ST3BST3B

JURNAL TABGHAJURNAL TABGHA

Penelitian ini membahas mengenai pentingnya politik kebijakan agama dalam menciptakan kerukunan antarumat beragama dalam konteks masyarakat plural di Indonesia. Sebagai negara yang kaya akan keragaman budaya, etnis, dan agama, Indonesia menghadapi tantangan yang signifikan dalam menjaga harmoni sosial. Meskipun Undang-Undang Dasar 1945 menjamin kebebasan beragama, implementasi kebijakan seringkali tidak memberikan perlakuan yang adil, terutama bagi kelompok-kelompok minoritas. Melalui pendekatan kualitatif yang mengandalkan kajian literatur, data statistik, dan wawancara dengan pemangku kepentingan, studi ini menyoroti pentingnya peran Pancasila sebagai dasar negara dalam membangun kerukunan. Pancasila mengandung nilai-nilai universal yang mendorong penghormatan terhadap perbedaan serta kebutuhan untuk menciptakan kebijakan yang inklusif dan adil. Penelitian ini juga mengidentifikasi tantangan dalam penerapan kebijakan agama, termasuk munculnya diskriminasi dan resistensi dari kelompok tertentu. Ditekankan bahwa dialog antarumat beragama dan pendidikan mengenai kerukunan sangat penting dalam membina sikap toleran. Dalam rangka mencapai tujuan tersebut, kolaborasi antara pemerintah, lembaga agama, dan masyarakat sipil perlu diperkuat. Secara keseluruhan, hasil penelitian menunjukkan bahwa melalui kebijakan yang berkeadilan dan partisipasi aktif masyarakat, dapat tercipta lingkungan yang harmonis, di mana setiap individu dihargai dan diakui tanpa memandang latar belakang agama.

Penelitian ini menegaskan pentingnya pendekatan yang berkeadilan dalam politik kebijakan agama.Dengan mengedepankan prinsip-prinsip keadilan dan kesetaraan, pemerintah dapat menciptakan masyarakat yang inklusif dan harmonis.Hal ini menjadi langkah penting untuk membangun fondasi yang kuat bagi keberagaman dan toleransi di Indonesia, serta memastikan bahwa setiap individu dapat menjalankan keyakinan mereka dengan bebas dan tanpa rasa takut.

Berdasarkan analisis terhadap latar belakang, metode, hasil, dan keterbatasan penelitian ini, serta saran penelitian lanjutan yang telah ada, beberapa ide penelitian baru dapat dikembangkan. Pertama, perlu dilakukan penelitian mendalam mengenai efektivitas program dialog antaragama yang telah diimplementasikan, dengan fokus pada identifikasi faktor-faktor kunci yang berkontribusi pada keberhasilan atau kegagalan program tersebut. Kedua, penelitian dapat diarahkan untuk mengeksplorasi peran media sosial dalam membentuk opini publik tentang isu-isu keagamaan dan dampaknya terhadap kerukunan antarumat beragama. Ketiga, penting untuk mengkaji lebih lanjut mengenai bagaimana sistem pendidikan dapat dioptimalkan untuk menanamkan nilai-nilai toleransi dan inklusi sejak usia dini, serta bagaimana kurikulum dapat diperkaya dengan materi-materi yang mempromosikan pemahaman lintas agama. Penelitian-penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi signifikan dalam upaya membangun masyarakat Indonesia yang lebih harmonis, toleran, dan inklusif, di mana setiap individu merasa dihargai dan dihormati tanpa memandang latar belakang agama atau keyakinannya.

  1. #sistem pendidikan#sistem pendidikan
  2. #aktif masyarakat#aktif masyarakat
Read online
File size199.43 KB
Pages16
Short Linkhttps://juris.id/p-1f2
Lookup LinksGoogle ScholarGoogle Scholar, Semantic ScholarSemantic Scholar, CORE.ac.ukCORE.ac.uk, WorldcatWorldcat, ZenodoZenodo, Research GateResearch Gate, Academia.eduAcademia.edu, OpenAlexOpenAlex, Hollis HarvardHollis Harvard
DMCAReport

Related /

ads-block-test