STT KADESISTT KADESI

Jurnal Teologi (JUTEOLOG)Jurnal Teologi (JUTEOLOG)

Banyak dijumpai kehidupan keluarga kristen masa kini yang tidak bahagia hal ini disebabkan mereka belum memahami cara mengelola kehidupan keluarga menurut kehendak Tuhan. Kehidupan keluarga tanpa melibatkan Tuhan didalamnya tidak akan mengalami kebahagiaan. Metode yang digunakan adalah metode deskritif kualitatif. Kesimpulan, keluarga bahagia tercipta ketika seorang suami berperan dalam tiga hal yaitu sebagai Iman, Nabi dan Raja. Sebagai Imam, ia bertanggungjawab membawa seluruh anggota keluarga beribadah kepada Allah. Sebagai Nabi, ia harus memiliki relasi yang kuat dengan Tuhan. Sebagai Raja, bertanggungjawab dalam mensejahterakan keluarga. Ketiga peran di atas menjadikan suami berperan secara maksimal, berperan secara rohani yaitu membawa keluarga dekat kepada Tuhan (sebagai Iman dan Nabi) dan berperan secara jasmani mampu menyejahterakan keluarga (sebagai raja).

Keluarga bahagia tercipta ketika seorang suami berperan dalam tiga hal yaitu sebagai Iman, Nabi dan Raja.Sebagai Imam, ia bertanggungjawab membawa seluruh anggota keluarga beribadah kepada Allah.Sebagai Nabi, ia harus memiliki relasi yang kuat dengan Tuhan.Ketiga peran di atas menjadikan suami berperan secara maksimal, berperan secara rohani yaitu membawa keluarga dekat kepada Tuhan (sebagai Iman dan Nabi) dan berperan secara jasmani mampu menyejahterakan keluarga (sebagai raja).

Berdasarkan penelitian ini, terdapat beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dikembangkan. Pertama, penelitian lebih lanjut dapat dilakukan untuk mengeksplorasi bagaimana faktor-faktor sosial ekonomi mempengaruhi kemampuan suami dalam menjalankan peran sebagai nabi, imam, dan raja dalam keluarga. Hal ini penting untuk memahami tantangan yang dihadapi keluarga Kristen dari berbagai latar belakang ekonomi dan memberikan dukungan yang tepat. Kedua, penelitian kualitatif mendalam dapat dilakukan untuk mengidentifikasi strategi praktis yang efektif bagi suami dalam meningkatkan kualitas relasi dengan Tuhan, sehingga dapat lebih optimal dalam membimbing keluarga secara rohani. Penelitian ini dapat melibatkan wawancara mendalam dengan suami-suami yang berhasil membangun keluarga bahagia dan stabil. Ketiga, penelitian komparatif dapat dilakukan untuk membandingkan peran suami dalam keluarga Kristen dengan keluarga dari agama lain, guna mengidentifikasi persamaan dan perbedaan dalam dinamika keluarga dan memberikan wawasan yang lebih luas tentang pentingnya peran suami dalam membangun keluarga yang harmonis dan sejahtera.

  1. Peran Suami Sebagai Nabi, Imam dan Raja dalam Keluarga Menjadi Kunci Keluarga Bahagia | Jurnal Teologi... ejurnal.sttkadesiyogyakarta.ac.id/index.php/juteolog/article/view/133Peran Suami Sebagai Nabi Imam dan Raja dalam Keluarga Menjadi Kunci Keluarga Bahagia Jurnal Teologi ejurnal sttkadesiyogyakarta ac index php juteolog article view 133
Read online
File size640.56 KB
Pages11
DMCAReport

Related /

ads-block-test