AKRABJUARAAKRABJUARA

Akrab Juara : Jurnal Ilmu-ilmu SosialAkrab Juara : Jurnal Ilmu-ilmu Sosial

Pendaftaran tanah merupakan langkah strategis dalam menjamin kepastian hukum atas hak milik di wilayah Republik Indonesia. Namun, di kota besar dan padat penduduk seperti Surabaya, proses ini mengkaji permasalahan spesifik dalam pendaftaran tanah kawasan urban, termasuk tanah terlantar dan hunian liar (squatter). Penelitian ini menggunakan metode yuridis empiris untuk melihat kesenjangan antara regulasi dan implementasi di lapangan. Hasil kajian menunjukkan bahwa rendahnya partisipasi masyarakat, tumpang tindih kepemilikan, dan lemahnya penegakan hukum menjadi hambatan utama, di samping persoalan sosial-ekonomi seperti urbanisasi liar. Artikel ini merekomendasikan pendekatan partisipatif, reformulasi regulasi lokal, serta integrasi kebijakan pertanahan dan perumahan sebagai solusi.

Pendaftaran tanah di kawasan perkotaan yang padat penduduk seperti Surabaya menghadapi tantangan struktural, sosial, dan hukum yang jauh lebih kompleks dibandingkan daerah pedesaan.Partisipasi masyarakat rendah, terutama di antara pemilik lahan informal, disebabkan oleh rasa takut akan pengusiran dan ketidakjelasan status hukum, sementara hambatan hukum meliputi transaksi tanpa akta sah, warisan verbal, dan tumpang tindih kepemilikan, serta masalah fisik seperti lahan terabaikan dan ketidaksesuaian peta.Selain itu, koordinasi kelembagaan antara Badan Pertanahan Nasional, pemerintah daerah, dan institusi sosial masih belum optimal, sehingga menghambat implementasi program PTSL secara efektif.

Penelitian selanjutnya dapat mengevaluasi efektivitas integrasi data spasial digital melalui sistem GeoKKP dalam mempercepat verifikasi kepemilikan lahan urban, dengan menguji apakah peningkatan akurasi peta dapat menurunkan tingkat tumpang tindih kepemilikan. Selanjutnya, studi kualitatif dapat meneliti dampak program edukasi hukum berbasis komunitas terhadap tingkat partisipasi warga dalam proses PTSL, khususnya di wilayah permukiman liar, untuk menentukan faktor-faktor yang paling memotivasi keterlibatan. Terakhir, penelitian eksperimen dapat merancang pilot reformasi regulasi yang memberikan fleksibilitas legalisasi bagi hunian informal, mengamati bagaimana kebijakan tersebut memengaruhi persepsi keamanan hukum dan keputusan migrasi penduduk di area Surabaya yang sangat padat.

Read online
File size584.67 KB
Pages10
DMCAReport

Related /

ads-block-test