AKPERGITAMATURAABADIAKPERGITAMATURAABADI

Jurnal Keperawatan Dan Kesehatan HolistikJurnal Keperawatan Dan Kesehatan Holistik

Teknik menyusui yang benar adalah faktor krusial dalam keberhasilan pemberian ASI eksklusif dan pencegahan komplikasi seperti puting lecet atau bendungan ASI pada ibu. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran tingkat di Desa Karang Baru. Jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu menyusui di Desa Karang Baru yang berjumlah 29 orang, dengan teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling sehingga diperoleh sampel sebanyak 21 responden. Instrumen pengumpulan data menggunakan kuesioner terstruktur yang mencakup indikator posisi menyusui, perlekatan bayi, serta teknik melepaskan isapan. Hasil penelitian menunjukkan sebaran tingkat pengetahuan responden yang beragam, di mana responden dengan tingkat pengetahuan dalam kategori cukup 69,3%. Temuan ini mengindikasikan bahwa mayoritas ibu menyusui di lokasi penelitian masih berada pada kategori pengetahuan yang kurang optimal atau belum merata. Kurangnya informasi mengenai manajemen laktasi menjadi hambatan utama dalam penerapan teknik menyusui yang tepat. Simpulan dari penelitian ini adalah rendahnya persentase pengetahuan kategori cukup menuntut peran aktif tenaga kesehatan dalam memberikan edukasi berkelanjutan. Disarankan bagi bidan desa dan kader kesehatan untuk melakukan demonstrasi praktis teknik menyusui secara rutin guna meningkatkan keterampilan dan kepercayaan diri ibu dalam menyusui.

Penelitian ini menyimpulkan bahwa tingkat pengetahuan ibu menyusui mengenai teknik menyusui di Desa Karang Baru berada pada kategori cukup (69,3%).Meskipun sebagian besar ibu telah memahami prinsip dasar menyusui, terdapat disparitas pengetahuan yang signifikan dan berpotensi menghambat keberhasilan laktasi secara teknis.Kurangnya pengetahuan berkontribusi pada mekanisme hormonal yang dapat menghambat produksi ASI, sehingga diperlukan intervensi berkelanjutan dari tenaga kesehatan.

Berdasarkan hasil penelitian, perlu dilakukan pengembangan strategi intervensi kesehatan yang lebih komprehensif dan berkelanjutan. Pertama, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut mengenai efektivitas penggunaan media visual dan alat peraga dalam meningkatkan pengetahuan dan keterampilan ibu menyusui, khususnya pada kelompok dengan skor pengetahuan rendah. Kedua, disarankan untuk mengembangkan program pendampingan laktasi individual yang melibatkan konselor laktasi bersertifikat untuk memberikan dukungan teknis dan emosional kepada ibu menyusui sejak awal pascapersalinan. Ketiga, perlu dilakukan evaluasi terhadap kurikulum kelas ibu hamil untuk memastikan materi tentang teknik menyusui yang benar disampaikan secara interaktif dan aplikatif, dengan penekanan pada simulasi posisi menyusui yang tepat dan demonstrasi perlekatan yang efektif. Implementasi saran-saran ini diharapkan dapat meningkatkan tingkat pengetahuan dan keterampilan ibu menyusui, sehingga dapat mendukung keberhasilan ASI eksklusif dan kesehatan bayi secara optimal, dengan total 217 kata.

Read online
File size273.2 KB
Pages7
DMCAReport

Related /

ads-block-test