STT KADESISTT KADESI
Jurnal Teologi (JUTEOLOG)Jurnal Teologi (JUTEOLOG)Tujuan dari riset ini adalah untuk menggambarkan pandangan pernikahan orang Sabu dan pernikahan secara kekristenan. Metode yang dipakai dalam riset ini adalah metode sosial historis dengan pendekatan kualitatif. Subyek dari riset ini adalah tokoh adat, masyarakat, tokoh agama, pendeta. Maka hasil penelitian yang diperoleh saat melakukan penelitian adalah Gereja Masehi Injili di Timor bersikap terbuka dan dengan sepenuh hati menerima berbagai masukan yang terpercik dari nuansa kehidupan manusia dan masyarakat Sabu, dan dalam hal ini perkawinan kenoto. Makna dan nilai serta fungsi kehidupan yang terdapat dalam adat, tradisi dan budaya, haruslah diterima oleh Gereja Masehi Injili di Timor sebagai sesuatu yang positif dalam rangka mengembangkan cara pastoral yang lebih berpihak pada kepentingan manusia dan masyarakat sederhana. Serentak sikap Gereja Masehi Injili di Timor seperti ini menjadi indikator yang baik bahwa ia selalu membuka peluang untuk menghormati harga diri manusia dan secara luas pula memberi respek kepada Hak Azasi Manusia dalam citra berbudaya manusia dan masyarakat Sabu.
Perkawinan merupakan ikatan dua orang berbeda jenis kelamin yang disatukan oleh cinta kasih melalui hukum adat, gereja, dan pemerintah.Di kalangan masyarakat Sabu khususnya Habba, perkawinan adat melalui tahapan tertentu sering kali melibatkan pihak gereja, meskipun pelaksanaannya tetap terpisah.Gereja Masehi Injili di Timor terbuka menerima unsur adat seperti kenoto sebagai bentuk penghormatan terhadap budaya dan martabat manusia.
Pertama, perlu dilakukan penelitian tentang bagaimana generasi muda Sabu memaknai kenoto dalam konteks perkawinan modern, apakah mereka masih mempertahankan nilai-nilai luhur atau justru mengalami degradasi makna akibat pengaruh globalisasi. Kedua, penting untuk mengkaji secara mendalam bagaimana integrasi nilai-nilai Injil dan simbol-simbol Jingitiu dalam ritus perkawinan dapat menjadi fondasi teologis bagi gereja lokal dalam kontekstualisasi iman. Ketiga, perlu dirancang studi komparatif mengenai perkembangan hukum adat perkawinan di wilayah Sabu Raijua sebelum dan setelah masuknya agama Kristen, untuk memahami dinamika perubahan sosial dan normatif yang terjadi dalam masyarakat, serta bagaimana hukum adat dapat berdialog dengan hukum negara dan hukum gereja secara harmonis.
