UNIMMANUNIMMAN
Jurnal Kesehatan AmanahJurnal Kesehatan AmanahDemensia merupakan sindrom penurunan fungsi kognitif progresif yang sering dialami lansia, ditandai dengan gangguan memori, perilaku, dan kemampuan melakukan aktivitas sehari-hari. Angka kejadiannya terus meningkat secara global maupun regional, termasuk di Asia Tenggara. Upaya nonfarmakologis seperti senam otak dinilai dapat membantu menjaga aktivitas otak, menstimulasi koordinasi motorik, serta mengurangi risiko gangguan kognitif. Program Pengabdian kepada Masyarakat ini dilaksanakan untuk menjawab rendahnya pengetahuan lansia tentang demensia dan senam otak di Posyandu Lansia Handayani 2 Dukuhwaluh, Banyumas. Kegiatan dilakukan dalam tiga pertemuan dengan melibatkan 21 peserta lansia. Pada pertemuan pertama dilakukan pengukuran fungsi kognitif menggunakan Mini Mental State Examination (MMSE) dan pre-test pengetahuan, dilanjutkan edukasi demensia serta demonstrasi senam otak dan pembagian lembar pemantauan untuk keluarga. Pertemuan kedua dan ketiga mengulang pengukuran MMSE dan post-test, demonstrasi senam otak, serta pada akhir kegiatan dilakukan pengukuran minat lansia. Hasil menunjukkan adanya peningkatan bertahap skor MMSE dari rata-rata 26 menjadi 28 dan akhirnya 30 (seluruh peserta berada pada kategori normal). Tingkat pengetahuan meningkat signifikan dari mayoritas rendah menjadi mayoritas tinggi (rerata skor 93). Keterampilan peserta dalam mendemonstrasikan lima gerakan senam otak juga meningkat seiring latihan, meskipun pada awalnya beberapa gerakan dinilai sulit. Sebanyak 57% lansia menunjukkan minat tinggi dan 43% minat sedang untuk melanjutkan senam otak secara mandiri. Temuan ini menegaskan bahwa edukasi demensia yang disertai demonstrasi senam otak efektif meningkatkan fungsi kognitif, pengetahuan, keterampilan, dan minat lansia sehingga dapat menjadi strategi preventif pengendalian demensia di tingkat komunitas.
Berdasarkan hasil kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat yang dilakukan dalam tiga tahap, diketahui bahwa senam otak efektif dalam meningkatkan pemahaman lansia terkait dengan demensia serta meningkatkan skor Mini Mental State Examination (MMSE).Sebelum diberikan edukasi dan terapi senam otak, sebagian besar lansia memiliki tingkat pemahaman yang rendah dan terdapat beberapa lansia yang memiliki gangguan kognitif ringan.Setelah dilakukan intervensi secara bertahap terjadi peningkatan skor post test serta skor MMSE yang mana pada pertemuan ketiga seluruh lansia telah mencapai kategori tidak ada gangguan kognitif.Hal ini menunjukkan bahwa senam otak berperan sebagai upaya preventif yang efektif dalam pengendalian demensia pada lansia.
Untuk penelitian lanjutan, dapat dipertimbangkan beberapa saran berikut: Pertama, perlu dilakukan studi lebih lanjut untuk mengeksplorasi efektivitas senam otak dalam jangka panjang. Penelitian ini dapat dilakukan dengan intervensi yang lebih lama dan frekuensi yang lebih tinggi, seperti yang disarankan oleh Dhahbi (2025), untuk menilai efek jangka panjang senam otak terhadap fungsi kognitif dan motorik pada lansia. Kedua, penting untuk mengembangkan dan menilai program literasi demensia yang inovatif dan disesuaikan dengan kultur lokal. Studi oleh Wang et al. (2025) menunjukkan bahwa program literasi demensia inovatif dapat meningkatkan pengetahuan, mengurangi stigma, dan meningkatkan skrining. Oleh karena itu, penelitian lanjutan dapat fokus pada pengembangan dan evaluasi program literasi demensia yang disesuaikan dengan kebutuhan dan preferensi komunitas lansia di Indonesia. Ketiga, penelitian dapat berfokus pada strategi yang efektif untuk menjaga komitmen dan motivasi lansia dalam melakukan senam otak secara mandiri. Studi oleh Gong et al. (2023) menunjukkan bahwa kombinasi pendekatan media massa, reminder, dan intervensi jangka panjang dapat membantu menjaga komitmen. Penelitian lanjutan dapat mengeksplorasi strategi-strategi ini dan mengembangkan pendekatan yang sesuai dengan konteks lokal untuk meningkatkan minat dan keterlibatan lansia dalam melakukan senam otak secara berkelanjutan.
