PUBLIKASIINDONESIAPUBLIKASIINDONESIA

Jurnal Pendidikan IndonesiaJurnal Pendidikan Indonesia

Penelitian ini mengkaji pengembangan demokrasi siber dan resiliensi siber di Indonesia dalam konteks pemilu 2014, 2019, dan yang akan datang pada 2024. Dengan pendekatan analisis historis komparatif, studi ini mengeksplorasi bagaimana teknologi digital mempengaruhi partisipasi politik dan kualitas demokrasi. Hasil menunjukkan bahwa meskipun teknologi digital telah membuka ruang partisipasi yang lebih luas, tantangan signifikan seperti disinformasi, serangan siber, dan polarisasi politik mengancam integritas demokrasi. Data dari Varieties of Democracy (V-Dem) dan Freedom House mengindikasikan penurunan dalam indeks demokrasi, khususnya pada indeks demokrasi deliberatif dan elektoral. Penelitian ini menekankan pentingnya penguatan literasi digital dan keamanan siber sebagai langkah strategis untuk meningkatkan resiliensi demokrasi di era digital.

Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa perkembangan demokrasi siber di Indonesia sejak Pemilu 2014 telah meningkatkan partisipasi masyarakat dalam proses demokrasi melalui pemanfaatan platform digital yang memperluas ruang diskusi politik.Namun, kemajuan ini juga diiringi tantangan seperti disinformasi, polarisasi politik, dan ancaman siber yang berdampak negatif pada kualitas demokrasi.Penelitian menunjukkan adanya penurunan indeks demokrasi deliberatif dan demokrasi elektoral akibat risiko-risiko tersebut.Untuk menghadapi tantangan ini, diperlukan penguatan resiliensi infrastruktur digital dan peningkatan literasi digital di kalangan masyarakat.Dengan menyeimbangkan kebebasan berekspresi dan langkah-langkah keamanan siber, serta mendorong keterlibatan digital yang inklusif, demokrasi siber dapat berkembang menjadi kerangka yang mendukung praktik demokrasi yang transparan, adil, dan partisipatif.Kebijakan strategis dan kolaborasi publik menjadi kunci untuk menjaga integritas demokrasi di era digital.

Untuk penelitian lanjutan, disarankan untuk fokus pada aspek-aspek berikut: (1) Menganalisis lebih dalam dampak polarisasi politik di media sosial terhadap kualitas demokrasi, khususnya dalam konteks pemilu. (2) Meneliti strategi dan kebijakan yang dapat diterapkan untuk meningkatkan literasi digital dan keamanan siber di kalangan masyarakat, serta bagaimana strategi ini dapat diintegrasikan dalam praktik demokrasi. (3) Mengkaji peran pemerintah dalam menjaga integritas proses demokrasi di era digital, termasuk dalam hal pengawasan dan regulasi dunia maya.

Read online
File size705.11 KB
Pages14
DMCAReport

Related /

ads-block-test