakan pemaparan materi yang dilakukan oleh dosen S1 Farmasi Klinis dan Komunitas dengan metode ceramah dan tanya jawab serta hasil pemaparan materi akan diukur dengan uji Pretest dan posttest. Hasil dari uji pretest dan posttest didapatkan bahwa terjadi peningkatan pemahaman responden terkait dengan edukasi tanaman Toga dengan hasil pretest 46% responden paham dan hasil posttest meningkat sebesar 89% responden paham. Hasil Edukasi pemanfaatan daun kumis kucing sebagai terapi komplementer juga mengalami peningkatan dimana hasil uji pretest 20% responden paham dan hasil uji Posttest meningkat menjadi 85%.

Kesimpulan dari pengabdian masyarakat yang dilakukan oleh dosen S1 Farmasi Klinis dan Komunitas Intitut Tekonolgi dan Kesehatan Bintang Persada dilatar belakangi oleh banyaknya sumber daya alam yang melimpah di Indonesia serta banyaknya bahan alam yang bisa dimanfaatkan sebagai terapi komplementer yang bisa disebut tanaman obat keluarga (TOGA).Hasil dari pemaparan materi terkait edukasi tanaman toga dan pemanfaatan daun kumis kucing sebagai terapi komplementer dengan uji Pretest dan Posttest didapatkan hasil uji sebagai berikut.Hasil uji Pretest edukasi tanaman toga 46% responden paham dan setelah lakukannya pemaparan materi dilakukan Posttest dengan hasil 89% responden paham.Hasil uji Pretest edukasi pemanfaatan daun kumis kucing sebagai loloh untuk terapi komplementer didapatkan 20% responden paham dan setelah lakukannya pemaparan materi dilakukan Posttest dengan hasil 85% responden paham.Hasil di atas menunjukan terjadinya peningkatan yang signifikan pada hasil Pretest dan Posttest yang sebagai indikator berhasilnya pemaparan materi dan demonstrasi pembuatan loloh daun kumis kucing sebagai terapi komplementer di banjar Sila Dharma Mengwitani Badung.

Berdasarkan hasil pengabdian masyarakat ini, ada beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dikembangkan. Pertama, dapat dilakukan penelitian lebih lanjut tentang efektivitas penggunaan tanaman toga, khususnya kumis kucing, sebagai terapi komplementer dalam mengobati berbagai penyakit. Penelitian ini dapat mencakup pengujian klinis dan analisis ilmiah untuk memastikan keamanan dan manfaat tanaman tersebut. Kedua, penting untuk mengeksplorasi cara-cara inovatif dalam pengolahan dan penyajian tanaman toga, seperti kumis kucing, agar lebih menarik dan mudah diakses oleh masyarakat. Penelitian ini dapat mencakup pengembangan resep dan metode pengolahan yang praktis dan efektif. Ketiga, penelitian lanjutan dapat berfokus pada edukasi dan penyebaran informasi tentang manfaat tanaman toga kepada masyarakat luas. Dengan demikian, masyarakat dapat lebih memahami dan memanfaatkan tanaman toga secara optimal untuk kesehatan dan kesejahteraan mereka.

Read online
File size1.44 MB
Pages7
DMCAReport

Related /

ads-block-test