AKPERGITAMATURAABADIAKPERGITAMATURAABADI

Jurnal Keperawatan Dan Kesehatan HolistikJurnal Keperawatan Dan Kesehatan Holistik

Inisiasi menyusui dini (IMD) merupakan praktik penting yang berdampak pada keberhasilan menyusui dan kesehatan neonatal. Pemahaman ibu hamil mengenai tatalaksana inisiasi menyusui dini merupakan faktor kunci dalam implementasinya setelah persalinan. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan tingkat pengetahuan ibu hamil terkait tatalaksana inisiasi menyusui dini di Klinik Firda Hasanah di Desa Guntung, Kecamatan Tanjung Tiram. Desain penelitian cross-sectional bersifat deskriptif, dengan pengukuran atau pengamatan dilakukan pada saat bersamaan. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu hamil yang melakukan kunjungan atau pemeriksaan kehamilan di klinik firda hasanah periode bulan Januari sampai dengan April 2025 yaitu sejumlah 36 ibu hamil. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan kuisioner yang telah diuji validitas dan reliabilitas kemudian dianalisis secara deskripsi persentase. Hasil penelitian dikategorikan Cukup Baik dengan presentase 63,6%. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa ibu hamil memiliki pengetahuan yang cukup baik tentang tatalaksana inisiasi menyusui dini (IMD) namun masih banyak yang belum memahami secara menyeluruh langkah-langkah pelaksanaannya. Faktor pendidikan, pengalaman dan informasi dari tenaga kesehatan berperan penting dalam meningkatkan pengetahuan ibu. Oleh karena itu diperlukan penyuluhan yang lebih intensif dan berkesinambungan agar ibu hamil mampu menerapkan IMD setelah melahirkan.

Sebagian kecil responden masih memiliki pengetahuan yang kurang mengenai tatalaksana inisiasi menyusui dini.Oleh karena itu, disarankan agar penelitian selanjutnya dapat memperdalam pemahaman mengenai faktor-faktor yang mempengaruhi pengetahuan ibu hamil tentang inisiasi menyusui dini dan meningkatkan efektivitas program penyuluhan.

Berdasarkan hasil penelitian ini, beberapa saran penelitian lanjutan dapat diajukan. Pertama, perlu dilakukan penelitian lebih mendalam mengenai faktor-faktor spesifik yang mempengaruhi pengetahuan ibu hamil tentang IMD, seperti tingkat pendidikan, akses informasi, dan dukungan sosial. Kedua, penelitian dapat difokuskan pada pengembangan dan evaluasi efektivitas modul edukasi IMD yang disesuaikan dengan karakteristik budaya dan bahasa lokal. Ketiga, studi komparatif dapat dilakukan untuk membandingkan tingkat pengetahuan dan praktik IMD antara ibu hamil yang mendapatkan konseling intensif dengan kelompok kontrol yang tidak mendapatkan konseling, guna mengidentifikasi dampak intervensi konseling terhadap keberhasilan IMD. Penelitian-penelitian ini diharapkan dapat memberikan informasi yang lebih komprehensif dan berkontribusi pada peningkatan kualitas pelayanan kesehatan maternal dan neonatal di Indonesia.

Read online
File size232.71 KB
Pages7
DMCAReport

Related /

ads-block-test