HARAPANHARAPAN

Vernacular: Linguistics, Literature, Communication and Culture JournalVernacular: Linguistics, Literature, Communication and Culture Journal

Dalam era pertumbuhan industri pariwisata yang pesat, meningkatnya jumlah wisatawan yang mengunjungi destinasi pariwisata telah memberikan dampak signifikan pada aspek ekonomi. Namun, perlu diperhatikan bahwa dampaknya tidak hanya bersifat positif. Dalam hal ini, dampak sosial dan budaya seringkali menjadi isu yang memerlukan perhatian serius. Masyarakat lokal sering kali mengalami dampak negatif akibat interaksi dengan para wisatawan, khususnya wisatawan asing, yang mengakibatkan lunturnya nilai-nilai tradisional dan munculnya reaksi negatif terhadap para pendatang. Komunikasi antara masyarakat lokal dan para wisatawan terkadang terbatas pada transaksi komersial, tanpa adanya kedalaman interaksi budaya. Hal ini sering kali menghasilkan sikap positif yang bersifat sementara, sebatas kepentingan bisnis. Selain itu, masuknya unsur-unsur budaya asing yang tidak selaras dengan budaya lokal sering kali menciptakan ketegangan dalam komunikasi. Akibatnya, masyarakat-masyarakat lokal dapat mengembangkan perasaan ketidaknyamanan dan ketidaksukaan terhadap para wisatawan. Penelitian ini bertujuan untuk menyelidiki lebih lanjut dampak komunikasi dan interaksi antara masyarakat lokal dan wisatawan terutama wisatawan asing.

Perkembangan industri pariwisata menawarkan manfaat ekonomi, namun juga menimbulkan dampak negatif yang beragam pada bidang sosial budaya, terutama bagi masyarakat lokal.Interaksi antara masyarakat lokal dan wisatawan asing seringkali terbatas pada transaksi komersial, yang dapat menyebabkan pelunturan nilai-nilai tradisional.Masuknya nilai-nilai asing yang tidak selaras dan ketegangan komunikasi yang diakibatkannya memunculkan respons negatif, sehingga masyarakat lokal mengembangkan perasaan tidak nyaman dan ketidaksukaan terhadap wisatawan.

Penelitian selanjutnya perlu bergerak dari tinjauan pustaka menuju studi empiris untuk menguji solusi praktis. Pertama, suatu penelitian dapat dikembangkan untuk menguji efektivitas program pelatihan bahasa dan budaya pariwisata bagi masyarakat lokal, guna melihat apakah intervensi semacam ini mampu meningkatkan kualitas interaksi serta mengurangi kesalahpahaman yang menjadi hambatan utama komunikasi dengan wisatawan asing. Kedua, penting untuk melakukan studi komparatif antara destinasi pariwisata yang sudah mapan, seperti Candi Borobudur, dengan destinasi yang masih berkembang, seperti Pantai Lakey. Penelitian ini bertujuan untuk menggali lebih dalam mengapa terdapat perbedaan tingkat ketahanan budaya dan sikap masyarakat lokal, yang seringkali berubah dari positif menjadi negatif seiring pertambahan jumlah wisatawan. Ketiga, alih-alih hanya fokus pada dampak negatif, penelitian baru dapat mengidentifikasi faktor-faktor kunci yang mendorong terjadinya integrasi budaya yang positif dan hubungan yang tidak bersifat transaksional antara wisatawan dan komunitas lokal. Dengan menemukan model sukses ini, maka hasil penelitiannya dapat menjadi acuan bagi destinasi lain untuk menciptakan pariwisata yang benar-benar berkelanjutan secara sosial dan tidak hanya menguntungkan secara ekonomi semata.

  1. #konselor program kunci#konselor program kunci
  2. #persepsi masyarakat adat#persepsi masyarakat adat
Read online
File size242.18 KB
Pages5
Short Linkhttps://juris.id/p-1dW
Lookup LinksGoogle ScholarGoogle Scholar, Semantic ScholarSemantic Scholar, CORE.ac.ukCORE.ac.uk, WorldcatWorldcat, ZenodoZenodo, Research GateResearch Gate, Academia.eduAcademia.edu, OpenAlexOpenAlex, Hollis HarvardHollis Harvard
DMCAReport

Related /

ads-block-test