POLTEKKESDEPKES SBYPOLTEKKESDEPKES SBY
Gema Lingkungan KesehatanGema Lingkungan KesehatanLinfatik filariasis tetap menjadi masalah kesehatan masyarakat di Provinsi Sumatera Utara, tetapi penelitian yang berfokus pada remaja sebagai reservoir tersembunyi dalam rantai penularan masih sangat terbatas. Sebagian besar studi sebelumnya berfokus pada populasi dewasa atau kluster endemik kecil, sehingga mengabaikan dinamika risiko spesifik pada kelompok usia yang lebih muda. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor lingkungan dan perilaku yang mempengaruhi insiden filariasis secara khusus pada populasi remaja di Sumatera Utara menggunakan data tingkat provinsi. Dilakukan studi analitis cross-sectional menggunakan data sekunder dari Survei Kesehatan Dasar Indonesia (Riskesdas) tahun 2018. Sebanyak 13.860 individu dari seluruh 33 kabupaten/kota di Sumatera Utara termasuk dalam penelitian ini menggunakan metode sampling blok sensus. Variabel terikat adalah insiden filariasis. Variabel independen meliputi karakteristik demografis, kecukupan ventilasi kamar tidur, pengelolaan sampah, dan praktik pencegahan nyamuk (seperti penggunaan repellent dan kelambu yang telah diolesi insektisida). Analisis data dilakukan menggunakan uji chi-square dan regresi logistik biner untuk menentukan asosiasi yang signifikan, dengan tingkat signifikansi statistik ditetapkan pada p < 0,05. Di antara rumah tangga yang disurvei, hanya 50,2% memiliki ventilasi kamar tidur yang memadai, sedangkan 91,4% memiliki sampah yang tidak tertutup, yang dapat menjadi tempat berkembang biak nyamuk. Penggunaan kelambu yang telah diolesi insektisida rendah (38%), dan hampir setengah dari remaja tidak menggunakan repellent. Pembuangan sampah secara signifikan terkait dengan insiden filariasis pada semua kelompok demografis (p < 0,001). Penggunaan repellent menunjukkan asosiasi protektif pada penduduk pedesaan (p = 0,02) dan perempuan (p = 0,018). Rumah yang dilengkapi dengan kawat kasa pada jendela memiliki tingkat infeksi yang lebih rendah. Risiko filariasis pada remaja di Sumatera Utara terutama dipicu oleh kegagalan sistem pengelolaan sampah rumah tangga dan kurangnya perlindungan fisik ventilasi tempat tinggal. Ketidaksignifikan penggunaan kelambu mengonfirmasi bahwa penularan pada remaja terjadi lebih melalui interaksi dengan habitat vektor di luar ruangan atau selama aktivitas malam hari. Intervensi kesehatan harus bergeser dari pengobatan massal ke perbaikan sanitasi lingkungan dan mendidik remaja tentang perilaku perlindungan diri adaptif.
Penelitian ini menyimpulkan bahwa insiden filariasis pada remaja di Provinsi Sumatera Utara sangat ditentukan oleh faktor-faktor lingkungan rumah tangga dan rendahnya kepatuhan terhadap perilaku perlindungan diri.Pengelolaan sampah rumah tangga muncul sebagai penentu lingkungan yang paling dominan dan universal bagi remaja di daerah perkotaan dan pedesaan (p < 0,001), di mana keberadaan sampah terbuka (91,4%) adalah penggerak utama transmisi vektor.Dalam hal struktur perumahan, sirkulasi udara yang buruk adalah faktor risiko nyata, dengan hanya 50,2% kamar tidur remaja yang memenuhi standar ventilasi kesehatan.Kondisi lingkungan berisiko ini diperburuk oleh perilaku perlindungan diri yang rendah pada remaja, dengan 49,8% responden tidak menggunakan repellent dan adopsi alat perlindungan modern seperti raket listrik mencapai hanya 6,6%.Temuan ini mengonfirmasi bahwa remaja perempuan dan mereka yang tinggal di daerah pedesaan lebih rentan karena interaksi mereka dengan habitat alami vektor.Oleh karena itu, strategi eliminasi filariasis harus memprioritaskan perbaikan sanitasi lingkungan rumah tangga dan memperkuat literasi perilaku perlindungan khusus remaja.
Berdasarkan temuan penelitian ini, upaya pencegahan filariasis pada remaja di Sumatera Utara harus berfokus pada intervensi teknis yang menargetkan variabel signifikan, mulai dari memperkuat sistem pengelolaan sampah rumah tangga melalui penyediaan tempat sampah tertutup dan tahan air untuk menghilangkan tempat berkembang biak vektor Culex spp. secara besar-besaran di daerah pemukiman. Selain itu, modifikasi fisik pada tempat tinggal sangat direkomendasikan melalui pemasangan kawat kasa pada setiap lubang ventilasi, terutama di kamar tidur dan ruang tamu, untuk menciptakan penghalang fisik yang efektif untuk mencegah masuknya nyamuk selama periode gigitan aktif mereka di malam hari. Untuk remaja di daerah pedesaan dan kelompok perempuan yang menunjukkan kerentanan yang lebih tinggi, pendidikan kesehatan perlu menekankan penggunaan konsisten repellent sebagai bentuk perlindungan diri dinamis saat melakukan aktivitas luar ruangan di malam hari. Dalam hal kebijakan, pemerintah daerah disarankan untuk mengintegrasikan manajemen filariasis ke dalam program Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) dan renovasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) dengan menetapkan standar pemasangan kawat kasa pada ventilasi rumah di daerah endemik sebagai intervensi hulu yang lebih realistis dan berkelanjutan untuk memutus rantai penularan.
