UNSAUNSA

Surakarta English and Literature JournalSurakarta English and Literature Journal

Penelitian ini menganalisis dinamika karakter Lots-o-huggin Bear (Lotso) dalam film berjudul Toy Story 3 (2010) melalui pandangan psikoanalisis Freud. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengungkapkan jenis mekanisme pertahanan yang digunakan, alasan di balik perilaku defensifnya, dan bagaimana ia menciptakan konflik dalam film. Penelitian kualitatif ini mengumpulkan data kualitatif. Data primer diambil dari film Toy Story 3 (2010) dalam bentuk dialog, penggambaran cerita, ide, dan berbagai fenomena yang diceritakan dalam film. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah mencatat dan menangkap gambar. Hasil penelitian menemukan tiga jenis mekanisme pertahanan yang digunakan oleh Lotso, yaitu penolakan, pergeseran, dan proyeksi. Penggunaan mekanisme pertahanan ini disebabkan oleh trauma yang menyebabkan kecemasan neurotik akibat konflik antara id dan ego. Selain itu, kontribusi Lotso dalam menciptakan konflik dalam film adalah manipulasi, paksaan, dan pengkhianatan. Dari hasil penelitian, diharapkan para penggemar sastra membuka wawasan bahwa karakter dalam film tidak hanya berfungsi sebagai aktor dalam sebuah cerita, tetapi juga sebagai representasi kondisi psikologis yang kompleks. Selain itu, penelitian ini dapat digunakan sebagai referensi bagi peneliti dalam menggunakan pendekatan psikologis untuk menganalisis karakter dalam film.

Hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa pendekatan psikoanalisis Sigmund Freud mampu memberikan pemahaman mendalam tentang motivasi karakter dalam karya film.Melalui analisis ini, diketahui bahwa konflik yang terjadi dalam diri seseorang dapat mempengaruhi keputusan yang diambil untuk melakukan sesuatu.Berdasarkan perspektif psikoanalisis, Lotso adalah karakter yang secara psikologis kompleks yang berusaha mengatasi konflik mendalam.Konflik ini mendorongnya untuk melakukan berbagai mekanisme pertahanan untuk melindungi diri dari ketakutannya.Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pendekatan psikoanalisis Sigmund Freud mampu mengungkapkan motivasi mendalam di balik perilaku karakter dalam film, khususnya Lotso dalam Toy Story 3.Lotso digambarkan sebagai karakter antagonis yang secara psikologis kompleks, di mana tindakannya dipengaruhi oleh konflik internal yang belum terselesaikan.Konflik internal ini mendorongnya untuk menggunakan berbagai mekanisme pertahanan seperti penolakan, pergeseran, proyeksi, dan rasionalisasi sebagai respons terhadap kecemasan neurotik yang dialaminya akibat hubungan yang saling terhubung antara id, ego, dan superego.Penelitian ini menekankan bagaimana penggunaan mekanisme pertahanan ini memperkaya pemahaman tentang kedalaman psikologis antagonis dalam narasi cerita.Lotso bukan hanya antagonis yang menciptakan konflik dalam alur cerita, tetapi juga merupakan refleksi individu yang gagal mengatasi trauma masa lalu.Selain itu, penelitian ini menutup kesenjangan dalam penelitian sebelumnya yang kurang memperhatikan bagaimana Lotso mengelola konflik melalui pendekatan psikoanalisis.

Berdasarkan hasil penelitian, saran penelitian lanjutan yang dapat diusulkan adalah:. . 1. Menganalisis karakter-karakter lain dalam film Toy Story 3 menggunakan pendekatan psikoanalisis untuk memahami dinamika kepribadian dan konflik internal mereka. Hal ini dapat memberikan wawasan lebih mendalam tentang bagaimana karakter-karakter tersebut membentuk alur cerita dan interaksi mereka dengan Lotso.. . 2. Mengkaji pengaruh trauma masa lalu pada pembentukan kepribadian dan perilaku Lotso. Penelitian ini dapat menyelidiki bagaimana pengalaman masa lalu Lotso, khususnya kehilangan Daisy, mempengaruhi perkembangan kepribadiannya dan bagaimana hal itu tercermin dalam mekanisme pertahanan yang ia gunakan.. . 3. Mempelajari dampak penggunaan mekanisme pertahanan pada karakter Lotso dan bagaimana hal itu mempengaruhi interaksinya dengan karakter-karakter lain dalam film. Penelitian ini dapat mengeksplorasi bagaimana mekanisme pertahanan Lotso memengaruhi persepsi dan perilaku karakter-karakter lain, serta bagaimana hal itu menciptakan konflik dalam alur cerita.. . Dengan menggabungkan saran-saran ini, penelitian lanjutan dapat memberikan pemahaman yang lebih komprehensif tentang dinamika kepribadian dan konflik internal dalam film Toy Story 3, serta kontribusi karakter-karakter dalam membentuk alur cerita dan pesan yang ingin disampaikan oleh film tersebut.

  1. DEFENSE MECHANISM OF THE MAIN CHARACTER IN LAURIE HALSE ANDERSON’S SPEAK NOVEL | Bahtera: Jurnal... journal.unj.ac.id/unj/index.php/bahtera/article/view/15517DEFENSE MECHANISM OF THE MAIN CHARACTER IN LAURIE HALSE ANDERSONAoS SPEAK NOVEL Bahtera Jurnal journal unj ac unj index php bahtera article view 15517
  2. CRITERIA FOR ASSESSING AND ENSURING THE TRUSTWORTHINESS IN QUALITATIVE RESEARCH | Haq | International... doi.org/10.56249/ijbr.03.01.44CRITERIA FOR ASSESSING AND ENSURING THE TRUSTWORTHINESS IN QUALITATIVE RESEARCH Haq International doi 10 56249 ijbr 03 01 44
  3. The Analysis of Main Character in Film the Wolf of Wall Street | ELYSIAN JOURNAL : English Literature,... e-journal.unmas.ac.id/index.php/elysian/article/view/5065The Analysis of Main Character in Film the Wolf of Wall Street ELYSIAN JOURNAL English Literature e journal unmas ac index php elysian article view 5065
Read online
File size788.87 KB
Pages17
Short Linkhttps://juris.id/p-3Aj
DMCAReport

Related /

ads-block-test