STIEMAHARDHIKASTIEMAHARDHIKA

Media MahardhikaMedia Mahardhika

Perekonomian makro diguncang oleh pandemi Covid-19. Sektor makanan dan minuman merupakan salah satu sektor yang paling terdampak. Skenario terburuk yang dapat terjadi adalah perusahaan mengalami financial distress yang berujung pada kebangkrutan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh Current Ratio (CR), Debt to Equity Ratio (DER), Return on Assets (ROA), Kepemilikan Institusional (KI), Komposisi Komisaris Independen (KKI), serta Ukuran Perusahaan sebagai variabel kontrol terhadap Financial Distress. Objek penelitian adalah perusahaan sektor makanan dan minuman yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2019–2021. Sampel terdiri dari 50 perusahaan yang dipilih menggunakan purposive sampling. Data diperoleh dari laporan tahunan perusahaan melalui situs IDX atau situs resmi perusahaan. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis regresi linier berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ROA berpengaruh negatif signifikan terhadap FD. CR, KI, dan UP tidak berpengaruh negatif signifikan terhadap FD. DER dan KKI tidak berpengaruh positif signifikan terhadap FD. ROA mencerminkan kemampuan perusahaan dalam menghasilkan laba, di mana nilai laba negatif menjadi indikasi bahwa perusahaan mengalami kesulitan keuangan. Perusahaan mengandalkan laba sebagai sumber pendanaan utama, sehingga nilai ROA yang rendah menunjukkan kebutuhan besar terhadap pendanaan eksternal, di mana pihak eksternal mengharapkan tingkat risiko dan imbal hasil yang tinggi.

Semakin rendahnya Current Ratio menunjukkan semakin lemahnya kemampuan perusahaan dalam membayar kewajiban jangka pendeknya, karena pendanaan internal yang rendah, sehingga meningkatkan potensi kesulitan keuangan.Debt to Equity Ratio yang tinggi mengindikasikan bahwa keuntungan perusahaan tidak mencukupi, sehingga perlu menggunakan pendanaan hutang yang berisiko tinggi karena adanya kewajiban bunga, meningkatkan potensi financial distress.Return on Asset yang tinggi mencerminkan kuatnya pendanaan internal, sehingga perusahaan lebih mampu menghindari kesulitan keuangan, sedangkan keberadaan pihak institusional dan komisaris independen belum terbukti efektif dalam mengurangi risiko financial distress.

Pertama, perlu diteliti apakah adopsi teknologi digital dalam operasional perusahaan dapat memperkuat efektivitas pengawasan oleh pihak institusional dan mengurangi risiko financial distress, mengingat dalam penelitian ini kepemilikan institusional tidak berdampak signifikan. Kedua, perlu dikaji bagaimana struktur hutang jangka pendek dan jangka panjang memengaruhi financial distress di sektor makanan dan minuman, terutama selama masa pemulihan pasca-pandemi, mengingat DER tidak signifikan meskipun secara teori berisiko tinggi. Ketiga, perlu dilakukan penelitian tentang peran kinerja operasional non-keuangan, seperti volume penjualan dan efisiensi rantai pasok, dalam menstabilkan kondisi keuangan perusahaan, mengingat ukuran perusahaan dan keuntungan menjadi faktor kunci tetapi belum sepenuhnya menjelaskan kondisi distress. Penelitian-penelitian tersebut dapat memberikan pemahaman yang lebih utuh mengenai faktor non-keuangan dan struktur pendanaan mikro yang memengaruhi ketahanan sektor makanan dan minuman di tengah ketidakpastian ekonomi. Pendekatan baru ini dapat melengkapi temuan bahwa rasio keuangan tradisional seperti ROA tetap dominan, sementara faktor governance belum efektif. Dengan memasukkan dimensi operasional dan teknologi, penelitian lanjutan dapat memberikan rekomendasi kebijakan yang lebih holistik bagi perusahaan dan regulator. Selain itu, analisis perbandingan antar subsektor, seperti produsen makanan ringan versus restoran, dapat mengungkap sensitivitas yang berbeda terhadap tekanan keuangan. Fokus pada periode pasca-pandemi juga penting untuk menilai efektivitas strategi pemulihan. Semua ide ini bertujuan memperdalam pemahaman sistemik atas financial distress di sektor yang vital bagi perekonomian nasional.

  1. Vol. 5 No. 2 (2021): Article Research Volume 5 Number 2, Agustus 2021 | Owner : Riset dan Jurnal Akuntansi.... doi.org/10.33395/owner.v5i2Vol 5 No 2 2021 Article Research Volume 5 Number 2 Agustus 2021 Owner Riset dan Jurnal Akuntansi doi 10 33395 owner v5i2
  2. Vol. 1 No. 4 (2021): Jurnal Riset Mahasiswa Akuntansi, Desember 2021 | Jurnal Riset Mahasiswa Akuntansi.... doi.org/10.29303/risma.v1i4Vol 1 No 4 2021 Jurnal Riset Mahasiswa Akuntansi Desember 2021 Jurnal Riset Mahasiswa Akuntansi doi 10 29303 risma v1i4
  1. #service quality#service quality
  2. #rasio keuangan#rasio keuangan
Read online
File size400.45 KB
Pages15
Short Linkhttps://juris.id/p-2yF
Lookup LinksGoogle ScholarGoogle Scholar, Semantic ScholarSemantic Scholar, CORE.ac.ukCORE.ac.uk, WorldcatWorldcat, ZenodoZenodo, Research GateResearch Gate, Academia.eduAcademia.edu, OpenAlexOpenAlex, Hollis HarvardHollis Harvard
DMCAReport

Related /

ads-block-test