UNSRATUNSRAT
JMUOJMUOTujuan dari penelitian ini adalah untuk melakukan studi bahan bakar campuran, etanol, diesel, dan biodiesel yang terbuat dari minyak kelapa sawit dan kelapa. Penelitian ini dilakukan untuk mengurangi penggunaan bahan bakar fosil dan pencemaran yang dihasilkannya. Biodiesel dibuat dengan menggunakan metode konvensional dan transesterifikasi subkritis dekat isokorik. Setelah disiapkan, biodiesel, diesel, dan etanol 96% dicampur. Sampel dianalisis menggunakan metode ASTM. Sampel 1b yang terdiri dari 69% biodiesel memiliki densitas 0.886 g/cm3, viskositas 5.182 mm2/s, titik api 66℃, titik tuang 6℃. Sampel 2b yang mengandung 60% biodiesel memiliki densitas 0.865 g/cm3, viskositas 4.271 mm2/s, titik api 65℃, titik tuang 3℃. Sampel 3b yang mengandung 72% biodiesel memiliki densitas 0.878 g/cm3, viskositas 5.350 mm2/s, titik api 70℃, titik tuang 0℃. Sampel 4b yang terdiri atas 54% biodiesel memiliki densitas 0.859 g/cm3, viskositas 4.289 mm2/s, titik api 56℃, titik tuang 3℃. Berdasarkan peraturan Pemerintah Indonesia tentang spesifikasi bahan bakar diesel, sampel 2b adalah campuran terbaik, sedangkan sampel 3b yang tidak sesuai dengan spesifikasi.
Bahan bakar campuran biodiesel-diesel-etanol berhasil dibuat dalam fase emulsi stabil.Sampel 2b, yang terdiri dari 60% biodiesel, memiliki densitas 0.271 mm2/s, titik api 65℃, titik tuang 3℃, memenuhi spesifikasi bahan bakar diesel menurut Keputusan Direktur Jendral Minyak dan Gas Nomor 28 Tahun 2016.Sampel lainnya memiliki densitas atau viskositas yang melebihi spesifikasi bahan bakar diesel di Indonesia disebabkan oleh biodiesel yang memiliki densitas dan viskositas yang besar.Penelitian ini menunjukkan bahwa bahan bakar campuran bisa digunakan untuk mengurangi penggunaan bahan bakar diesel.
Untuk penelitian lanjutan, disarankan untuk mengeksplorasi penggunaan bahan baku lain selain minyak kelapa sawit dan kelapa dalam produksi biodiesel, seperti minyak nabati lainnya atau limbah organik. Selain itu, penting untuk meneliti pengaruh bahan bakar campuran terhadap kinerja mesin diesel dalam jangka panjang, termasuk analisis emisi dan efisiensi bahan bakar. Terakhir, perlu dilakukan studi lebih mendalam tentang metode produksi biodiesel yang lebih efisien dan ramah lingkungan, seperti penggunaan katalis alternatif atau proses produksi yang berkelanjutan.
