AKPERGITAMATURAABADIAKPERGITAMATURAABADI

Jurnal Keperawatan Dan Kesehatan HolistikJurnal Keperawatan Dan Kesehatan Holistik

Kanker payudara merupakan salah satu penyebab kematian tertinggi akibat kanker pada wanita di seluruh dunia. Deteksi dini melalui Sadari (Pemeriksaan Payudara Sendiri) sangat bergantung pada pemahaman individu mengenai faktor risiko. Remaja putri merupakan kelompok sasaran strategi untuk edukasi kesehatan guna mencegah keterlambatan diagnosis di masa depan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat pengetahuan remaja putri mengenai faktor risiko kanker payudara di Mas Muhammadiyah Sei Apung Jayaan. Metode penelitian deskriptif kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Penelitian dilakukan disekolah Mas Muhammadiyah Sei Apung Jaya dengan sampel sebesar 20 siswa putri. Adapun jumlah sampel tersebut diambil dengan menggunakan Tehnik Probability Sampling Simple Random Sampling yang artinya pengambilan sampel dengan cara di acak tanpa memperhatikan strata yang ada di dalam anggota populasi. Cara ini dilakukan bila angggota populasi dianggap homogen. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner terstruktur yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Data dianalisis secara univariat untuk melihat.

Pengetahuan remaja putri di Mas Muhammadiyah Sei Apung Jaya tentang faktor risiko kanker payudara berada pada kategori kurang baik dengan skor rata-rata 5,6 (46,66%).Ini mengindikasikan adanya kesenjangan informasi kesehatan yang menghambat pemahaman remaja mengenai deteksi dini dan pencegahan kanker.

Bagaimana pengaruh penggunaan aplikasi mobile edukasi tentang faktor risiko kanker payudara terhadap peningkatan pengetahuan remaja putri di daerah pedesaan? Apakah integrasi modul pelatihan Sadari dengan program kebugaran sekolah dapat menurunkan persepsi risiko dan meningkatkan frekuensi pemeriksaan payudara secara mandiri pada siswi SMA? Sejauh mana keterlibatan orang tua dalam sesi penyuluhan kesehatan dapat memperbaiki pemahaman tentang faktor genetik dan gaya hidup yang memicu kanker payudara pada anak perempuan usia 13‑16 tahun? Apakah pendekatan pembelajaran berbasis cerita (storytelling) yang melibatkan tokoh remaja dapat meningkatkan motivasi belajar tentang deteksi dini kanker payudara dibandingkan metode ceramah tradisional? Bagaimana efektivitas media visual interaktif seperti poster digital yang dipasang di ruang belajar dibandingkan dengan leaflet cetak dalam meningkatkan kesadaran tentang faktor risiko kanker payudara? Dapatkah program pelatihan guru sebagai fasilitator edukasi kanker payudara menghasilkan peningkatan pengetahuan berkelanjutan pada siswa selama satu tahun ajaran? Dapatkah kolaborasi antara puskesmas dan organisasi pemuda lokal dalam mengadakan kampanye Sadari bulanan meningkatkan partisipasi remaja dalam pemeriksaan payudara sendiri? Apakah penggunaan video pendek yang menampilkan testimoni pasien kanker payudara meningkatkan kepercayaan remaja terhadap pentingnya deteksi dini dibandingkan materi teks saja?.

Read online
File size253.08 KB
Pages6
DMCAReport

Related /

ads-block-test