AKPERGITAMATURAABADIAKPERGITAMATURAABADI

Jurnal Keperawatan Dan Kesehatan HolistikJurnal Keperawatan Dan Kesehatan Holistik

Malaria merupakan suatu penyakit yang disebabkan oleh Protozoa dari genus Plasmodium. Malaria pada manusia dapat disebabkan oleh P. malariae, P. vivax, P. falciparum dan P. ovale. Penularan malaria dilakukan oleh nyamuk Anopheles betina, sehingga terjadi infeksi pada sel darah merah oleh Plasmodium yang ditularkan dengan cara menghisap darah manusia oleh nyamuk Anopheles. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui . Penelitian ini menggunakan desain penelitian Deskriptif Survey dengan pendekatan metode Cross Sectional. Jumlah populasi penelitian 103 Kepala Keluarga di Dusun Darussalam Desa Teluk Piai dengan sampel sebanyak 20 orang responden responden adalah anggota keluarga yang menderita Malaria yang diambil dengan menggunakan Teknik Probality sampling atau Simple Random Sampling dimana pengambilan sampel dengan cara di acak tanpa memperhatikan strata yang ada di dalam anggota populasi. Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa termasuk dalam kategori cukup baik dengan hasil yang diperoleh sebesar 6,75 (67,5%). Meskipun keluarga memahami cara penularan dasar, masih terdapat kekurangan dalam aspek teknis pencegahan primer secara mandiri. Kesimpulan Pengetahuan keluarga berada pada level moderat (cukup). Diperlukan penguatan edukasi kesehatan dengan pendekatan keluarga (family-centered approach) untuk meningkatkan pemahaman dan mengubah perilaku pencegahan dari kategori cukup menjadi baik guna mendukung program eliminasi malaria.

Berdasarkan hasil penelitian, tingkat pengetahuan keluarga tentang pencegahan malaria termasuk kategori “Cukup dengan skor rata‑rata 6,75 (67,5%).Meskipun keluarga telah memahami dasar penularan dan pencegahan, pengetahuan mereka belum optimal untuk memastikan praktik pencegahan yang konsisten.Masih terdapat celah informasi teknis pencegahan primer yang perlu diperkuat.

Penelitian selanjutnya dapat menguji efektivitas intervensi mHealth yang menyampaikan edukasi pencegahan malaria secara personal kepada rumah tangga, dengan mengukur perubahan pengetahuan dan perilaku selama enam bulan. Selanjutnya, perlu dilakukan studi partisipatif komunitas untuk merancang dan memproduksi alat kontrol vektor berbasis lokal, seperti kelambu berinsektisida buatan masyarakat, guna menilai tingkat adopsi dan dampaknya terhadap kejadian malaria di wilayah pedesaan. Terakhir, penelitian campuran dapat mengeksplorasi peran kepercayaan sosial‑budaya dan dinamika gender dalam keluarga terhadap pelaksanaan tindakan pencegahan, sehingga dapat mengidentifikasi hambatan serta faktor fasilitator yang mendukung penggunaan berkelanjutan dari strategi pencegahan yang ada.

Read online
File size288.55 KB
Pages6
DMCAReport

Related /

ads-block-test