ITEKES BALIITEKES BALI
Jurnal Riset Kesehatan NasionalJurnal Riset Kesehatan NasionalLatar Belakang : Anak autis merupakan salah satu kelompok dalam kelompok anak dengan berkebutuhan khusus yaitu anak kurang mampu mengorganisasi sesuatu, kurang merencanakan sesuatu, mengalami kesulitan mencari penyelesaian dan kurang fleksibel melaksanakan tugas. Anak autis tidak dapat menunjukkan hubungan kasih sayang dengan orang tua dan teman sebaya. Stimulus sensor anak autis diproses dengan cara berbeda dengan anak normal sehingga mengakibatkan anak autis mengalami kesulitan dalam mengekspresikan kasih sayang dengan cara yang biasa dilakukan oleh anak normal. Anak autis mengalami kesulitan dalam berinteraksi dengan teman sebaya, kesulitan dalam kemandirian beraktifitas sehari-hari termasuk personal hygiene (mencuci tangan).. Tujuan : Diketahuinya pengaruh stimulasi cuci tangan terhadap perilaku mencuci tangan anak autis di sekolah autis Propinsi DIY.. Metode : Jenis penelitian Quasi experiment dengan rancangan “Pre test Post test with Control Group Design“. Rancangan ini ada kelompok pembanding (kontrol), ob-servasi dilakukan dua kali. Observasi pertama untuk mengetahui perilaku mencuci tangan anak autis sebelum diberikan stimulasi cuci tangan dan observasi kedua sesudah diberikan stimulasi cuci tangan. Pengambilan sampel dilakukan secara total sampling sebanyak 30 anak autis dengan kriteria anak autis usia 6-12 tahun di sekolah autis Propinsi DIY. Data hasil pemeriksaan dianalisis secara diskriptif dan secara analitik dengan bantuan program SPSS for windows versi 16.0 menggunakan uji pair t-test, wilcoxon, mann whitney dan uji beda delta dengan taraf signifikan <0,05.. Hasil : Perilaku mencuci tangan anak autis pada kelompok eksperimen kategori kurang dan pada kelompok kontrol kategori kurang. Pada kelompok eksperimen nilai pre test dan post test dengan p (sig) 0,000 < 0,05 berarti ada perbedaan antara pre test dan post test pada kelompok eksperimen. Pada kelompok kontrol nilai pre test dan post test dengan p (sig) 0,078 > 0,05 berarti tidak ada perbedaan antara kelompok eksperimen pre test dan post test. Hasil uji beda delta pada kelompok eksperimen dan kontrol p (sig) <0,05.. Kesimpulan : Ada pengaruh stimulasi cuci tangan terhadap perilaku mencuci tangan anak autis di sekolah autis Propinsi DIY dengan nilai p (sig) < 0,05 berarti Ha diterima dan Ho ditolak.
Perilaku mencuci tangan sebelum dilakukan stimulasi cuci tangan pada anak autis di sekolah Autis Samara Bunda dan Dian Amanah Yogyakarta kategori kurang.Perilaku mencuci tangan setelah dilakukan stimulasi cuci tangan pada anak autis di sekolah Autis Samara Bunda dan Dian Amanah Yogyakarta kategori cukup.Ada pengaruh stimulasi cuci tangan terhadap perilaku mencuci tangan anak autis di sekolah autis Samara Bunda dan Dian Amanah dengan nilai p (sig) < 0,05 berarti Ha diterima dan Ho ditolak.
Penelitian lanjutan dapat mengeksplorasi efektivitas jangka panjang dari program stimulasi cuci tangan ini pada anak autis, misalnya dengan melakukan studi longitudinal untuk mengamati retensi perilaku dan kemandirian setelah periode intervensi berakhir. Mengingat keterbatasan anak autis dalam konsentrasi dan jadwal yang padat, penelitian di masa depan dapat merancang dan menguji modul stimulasi yang lebih adaptif dan personalisasi, seperti penggunaan teknologi interaktif atau aplikasi gamifikasi yang dirancang khusus untuk meningkatkan fokus dan keterlibatan anak autis selama sesi pelatihan. Penting juga untuk memahami bagaimana faktor lingkungan rumah dan tingkat partisipasi orang tua mempengaruhi keberhasilan stimulasi, dengan mempertimbangkan desain studi yang membandingkan dampak intervensi yang didukung penuh keluarga versus yang hanya berpusat di sekolah. Selain itu, studi perbandingan dapat dilakukan untuk menguji berbagai jenis media atau metode stimulasi (misalnya, visual, audio-visual, multisensori) guna mengidentifikasi pendekatan yang paling efektif dan efisien untuk kelompok usia atau tingkat keparahan autisme yang berbeda. Penelitian ini akan memberikan wawasan lebih dalam untuk mengoptimalkan intervensi dan memastikan perilaku hidup bersih dan sehat dapat terinternalisasi secara optimal pada anak autis.
