UMGUMG
ENIGMA: Engineering in Green MachineryENIGMA: Engineering in Green MachinerySistem konveyor memiliki peran penting dalam menunjang kelancaran proses pemindahan material pada industri pupuk. Pengoperasian konveyor secara terus-menerus dengan beban kerja tinggi berpotensi menyebabkan keausan komponen, meningkatnya frekuensi kerusakan, serta terjadinya downtime yang dapat mengganggu kontinuitas produksi. Permasalahan tersebut menuntut adanya evaluasi keandalan sistem konveyor agar kinerja operasional tetap optimal. Penelitian ini menganalisis keandalan sistem konveyor pada Plant NPK 2 PT. X dengan menggunakan data historis pemeliharaan selama periode Juli 2024 hingga Juni 2025. Analisis dilakukan menggunakan parameter Mean Time Between Failure (MTBF), Mean Time To Repair (MTTR), Availability, Failure Rate, dan Reliability. Selain itu, metode Failure Mode and Effect Analysis (FMEA) digunakan untuk mengidentifikasi komponen kritis serta menentukan prioritas pemeliharaan berdasarkan nilai Risk Priority Number (RPN). Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar unit konveyor memiliki nilai availability dan reliability yang tinggi, namun beberapa unit masih mengalami downtime dan waktu perbaikan yang relatif besar. Komponen belt conveyor memiliki nilai RPN tertinggi sehingga menjadi prioritas utama dalam pemeliharaan. Penerapan pemeliharaan preventif yang lebih optimal diharapkan mampu menurunkan downtime serta meningkatkan keandalan dan efisiensi sistem konveyor.
Berdasarkan hasil analisis keandalan pada sistem konveyor di Plant 2 PT X selama periode satu tahun, dapat disimpulkan bahwa nilai Availability konveyor sangat tinggi, menunjukkan sistem mampu beroperasi dengan baik dan mendukung kelancaran proses produksi.Nilai MTBF tergolong besar, mengindikasikan frekuensi kerusakan pada konveyor relatif rendah.Hasil FMEA menunjukkan belt conveyor memiliki nilai RPN tertinggi, menjadikannya komponen paling kritis yang perlu diprioritaskan dalam pemeliharaan preventif.
Untuk meningkatkan kinerja sistem konveyor, perlu dilakukan evaluasi lebih mendalam mengenai penyebab downtime pada unit-unit yang memiliki nilai MTTR tinggi, seperti conveyor 260 dan 820. Penelitian lanjutan dapat difokuskan pada pengembangan strategi pemeliharaan prediktif berbasis sensor dan analisis data untuk mendeteksi potensi kerusakan sebelum terjadi, sehingga downtime dapat diminimalisir. Selain itu, studi komparatif mengenai efektivitas berbagai jenis pelumas dan metode pelumasan pada roller dan bearing dapat dilakukan untuk memperpanjang umur komponen dan mengurangi frekuensi perawatan. Terakhir, penelitian mengenai pengaruh kondisi lingkungan (suhu, kelembaban, debu) terhadap keandalan komponen konveyor, khususnya belt conveyor, perlu dilakukan untuk menentukan langkah-langkah perlindungan yang tepat dan meningkatkan umur pakai sistem secara keseluruhan. Penelitian-penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi signifikan dalam meningkatkan keandalan, efisiensi, dan keberlanjutan operasional sistem konveyor di PT. X.