- Modeling the Parasitic Filariasis Spread by Mosquito in Periodic Environment. modeling parasitic filariasis... doi.org/10.1155/2017/4567452Modeling the Parasitic Filariasis Spread by Mosquito in Periodic Environment modeling parasitic filariasis doi 10 1155 2017 4567452
- ANALISIS RISIKO PENULARAN FILARIASIS LIMFATIK DI KABUPATEN ACEH UTARA | AVERROUS: Jurnal Kedokteran dan... ojs.unimal.ac.id/averrous/article/view/2623ANALISIS RISIKO PENULARAN FILARIASIS LIMFATIK DI KABUPATEN ACEH UTARA AVERROUS Jurnal Kedokteran dan ojs unimal ac averrous article view 2623
| File size | 310.25 KB |
| Pages | 8 |
| DMCA | Report |
Related /
USNIUSNI Oleh karena itu, sludge granular tidak diperoleh dari percobaan menggunakan serbuk lumpur UASB dengan reaktor gelas beaker. Kesimpulan dari analisis iniOleh karena itu, sludge granular tidak diperoleh dari percobaan menggunakan serbuk lumpur UASB dengan reaktor gelas beaker. Kesimpulan dari analisis ini
USNIUSNI Penerapan penutupan sampah harian (daily cover) untuk mengurangi emisi gas juga diperlukan, serta penelitian lanjutan dengan cakupan waktu lebih panjangPenerapan penutupan sampah harian (daily cover) untuk mengurangi emisi gas juga diperlukan, serta penelitian lanjutan dengan cakupan waktu lebih panjang
USNIUSNI The research utilized secondary data obtained from the companys Technical Details Document (Rintek) of the Temporary B3 Waste Storage Facility. Data collectionThe research utilized secondary data obtained from the companys Technical Details Document (Rintek) of the Temporary B3 Waste Storage Facility. Data collection
UNSURUNSUR Sebelas isolat diantaranya diisolasi dari tanah sarang rayap (TS), sementara lainnya diperoleh dari fungus comb (F/sarang rayap). Bentuk koloni bakteriSebelas isolat diantaranya diisolasi dari tanah sarang rayap (TS), sementara lainnya diperoleh dari fungus comb (F/sarang rayap). Bentuk koloni bakteri
UNSURUNSUR Penelitian ini berhasil mengembangkan ReKompos, sebuah aplikasi Android yang berfungsi sebagai sistem rekomendasi tanaman edible berbasis kombinasi duaPenelitian ini berhasil mengembangkan ReKompos, sebuah aplikasi Android yang berfungsi sebagai sistem rekomendasi tanaman edible berbasis kombinasi dua
UNSURUNSUR 938.000 dan biaya variabel sebesar Rp 3. 980.000. Penerimaan usahatani melon di Najaa Farm sebesar Rp 45.000.000/siklus/0,05 Ha. dalam satu tahun. Pendapatan938.000 dan biaya variabel sebesar Rp 3. 980.000. Penerimaan usahatani melon di Najaa Farm sebesar Rp 45.000.000/siklus/0,05 Ha. dalam satu tahun. Pendapatan
UPSUPS Kompor roket ini dapat digunakan untuk kebutuhan memasak di dapur maupun usaha makanan yang memerlukan energi bakar seperti sate, ayam, ikan, dan rotiKompor roket ini dapat digunakan untuk kebutuhan memasak di dapur maupun usaha makanan yang memerlukan energi bakar seperti sate, ayam, ikan, dan roti
UPSUPS Selain itu, penambahan butanol pada bahan bakar premium menyebabkan peningkatan pada kadar emisi gas buang kendaraan hidrokarbon, seperti yang ditunjukkanSelain itu, penambahan butanol pada bahan bakar premium menyebabkan peningkatan pada kadar emisi gas buang kendaraan hidrokarbon, seperti yang ditunjukkan
Useful /
APTKLHIAPTKLHI Untuk pelestarian, pengelolaan, dan eksploitasi sumber daya NTFP, strategi dan kebijakan spesifik situs dan spesies dapat dikembangkan. Selain departemenUntuk pelestarian, pengelolaan, dan eksploitasi sumber daya NTFP, strategi dan kebijakan spesifik situs dan spesies dapat dikembangkan. Selain departemen
ISNJBENGKALISISNJBENGKALIS Minyak serai yang memiliki kandungan antiseptik, sangat potensial dikembangkan menjadi produk kesehatan dan kecantikan seperti sabun, minyak pijat, danMinyak serai yang memiliki kandungan antiseptik, sangat potensial dikembangkan menjadi produk kesehatan dan kecantikan seperti sabun, minyak pijat, dan
ISNJBENGKALISISNJBENGKALIS Metodologi yang digunakan dalam pelatihan ini adalah metode ABCD yang meliputi tahap Asessment (penilaian kebutuhan peserta), Building (pembangunan keterampilan),Metodologi yang digunakan dalam pelatihan ini adalah metode ABCD yang meliputi tahap Asessment (penilaian kebutuhan peserta), Building (pembangunan keterampilan),
ISNJBENGKALISISNJBENGKALIS Setelah itu, akan dilakukan pengambilan gambar potensi pariwisata desa yang terdokumentasi melalui hasil fotografi berkualitas. Hasil dari pengabdian iniSetelah itu, akan dilakukan pengambilan gambar potensi pariwisata desa yang terdokumentasi melalui hasil fotografi berkualitas. Hasil dari pengabdian ini