| File size | 815.83 KB |
| Pages | 8 |
| Short Link | https://juris.id/p-2mJ |
| Lookup Links | Google ScholarGoogle Scholar, Semantic ScholarSemantic Scholar, CORE.ac.ukCORE.ac.uk, WorldcatWorldcat, ZenodoZenodo, Research GateResearch Gate, Academia.eduAcademia.edu, OpenAlexOpenAlex, Hollis HarvardHollis Harvard |
| DMCA | Report |
Related /
POLTEKBAUBAUPOLTEKBAUBAU Analisis menggunakan uji Wilcoxon Signed Rank Test. Hasil penelitian menunjukkan terjadi penurunan dismenore setelah intervensi dengan beda mean 3,85.Analisis menggunakan uji Wilcoxon Signed Rank Test. Hasil penelitian menunjukkan terjadi penurunan dismenore setelah intervensi dengan beda mean 3,85.
ABULYATAMAABULYATAMA Salah satu usaha yang dapat dilakukan adalah dengan melatihkan dan mengembangkan kebiasaan berpikir produktif siswa melalui sebuah penerapan asesmen formatifSalah satu usaha yang dapat dilakukan adalah dengan melatihkan dan mengembangkan kebiasaan berpikir produktif siswa melalui sebuah penerapan asesmen formatif
HTPHTP Penyakit hipertensi sebagai salah satu komorbiditas dari penyakit jantung, dinilai cukup tinggi di Indonesia. Upaya pengelolaan hipertensi di puskesmasPenyakit hipertensi sebagai salah satu komorbiditas dari penyakit jantung, dinilai cukup tinggi di Indonesia. Upaya pengelolaan hipertensi di puskesmas
UNYUNY Penelitian ini menegaskan peran penting guru sebagai fasilitator dalam meningkatkan partisipasi dan motivasi siswa. Temuan penelitian menunjukkan bahwaPenelitian ini menegaskan peran penting guru sebagai fasilitator dalam meningkatkan partisipasi dan motivasi siswa. Temuan penelitian menunjukkan bahwa
UDSUDS Responden dalam penelitian ini terdiri dari 30 orang tua. Penelitian menunjukkan bahwa pengetahuan orang tua setelah diberikan edukasi lebih tinggi dibandingkanResponden dalam penelitian ini terdiri dari 30 orang tua. Penelitian menunjukkan bahwa pengetahuan orang tua setelah diberikan edukasi lebih tinggi dibandingkan
STIKESNHSTIKESNH Meningkatnya jumlah penderita diabetes mellitus menyebabkan peningkatan komplikasi diabetes diantaranya adalah luka pada kaki. Perawatan luka yang tepatMeningkatnya jumlah penderita diabetes mellitus menyebabkan peningkatan komplikasi diabetes diantaranya adalah luka pada kaki. Perawatan luka yang tepat
UBTUBT Mahasiswa juga menunjukkan peningkatan empati sosial, hubungan interpersonal langsung, dan perilaku positif melalui ikrar janji serta self-reinforcementMahasiswa juga menunjukkan peningkatan empati sosial, hubungan interpersonal langsung, dan perilaku positif melalui ikrar janji serta self-reinforcement
CERICCERIC Facilitated tucking efektif mengurangi nyeri dan lama menangis selama pengambilan darah. Facilitated tucking dapat diterapkan sebagai bagian dari asuhanFacilitated tucking efektif mengurangi nyeri dan lama menangis selama pengambilan darah. Facilitated tucking dapat diterapkan sebagai bagian dari asuhan
Useful /
UNYUNY Hal ini tidak hanya membebani dosen dengan beban pengajaran yang tinggi tetapi juga dapat mengancam peringkat akreditasi institusi, yang memerlukan kinerjaHal ini tidak hanya membebani dosen dengan beban pengajaran yang tinggi tetapi juga dapat mengancam peringkat akreditasi institusi, yang memerlukan kinerja
UNYUNY Penelitian dilakukan selama 6 bulan, dari Februari hingga Juli 2024, dan didahului dengan studi awal mengenai pola asuh ayah Sunda sejak tahun 2016. PesertaPenelitian dilakukan selama 6 bulan, dari Februari hingga Juli 2024, dan didahului dengan studi awal mengenai pola asuh ayah Sunda sejak tahun 2016. Peserta
UNYUNY Identifikasi artefak keramik Cina dari era Sriwijaya telah menghasilkan keramik dari dinasti Tang (abad ke-7 sampai ke-9 M) dan Sung (abad ke-10 sampaiIdentifikasi artefak keramik Cina dari era Sriwijaya telah menghasilkan keramik dari dinasti Tang (abad ke-7 sampai ke-9 M) dan Sung (abad ke-10 sampai
ITEKES BALIITEKES BALI Stres akibat kesulitan berkomunikasi tidak hanya dialami pasien stroke yang mengalami afasia, tetapi keluarga yang melakukan perawatan juga merasakan stres.Stres akibat kesulitan berkomunikasi tidak hanya dialami pasien stroke yang mengalami afasia, tetapi keluarga yang melakukan perawatan juga merasakan stres.