| File size | 666.58 KB |
| Pages | 5 |
| DMCA | Report |
Related /
INTELEKMADANIINTELEKMADANI ) memiliki potensi antiinflamasi. Flavonoid memiliki aktivitas sebagai antiinflamasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh gel ekstrak Kulit) memiliki potensi antiinflamasi. Flavonoid memiliki aktivitas sebagai antiinflamasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh gel ekstrak Kulit
STIK SAMSTIK SAM Komposisi setil alkohol dan propilenglikol dioptimasi menggunakan perangkat lunak Design Expert versi 13 dengan parameter uji daya sebar, daya lekat, danKomposisi setil alkohol dan propilenglikol dioptimasi menggunakan perangkat lunak Design Expert versi 13 dengan parameter uji daya sebar, daya lekat, dan
STIK SAMSTIK SAM Tujuan penelitian ini untuk mengetahui penggunaan obat yang meliputi tepat obat, tepat indikasi, tepat pasien, tepat dosis dan tepat interval waktu pemberianTujuan penelitian ini untuk mengetahui penggunaan obat yang meliputi tepat obat, tepat indikasi, tepat pasien, tepat dosis dan tepat interval waktu pemberian
STIK SAMSTIK SAM Metode penelitian yang digunakan adalah analisis deskriptif dengan pengambilan data secara cross sectional, penelitian ini menggunakan teknik purposiveMetode penelitian yang digunakan adalah analisis deskriptif dengan pengambilan data secara cross sectional, penelitian ini menggunakan teknik purposive
INTELEKMADANIINTELEKMADANI Ekstrak etanol kulit buah naga merah (Hylocereus polyrhizus) tidak dapat mencegah peningkatan kadar SGOT secara signifikan pada tikus yang diinduksi parasetamolEkstrak etanol kulit buah naga merah (Hylocereus polyrhizus) tidak dapat mencegah peningkatan kadar SGOT secara signifikan pada tikus yang diinduksi parasetamol
INTELEKMADANIINTELEKMADANI Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas ekstrak etil asetat Daun Sirih Hijau (Piper betle L) terhadap Streptococcus mutans. Ekstrak etil asetatPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas ekstrak etil asetat Daun Sirih Hijau (Piper betle L) terhadap Streptococcus mutans. Ekstrak etil asetat
INTELEKMADANIINTELEKMADANI Kelompok I diberi Na. CMC 1% sebagai kontrol negatif, kelompok II, III, IV diberi ekstrak daun adam hawa dengan masing-masing konsentrasi 0,8% b/v, 1,6%Kelompok I diberi Na. CMC 1% sebagai kontrol negatif, kelompok II, III, IV diberi ekstrak daun adam hawa dengan masing-masing konsentrasi 0,8% b/v, 1,6%
INTELEKMADANIINTELEKMADANI Penelitian dilakukan secara eksperimen di Laboratorium Farmakologi Universitas Pancasakti menggunakan 15 ekor tikus putih yang dibagi dalam lima kelompokPenelitian dilakukan secara eksperimen di Laboratorium Farmakologi Universitas Pancasakti menggunakan 15 ekor tikus putih yang dibagi dalam lima kelompok
Useful /
INTELEKMADANIINTELEKMADANI Pemberian Ekstrak Kulit Buah Mentimun pada Dosis 300 mg/KgBB menunjukkan efek diuretic paling besar pada Mencit, tetapi efeknya masih lebih rendah dariPemberian Ekstrak Kulit Buah Mentimun pada Dosis 300 mg/KgBB menunjukkan efek diuretic paling besar pada Mencit, tetapi efeknya masih lebih rendah dari
UNSRATUNSRAT Ekstrak etanol daun sesewanua (Clerodendron squamatum Vahl. ) memiliki aktivitas antibakteri terhadap bakteri Staphylococcus aureus, Escherichia coli,Ekstrak etanol daun sesewanua (Clerodendron squamatum Vahl. ) memiliki aktivitas antibakteri terhadap bakteri Staphylococcus aureus, Escherichia coli,
UNSRATUNSRAT Jumlah spesies Nymphalidae yang ditemukan di Hutan Kota Kuwil baru mencapai 10,99% (21 spesies ditemukan/191 spesies yang ada di sulawesi x 100%) dariJumlah spesies Nymphalidae yang ditemukan di Hutan Kota Kuwil baru mencapai 10,99% (21 spesies ditemukan/191 spesies yang ada di sulawesi x 100%) dari
UNIVMEDUNIVMED o). Setiap kelompok diinduksi dengan 0,2 ml CFA (1 mg/ml) pada hari ke-1 dan diberikan injeksi booster dengan 0,1 ml CFA (1 mg/ml) pada hari ke-5. Ekstrako). Setiap kelompok diinduksi dengan 0,2 ml CFA (1 mg/ml) pada hari ke-1 dan diberikan injeksi booster dengan 0,1 ml CFA (1 mg/ml) pada hari ke-5. Ekstrak