UNIPAUNIPA
CassowaryCassowaryPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui luas perubahan tutupan lahan di Kabupaten Manokwari Selatan dari Tahun 2009 hingga tahun 2018, meliputi perubahan apa saja yang terjadi, dimana terjadinya, seberapa besar perubahan yang terjadi dan faktor penyebab terjadinya perubahan kawasan hutan di Kabupaten Manokwari Selatan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan teknik overlay dengan metode klasifikasi terbimbing. Pengumpulan dan analisis data dilakukan secara spasial menggunakan perangkat lunak ArcGIS 10.4. Variabel penelitian terdiri dari luas kawasan hutan dan tutupan lahan dalam satuan hektar, perubahan tutupan lahan (deforestasi dan degradasi) dalam satuan hektar dan faktor-faktor yang mempengaruhi perubahan tutupan lahan di Kabupaten Manokwari Selatan. Berdasarkan hasil analisis tutupan lahan berdasarkan fungsi kawasan, perijinan dan batas distrik, ditemukan bahwa telah terjadi degradasi dan deforestasi di Kabupaten Manokwari Selatan. Luas degradasi hutan sebesar 8.870,15 Ha yang terjadi di dalam Hutan produksi pada areal konsesi IUPHHK di Distrik Dataran Isim. Sedangkan deforestasi hutan sebesar 1.357,75 Ha terjadi pada Areal Penggunaan Lain. Faktor lain yang mempengaruhi perubahan tutupan lahan adalah faktor aksesibilitas, kebijakan pemerintah dan faktor topografi.
Secara umum dari tahun 2009 hingga tahun 2018 di Kabupaten Manokwari Selatan telah mengalami perubahan tutupan lahan.Dimana dari tahun 2009 hingga 2018 terjadi penurunan luas tutupan hutan lahan kering primer seluas 9.Sebaliknya hutan lahan kering sekunder dan semak belukar mengalami peningkatan pada tahun 2018 yaitu masing-masing sebesar 7.Penggunaan tutupan lahan menyebabkan terjadinya perubahan tutupan lahan.Penyebab perubahan tutupan lahan adalah deforestasi dan degradasi.Luas kawasan hutan dan areal penggunaan lain yang terdeforestasi seluas 1.357,75 ha dengan persentase tertinggi pada kawasan areal penggunaan lain (APL), sedangkan luas tutupan lahan yang terdegradasi seluas 8.Selain deforestasi dan degradasi, faktor lainnya yang jadi penyebab perubahan tutupan lahan antara lain kebijakan pemerintah daerah dan pertumbuhan jumlah penduduk.Kebijakan pemerintah daerah ini terkait dengan pemekaran kabupaten maupun pemekaran kampung, yang disesuaikan dengan pola Tata Ruang Wilayah Kabupaten.
Untuk penelitian lanjutan, dapat dilakukan analisis lebih mendalam mengenai faktor-faktor yang mempengaruhi perubahan tutupan lahan di Kabupaten Manokwari Selatan, khususnya faktor-faktor sosial dan ekonomi. Selain itu, penelitian juga dapat berfokus pada dampak perubahan tutupan lahan terhadap ekosistem dan lingkungan di daerah tersebut. Dengan demikian, penelitian lanjutan dapat memberikan kontribusi yang lebih komprehensif dalam memahami dinamika perubahan tutupan lahan dan implikasinya terhadap pengelolaan sumber daya alam di Kabupaten Manokwari Selatan.