| File size | 528.55 KB |
| Pages | 10 |
| DMCA | Report |
Related /
UNIMMANUNIMMAN Perkembangan teknologi digital dalam pelayanan publik telah mendorong BPJS Kesehatan untuk menghadirkan inovasi berupa aplikasi Mobile JKN guna mempermudahPerkembangan teknologi digital dalam pelayanan publik telah mendorong BPJS Kesehatan untuk menghadirkan inovasi berupa aplikasi Mobile JKN guna mempermudah
UNIMMANUNIMMAN Faktor sosial budaya tidak berhubungan signifikan (p = 0,053; OR = 2,865), sedangkan peran orang tua berhubungan signifikan (p = 0,018; OR = 3,358). KesimpulanFaktor sosial budaya tidak berhubungan signifikan (p = 0,053; OR = 2,865), sedangkan peran orang tua berhubungan signifikan (p = 0,018; OR = 3,358). Kesimpulan
PUSTAKAGALERIMANDIRIPUSTAKAGALERIMANDIRI Cognitive stimulation therapy mampu menstimulasi berbagai domain fungsi otak seperti memori, perhatian, bahasa, dan fungsi eksekutif. Aktivitas-aktivitasCognitive stimulation therapy mampu menstimulasi berbagai domain fungsi otak seperti memori, perhatian, bahasa, dan fungsi eksekutif. Aktivitas-aktivitas
UNIMMANUNIMMAN Penelitian ini menggunakan desain yang bersifat analitik kuantitatif dengan menggunakan data primer yang dilakukan melalui pendekatan cross sectional.Penelitian ini menggunakan desain yang bersifat analitik kuantitatif dengan menggunakan data primer yang dilakukan melalui pendekatan cross sectional.
UMSUUMSU Sumber data meliputi data primer dan sekunder, serta penentuan informan menggunakan teknik purposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaanSumber data meliputi data primer dan sekunder, serta penentuan informan menggunakan teknik purposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan
STKIP JBSTKIP JB Kelompok sasaran dalam program kemitraan masyarakat (PKM) ini adalah Posyandu Lansia “ Barokah di RW 3. Permasalahan yang terjadi di Posyandu LansiaKelompok sasaran dalam program kemitraan masyarakat (PKM) ini adalah Posyandu Lansia “ Barokah di RW 3. Permasalahan yang terjadi di Posyandu Lansia
STIKESPAMENANGSTIKESPAMENANG Usia lanjut merupakan tahap akhir dari siklus hidup manusia dimana mereka harus memikirkan tentang kesehatannya. Posyandu lansia adalah salah satu programUsia lanjut merupakan tahap akhir dari siklus hidup manusia dimana mereka harus memikirkan tentang kesehatannya. Posyandu lansia adalah salah satu program
JQWHJQWH Hasil penelitian menunjukkan terdapat perbedaan signifikan dalam pengetahuan dan sikap sebelum dan sesudah intervensi dengan nilai p-value 0,000 < α =Hasil penelitian menunjukkan terdapat perbedaan signifikan dalam pengetahuan dan sikap sebelum dan sesudah intervensi dengan nilai p-value 0,000 < α =
Useful /
STAI AL-HIDAYAHSTAI AL-HIDAYAH Hasil: Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa strategi implementasi modernisasi pengembangan kompetensi guru pendidikan agama Islam di SMA Al-Qudwah mencakup:Hasil: Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa strategi implementasi modernisasi pengembangan kompetensi guru pendidikan agama Islam di SMA Al-Qudwah mencakup:
PUSTAKAGALERIMANDIRIPUSTAKAGALERIMANDIRI Penelitian lanjutan sebaiknya memperluas jangkauan pengguna, menambah fitur evaluasi mandiri, melibatkan keluarga secara lebih intensif, serta melakukanPenelitian lanjutan sebaiknya memperluas jangkauan pengguna, menambah fitur evaluasi mandiri, melibatkan keluarga secara lebih intensif, serta melakukan
STIKESPAMENANGSTIKESPAMENANG Salah satu yang sering terjadi yaitu gempa bumi. Beberapa penyebab terjadinya gempa bumi adalah adanya sumber panas bumi, meletusnya gunung berapi, danSalah satu yang sering terjadi yaitu gempa bumi. Beberapa penyebab terjadinya gempa bumi adalah adanya sumber panas bumi, meletusnya gunung berapi, dan
STIKESPAMENANGSTIKESPAMENANG Petugas kesehatan disarankan dapat meningkatkan sarana sumber edukasi promosi kesehatan reproduksi dan informasi mengenai infeksi menular seksual bagiPetugas kesehatan disarankan dapat meningkatkan sarana sumber edukasi promosi kesehatan reproduksi dan informasi mengenai infeksi menular seksual bagi