IJBLEIJBLE

International Journal of Business, Law, and EducationInternational Journal of Business, Law, and Education

Perilaku perawatan perawat dalam memberikan perawatan kepada pasien memainkan peran penting dalam meningkatkan kualitas layanan perawatan dan memastikan keselamatan pasien, yang pada akhirnya berkontribusi pada pemulihan pasien. Namun, dalam praktiknya, penyampaian layanan perawatan berkualitas tinggi masih terhambat oleh keberadaan perilaku tidak perawatan dalam perawatan pasien. Oleh karena itu, langkah-langkah konkret diperlukan untuk mengurangi perilaku ini dengan memperkuat komitmen organisasi, komunikasi efektif, dan lingkungan kerja, sehingga mendorong perilaku perawatan di kalangan perawat. Studi ini bertujuan untuk mengeksplorasi pengaruh komitmen organisasi, komunikasi efektif, dan lingkungan kerja terhadap perilaku perawatan perawat. Desain penelitian non-eksperimental menggunakan pendekatan cross-sectional. Analisis fokus pada pengukuran sejauh mana variabel independen mempengaruhi variabel dependen. Data dianalisis menggunakan Regresi Linear Berganda dengan bantuan perangkat lunak statistik. Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner yang didistribusikan kepada perawat inap di Rumah Sakit Annisa Cikarang. Populasi penelitian terdiri dari 95 perawat, dengan sampel akhir 49 responden. Analisis statistik dilakukan menggunakan SPSS Versi 24.0. Temuan menunjukkan bahwa: (1) komitmen organisasi secara signifikan memengaruhi perilaku perawatan (t = -2.751, p = 0.009 < 0.05); (2) komunikasi efektif secara signifikan memengaruhi perilaku perawatan (t = 2.181, p = 0.034 < 0.05); (3) lingkungan kerja secara signifikan memengaruhi perilaku perawatan (t = 3.365, p = 0.002 < 0.05); dan (4) komitmen organisasi, komunikasi efektif, dan lingkungan kerja secara bersama-sama memiliki pengaruh signifikan pada perilaku perawatan (F = 91.364, p = 0.000 < 0.05). Kesimpulan: komitmen organisasi, komunikasi efektif, dan lingkungan kerja bersama-sama menjelaskan 85,9% variasi dalam perilaku perawatan perawat, sementara 14,1% sisanya dijelaskan oleh faktor lain yang tidak diteliti dalam studi ini. Oleh karena itu, disarankan strategi penguatan diterapkan untuk memperkuat perilaku perawatan perawat, khususnya dalam lingkungan perawatan inap, dengan meningkatkan komitmen organisasi, meningkatkan efektivitas komunikasi, dan memaksimalkan lingkungan kerja untuk mendorong praktik perawatan positif.

Komitmen organisasi, komunikasi efektif, dan lingkungan kerja secara bersama-sama menjelaskan 85,9% variasi dalam perilaku perawatan perawat.Faktor-faktor ini secara signifikan memengaruhi kualitas perawatan yang diberikan.Rekomendasi untuk meningkatkan perilaku perawatan mencakup penguatan komitmen organisasi, peningkatan komunikasi efektif, dan optimasi lingkungan kerja.

Penelitian lanjutan dapat mengkaji dampak jangka panjang komitmen organisasi terhadap perilaku perawatan melalui studi longitudinal. Selain itu, penelitian perbandingan antar rumah sakit dengan kondisi lingkungan kerja berbeda dapat mengungkap faktor spesifik yang memengaruhi perawatan. Terakhir, eksplorasi peran faktor lain seperti motivasi dan kepuasan kerja dalam memengaruhi perilaku perawatan perlu dilakukan untuk memperkaya kerangka teoritis dalam bidang ini.

  1. Psychometric performance of the English language six‐item Caring Behaviours Inventory in an... doi.org/10.1111/jocn.12849Psychometric performance of the English language sixyAAAaitem Caring Behaviours Inventory in an doi 10 1111 jocn 12849
  2. Cultural adaptation and validation of the Caring Behaviors Assessment tool in Chile - Ayala - 2017 -... onlinelibrary.wiley.com/doi/10.1111/nhs.12364Cultural adaptation and validation of the Caring Behaviors Assessment tool in Chile Ayala 2017 onlinelibrary wiley doi 10 1111 nhs 12364
Read online
File size259.27 KB
Pages10
DMCAReport

Related /

ads-block-test