| File size | 658.95 KB |
| Pages | 12 |
| DMCA | Report |
Related /
POLTEKKESDEPKES SBYPOLTEKKESDEPKES SBY Kondisi lingkungan berisiko ini diperburuk oleh perilaku perlindungan diri yang rendah pada remaja, dengan 49,8% responden tidak menggunakan repellentKondisi lingkungan berisiko ini diperburuk oleh perilaku perlindungan diri yang rendah pada remaja, dengan 49,8% responden tidak menggunakan repellent
UMBUMB Hasil dari PKM ini akan memberikan wawasan ilmiah baik presentasi maupun pelatihan tentang proses pembuatan Batik Iket yang diwarnai. Banyak peserta kurangHasil dari PKM ini akan memberikan wawasan ilmiah baik presentasi maupun pelatihan tentang proses pembuatan Batik Iket yang diwarnai. Banyak peserta kurang
UMPRUMPR Metode yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Data primer danMetode yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Data primer dan
UNIVEDUNIVED Namun, permasalahan seperti kurangnya edukasi masyarakat dan implementasi regulasi yang lemah masih menjadi kendala. Oleh karena itu, diperlukan peningkatanNamun, permasalahan seperti kurangnya edukasi masyarakat dan implementasi regulasi yang lemah masih menjadi kendala. Oleh karena itu, diperlukan peningkatan
DINAMIKADINAMIKA Kegiatan ini bertujuan memberdayakan masyarakat lokal melalui pengembangan ekowisata berkelanjutan di Kampung Caping, Pontianak Tenggara. Kawasan tepianKegiatan ini bertujuan memberdayakan masyarakat lokal melalui pengembangan ekowisata berkelanjutan di Kampung Caping, Pontianak Tenggara. Kawasan tepian
IKIP SILIWANGIIKIP SILIWANGI Dari pengkategorian tersebut menunjukkan bahwa Dampak Pola Asuh Keluarga terhadap perkembangan Sosial social emosional anak termasuk dalam kategori Baik.Dari pengkategorian tersebut menunjukkan bahwa Dampak Pola Asuh Keluarga terhadap perkembangan Sosial social emosional anak termasuk dalam kategori Baik.
IKIP SILIWANGIIKIP SILIWANGI Contohnya perubahan dalam status sosial dan ekonominya. Program pelatihan kecakapan hidup di PKBM Linggih Sinau Banyusari berhasil menambah pengetahuan,Contohnya perubahan dalam status sosial dan ekonominya. Program pelatihan kecakapan hidup di PKBM Linggih Sinau Banyusari berhasil menambah pengetahuan,
IKIP SILIWANGIIKIP SILIWANGI Tokoh masyarakat, sebagai panutan dan pemuka opini di lingkungannya, memiliki peran penting dalam upaya ini. Untuk dapat berperan efektif dalam menanamkanTokoh masyarakat, sebagai panutan dan pemuka opini di lingkungannya, memiliki peran penting dalam upaya ini. Untuk dapat berperan efektif dalam menanamkan
Useful /
UMPRUMPR Analisis pola relasi dalam isu Capres Cawapres partai politik gabungan pada Pemilu 2024 dengan pendekatan analisis jaringan komunikasi pola relasi kelompokAnalisis pola relasi dalam isu Capres Cawapres partai politik gabungan pada Pemilu 2024 dengan pendekatan analisis jaringan komunikasi pola relasi kelompok
UNIPAUNIPA Koefisien kemiripan tertinggi ditemukan pada pasangan pisang Kepok-Lilin (45%) dan Seribu-Idameser (41%), sedangkan pasangan Raja-Kepok, Ambon-Nona, Ambon-Kepok,Koefisien kemiripan tertinggi ditemukan pada pasangan pisang Kepok-Lilin (45%) dan Seribu-Idameser (41%), sedangkan pasangan Raja-Kepok, Ambon-Nona, Ambon-Kepok,
UNIPAUNIPA Penggunaan jenis media formulasi ampas sagu masih minim. Oleh karena itu, penelitian yang mengkaji pertumbuhan tanaman anggrek perlu dilakukan. PenelitianPenggunaan jenis media formulasi ampas sagu masih minim. Oleh karena itu, penelitian yang mengkaji pertumbuhan tanaman anggrek perlu dilakukan. Penelitian
UNIPAUNIPA Hasil pengujian hubungan parsial menunjukkan variabel pendidikan formal berpengaruh sangat nyata terhadap perilaku masyarakat dalam pengelolaan sampahHasil pengujian hubungan parsial menunjukkan variabel pendidikan formal berpengaruh sangat nyata terhadap perilaku masyarakat dalam pengelolaan sampah