| File size | 742.88 KB |
| Pages | 15 |
| DMCA | Report |
Related /
STT KADESISTT KADESI Penelitian ini menyimpulkan bahwa gadget dapat menjadi alat yang mendukung pertumbuhan rohani jika digunakan dengan bijaksana. Gadget memungkinkan jemaatPenelitian ini menyimpulkan bahwa gadget dapat menjadi alat yang mendukung pertumbuhan rohani jika digunakan dengan bijaksana. Gadget memungkinkan jemaat
STT KADESISTT KADESI Dalam kajian ini, keterbukaan seseorang terhadap kasih Kristus sering kali meningkat ketika individu tersebut mengalami krisis kehidupan yang signifikan.melaluiDalam kajian ini, keterbukaan seseorang terhadap kasih Kristus sering kali meningkat ketika individu tersebut mengalami krisis kehidupan yang signifikan.melalui
STT KADESISTT KADESI Dampak yang terjadi dapat mengarah kepada kehidupan orang lain, tetapi yang berpeluang besar untuk terdampak adalah diri sendiri. Setiap manusia meskipunDampak yang terjadi dapat mengarah kepada kehidupan orang lain, tetapi yang berpeluang besar untuk terdampak adalah diri sendiri. Setiap manusia meskipun
STT KADESISTT KADESI Sebagai Raja, bertanggungjawab dalam mensejahterakan keluarga. Ketiga peran di atas menjadikan suami berperan secara maksimal, berperan secara rohani yaituSebagai Raja, bertanggungjawab dalam mensejahterakan keluarga. Ketiga peran di atas menjadikan suami berperan secara maksimal, berperan secara rohani yaitu
STT KADESISTT KADESI Keluarga-keluarga ini menghadapi berbagai masalah, seperti perselingkuhan, perceraian, dan kurangnya kasih sayang antara suami, istri, dan anak-anak. PenelitianKeluarga-keluarga ini menghadapi berbagai masalah, seperti perselingkuhan, perceraian, dan kurangnya kasih sayang antara suami, istri, dan anak-anak. Penelitian
UM MetroUM Metro Penelitian ini menggunakan Connor-Davidson Resilience Scale (CD-RISC) dan Dukungan Sosial sebagai alat ukur. Strategi analisis data yang digunakan dalamPenelitian ini menggunakan Connor-Davidson Resilience Scale (CD-RISC) dan Dukungan Sosial sebagai alat ukur. Strategi analisis data yang digunakan dalam
UIBUUIBU Pohon-Pohon di Hutan Potorono Sambak memiliki vegetasi unggul yang berperan penting dalam menjaga ketersediaan air bersih bagi masyarakat sekitar. MeskipunPohon-Pohon di Hutan Potorono Sambak memiliki vegetasi unggul yang berperan penting dalam menjaga ketersediaan air bersih bagi masyarakat sekitar. Meskipun
STTS ABDA AGUNGSTTS ABDA AGUNG Sinkretisme adalah masalah serius dalam kehidupan gereja karena memiliki dampak negatif pada pertumbuhan rohani. Gereja tidak dapat bertumbuh dalam pengenalanSinkretisme adalah masalah serius dalam kehidupan gereja karena memiliki dampak negatif pada pertumbuhan rohani. Gereja tidak dapat bertumbuh dalam pengenalan
Useful /
ITB ADITB AD Dengan sampel 90 mahasiswa akuntansi S1/D3 yang telah menempuh mata kuliah audit dan etika bisnis, analisis regresi berganda menunjukkan bahwa pemahamanDengan sampel 90 mahasiswa akuntansi S1/D3 yang telah menempuh mata kuliah audit dan etika bisnis, analisis regresi berganda menunjukkan bahwa pemahaman
STT KADESISTT KADESI Terbukti dengan berbagai kemajemukan yang ada di daerah Kecamatan Siliragung, karunia-karunia Roh Kudus tetap relevan di masa kini, baik itu melalui budaya,Terbukti dengan berbagai kemajemukan yang ada di daerah Kecamatan Siliragung, karunia-karunia Roh Kudus tetap relevan di masa kini, baik itu melalui budaya,
STIKESHT TPISTIKESHT TPI Proses pembelajaran yang diberikan seorang pendidik tidaklah semudah yang kita bayangkan. Seorang pendidik harus memiliki kiat-kiat dalam melaksanakanProses pembelajaran yang diberikan seorang pendidik tidaklah semudah yang kita bayangkan. Seorang pendidik harus memiliki kiat-kiat dalam melaksanakan
STIKESHT TPISTIKESHT TPI Brisk walking exercise selama dua minggu menurunkan rerata tekanan darah dari 113,54 menjadi 95,59 mmHg. Perbedaan ini signifikan secara statistik (p valueBrisk walking exercise selama dua minggu menurunkan rerata tekanan darah dari 113,54 menjadi 95,59 mmHg. Perbedaan ini signifikan secara statistik (p value