HUSADAGEMILANGHUSADAGEMILANG

Jurnal Kesehatan Husada GemilangJurnal Kesehatan Husada Gemilang

Kehamilan Tidak Diinginkan (KTD) masih menjadi masalah serius dalam kesehatan reproduksi remaja di Indonesia, termasuk di Kabupaten Siak. KTD berdampak luas terhadap kehidupan remaja, seperti peningkatan risiko putus sekolah, gangguan psikologis, serta komplikasi kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara pengetahuan dan perilaku remaja tentang kesehatan reproduksi dengan upaya pencegahan KTD di Klinik Dokter Habib Koto Gasib tahun 2025. Desain penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian adalah seluruh remaja yang berkunjung ke klinik tersebut dengan total 44 responden, diperoleh melalui teknik accidental sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner yang menilai pengetahuan, perilaku, dan tindakan pencegahan KTD. Analisis dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi Square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 77,3% responden memiliki pengetahuan baik, 63,6% berperilaku baik, dan 54,5% memiliki pencegahan KTD yang baik. Uji statistik menunjukkan hubungan signifikan antara pengetahuan (p=0,006) dan perilaku (p=0,001) dengan pencegahan KTD. Kesimpulannya, pengetahuan dan perilaku remaja berpengaruh signifikan terhadap pencegahan KTD. Oleh karena itu, edukasi reproduksi remaja perlu ditingkatkan melalui penyuluhan berkelanjutan agar remaja mampu menerapkan perilaku pencegahan secara konsisten.

Penelitian ini menyimpulkan bahwa mayoritas remaja memiliki pengetahuan dan perilaku yang baik dalam upaya pencegahan kehamilan tidak diinginkan.Hasil uji statistik menunjukkan hubungan signifikan antara pengetahuan dan perilaku remaja dengan tindakan pencegahan KTD.Oleh karena itu, peningkatan edukasi dan konseling yang inklusif bagi seluruh gender, serta pengembangan penelitian lebih lanjut dengan metode kualitatif, sangat diperlukan.

Berdasarkan temuan penelitian, beberapa saran penelitian lanjutan dapat dipertimbangkan. Pertama, perlu dilakukan studi kualitatif mendalam untuk menggali lebih lanjut faktor-faktor sosial, budaya, dan ekonomi yang memengaruhi perilaku remaja terkait kesehatan reproduksi. Kedua, penelitian dapat difokuskan pada efektivitas berbagai metode edukasi kesehatan reproduksi, seperti penggunaan media sosial atau pendekatan peer education, dalam meningkatkan pengetahuan dan perilaku remaja. Ketiga, studi longitudinal diperlukan untuk melacak perubahan perilaku remaja dari waktu ke waktu dan mengidentifikasi faktor-faktor yang berkontribusi pada keberhasilan pencegahan kehamilan tidak diinginkan. Penelitian-penelitian ini diharapkan dapat memberikan informasi yang lebih komprehensif dan relevan untuk pengembangan program kesehatan reproduksi remaja yang lebih efektif dan berkelanjutan, serta membantu mengurangi angka kehamilan dini dan meningkatkan kesehatan remaja di Provinsi Riau. Dengan memahami kompleksitas permasalahan ini secara lebih mendalam, kita dapat merancang intervensi yang lebih tepat sasaran dan memberikan dampak positif yang signifikan bagi masa depan generasi muda.

Read online
File size340.44 KB
Pages8
DMCAReport

Related /

ads-block-test