GOVERNMENTJOURNALGOVERNMENTJOURNAL

Jurnal Ilmu Pemerintahan : Kajian Ilmu Pemerintahan dan Politik DaerahJurnal Ilmu Pemerintahan : Kajian Ilmu Pemerintahan dan Politik Daerah

Pengelolaan sampah perkotaan di Depok menghadapi tantangan yang meningkat karena pertumbuhan populasi yang pesat dan infrastruktur yang tidak memadai, dengan produksi sampah diperkirakan mencapai 70 juta ton secara nasional pada tahun 2025. Hal ini menuntut inovasi dalam teknologi tata kelola lokal dan realitas sosial-ekonomi. Tinjauan ini mensintesis literatur tentang koherensi kebijakan, partisipasi masyarakat, dan adopsi Sistem Pengelolaan Sampah Cerdas (SWMS), Internet of Things (IoT), serta aplikasi kecerdasan buatan. Temuan menunjukkan bahwa meskipun perangkat digital dan teknologi cerdas menawarkan potensi peningkatan efisiensi, integrasinya masih terbatas oleh kekurangan infrastruktur, tata kelola data, dan koordinasi kelembagaan. Studi-studi menekankan peran krusial inisiatif berbasis komunitas dan tata kelola partisipatif dalam mencapai hasil yang berkelanjutan, terutama melalui program pendidikan dan kesadaran publik yang mempromosikan prinsip 3R (Reduce, Reuse, Recycle). Analisis ekonomi juga menyoroti peluang dalam teknologi konversi sampah menjadi energi dan sistem sampah menjadi bahan bakar untuk mendukung keberlanjutan finansial. Namun, ketidaksetaraan sosial-ekonomi dan terbatasnya inklusi komunitas marginal menghambat implementasi yang adil. Tinjauan ini menyimpulkan bahwa keberhasilan Depok dalam pengelolaan sampah bergantung pada harmonisasi kemajuan teknologi dengan tata kelola inklusif, kebijakan jangka panjang yang konsisten, dan pemberdayaan masyarakat. Oleh karena itu, kontribusi teoretis melalui pendekatan multifaset yang menggabungkan inovasi, regulasi, dan keterlibatan sosial sangat penting untuk membangun sistem pengelolaan sampah perkotaan yang tangguh, berkelanjutan, dan adil yang dapat beradaptasi dengan tantangan lingkungan di masa depan.

Tinjauan literatur menunjukkan bahwa pengelolaan sampah perkotaan di Depok menghadapi tantangan kompleks akibat ketidaksesuaian inovasi teknologi dengan infrastruktur dan kurangnya kesadaran publik, meskipun Sistem Pengelolaan Sampah Cerdas (SWMS) dan partisipasi lokal menjanjikan.Keberhasilan implementasi kebijakan memerlukan pendekatan yang lebih harmonis, mengintegrasikan teknologi dengan tata kelola yang adil, mengatasi kesenjangan sosial-ekonomi, dan memastikan inklusi komunitas terpinggirkan.Oleh karena itu, penelitian lanjutan harus berfokus pada studi jangka panjang dan empiris yang menggabungkan inovasi teknologi, partisipasi masyarakat, dan pembentukan kebijakan yang fair untuk membangun sistem pengelolaan sampah yang berkelanjutan dan inklusif di Depok.

Untuk memperkuat pengelolaan sampah di Kota Depok di masa depan, ada beberapa arah penelitian lanjutan yang sangat penting. Pertama, perlu adanya studi mendalam mengenai bagaimana kebijakan dan implementasi teknologi pengelolaan sampah dapat dirancang secara lebih inklusif, khususnya untuk secara aktif melibatkan dan memberdayakan komunitas marjinal. Penelitian ini harus mengevaluasi tidak hanya dampak lingkungan, tetapi juga dampak sosial-ekonomi dan keadilan lingkungan yang timbul dari kebijakan tersebut, memastikan bahwa keuntungan dari inovasi teknologi tidak hanya dinikmati oleh kelompok tertentu, melainkan merata di seluruh lapisan masyarakat Depok. Kedua, sangat krusial untuk melakukan analisis keberlanjutan finansial jangka panjang dari adopsi teknologi pengelolaan sampah canggih, seperti sistem konversi sampah menjadi energi atau bahan bakar. Studi ini harus mencakup analisis biaya-manfaat yang komprehensif dari perspektif anggaran pemerintah kota, mengevaluasi investasi awal, biaya operasional, dan potensi pendapatan, serta mengidentifikasi mekanisme integrasi yang efektif untuk sektor informal agar mereka tidak terpinggirkan, melainkan menjadi bagian dari solusi ekonomi sirkular. Ketiga, mengingat potensi teknologi cerdas seperti IoT dan AI dalam pengelolaan sampah, penelitian harus fokus pada peningkatan kesiapan infrastruktur digital, pengembangan kerangka tata kelola data yang kuat, dan peningkatan literasi digital masyarakat Depok. Hal ini penting untuk memastikan implementasi sistem cerdas berjalan efektif, aman, dan dapat diakses oleh semua pihak, sekaligus mencegah munculnya kesenjangan digital yang dapat menghambat partisipasi dan pemerataan manfaat teknologi.

  1. Innovative Strategies for Urban Waste Management: Integration of Technology and Community Participation... ojs3.unpatti.ac.id/index.php/jgse/article/view/12359Innovative Strategies for Urban Waste Management Integration of Technology and Community Participation ojs3 unpatti ac index php jgse article view 12359
  2. Evaluation of the Implementation of Urban Waste Management Technology Policy : Study Area in Depok City... doi.org/10.24905/jip.11.1.2026.51-62Evaluation of the Implementation of Urban Waste Management Technology Policy Study Area in Depok City doi 10 24905 jip 11 1 2026 51 62
  3. Implementation of AHP and Fuzzy Topsis Methods with Techno Economic Analysis Selection of Appropriate... jrssem.publikasiindonesia.id/index.php/jrssem/article/view/752Implementation of AHP and Fuzzy Topsis Methods with Techno Economic Analysis Selection of Appropriate jrssem publikasiindonesia index php jrssem article view 752
  4. Improving The Efficiency of Ups Performance in Depok City | Journal Research of Social Science, Economics,... jrssem.publikasiindonesia.id/index.php/jrssem/article/view/869Improving The Efficiency of Ups Performance in Depok City Journal Research of Social Science Economics jrssem publikasiindonesia index php jrssem article view 869
Read online
File size443.86 KB
Pages12
DMCAReport

Related /

ads-block-test