- PERENCANAAN PREVENTIVE MAINTENANCE LINE PRODUKSI DENGAN METODE RCM (RELIABILITY CENTERED MAINTENANCE)... doi.org/10.33373/profis.v11i1.5081PERENCANAAN PREVENTIVE MAINTENANCE LINE PRODUKSI DENGAN METODE RCM RELIABILITY CENTERED MAINTENANCE doi 10 33373 profis v11i1 5081
- ANALISIS PERAWATAN MESIN CONVEYOR BATUBARA DI PT X | ENIGMA: Engineering in Green Machinery. analisis... doi.org/10.30587/enigma.v1i1.8836ANALISIS PERAWATAN MESIN CONVEYOR BATUBARA DI PT X ENIGMA Engineering in Green Machinery analisis doi 10 30587 enigma v1i1 8836
| File size | 545.36 KB |
| Pages | 9 |
| DMCA | Report |
Related /
STIE TDNSTIE TDN Penerapan IMBT ini selaras dengan ketentuan Fatwa DSN–MUI No. 27/2002 dan PSAK 107, menunjukkan kepatuhan terhadap prinsip syariah. telah memenuhi prinsipPenerapan IMBT ini selaras dengan ketentuan Fatwa DSN–MUI No. 27/2002 dan PSAK 107, menunjukkan kepatuhan terhadap prinsip syariah. telah memenuhi prinsip
STIKES AISYIYAH PALEMBANGSTIKES AISYIYAH PALEMBANG Dalam menerapkan patient safety dibutuhkan kepatuhan. Jika tidak, dapat menimbulkan insiden keselamatan pasien yang berdampak buruk bagi pasien. Self assessmentDalam menerapkan patient safety dibutuhkan kepatuhan. Jika tidak, dapat menimbulkan insiden keselamatan pasien yang berdampak buruk bagi pasien. Self assessment
IIKPELAMONIAIIKPELAMONIA Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan manajemen Corporate Sosial Responsibility (CSR) di RSUD Daya Kota Makassar. Penelitian ini menggunakanPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan manajemen Corporate Sosial Responsibility (CSR) di RSUD Daya Kota Makassar. Penelitian ini menggunakan
IIKPELAMONIAIIKPELAMONIA Namun, terdapat hubungan signifikan antara pengendalian risiko, komunikasi risiko, serta pemantauan kesehatan pekerja secara proaktif dengan upaya pencegahanNamun, terdapat hubungan signifikan antara pengendalian risiko, komunikasi risiko, serta pemantauan kesehatan pekerja secara proaktif dengan upaya pencegahan
IIKPELAMONIAIIKPELAMONIA 852), faktor keluarga (p=0. 041). Maka dapat disimpulkan bahwa dari beberapa faktor terdapat tiga faktor yang mempengaruhi secara signifikan yaitu faktor852), faktor keluarga (p=0. 041). Maka dapat disimpulkan bahwa dari beberapa faktor terdapat tiga faktor yang mempengaruhi secara signifikan yaitu faktor
Q2LIIQ2LII Data dikumpulkan melalui observasi langsung terhadap sistem penyimpanan, wawancara dengan tenaga farmasi, dan telaah dokumen seperti kartu stok serta SOP.Data dikumpulkan melalui observasi langsung terhadap sistem penyimpanan, wawancara dengan tenaga farmasi, dan telaah dokumen seperti kartu stok serta SOP.
STIE TDNSTIE TDN Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kepustakaan, dengan BSI sebagai objek penelitian. Data dikumpulkan melalui GooglePenelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kepustakaan, dengan BSI sebagai objek penelitian. Data dikumpulkan melalui Google
SAINSSAINS Komponen organisasi (Organization) dukungan pimpinan dan pegawai berjalan dengan baik namun dari segi fasilitas perlu ditambah. Komponen teknologi (Technology)Komponen organisasi (Organization) dukungan pimpinan dan pegawai berjalan dengan baik namun dari segi fasilitas perlu ditambah. Komponen teknologi (Technology)
Useful /
UBHARAJAYAUBHARAJAYA Penulis telah melakukan kerja praktek di PT. X Tambun Bekasi yang menangani proses produksi pelumas. Pelumas merupakan bagian yang tak terpisahkan dalamPenulis telah melakukan kerja praktek di PT. X Tambun Bekasi yang menangani proses produksi pelumas. Pelumas merupakan bagian yang tak terpisahkan dalam
FISIP UNMULFISIP UNMUL Pengumpulan data dilakukan dengan teknik observasi, wawancara, studi pustaka, dan dokumentasi terhadap Kelompok Tani Hutan Kelulut Trigona Reborn. HasilPengumpulan data dilakukan dengan teknik observasi, wawancara, studi pustaka, dan dokumentasi terhadap Kelompok Tani Hutan Kelulut Trigona Reborn. Hasil
FISIP UNMULFISIP UNMUL Oleh karena itu, PT PGE Tbk Area Ulubelu berinisiasi untuk menemukan alternatif solusi yang bekerja sama dengan kelompok masyarakat binaan CSR nya yakniOleh karena itu, PT PGE Tbk Area Ulubelu berinisiasi untuk menemukan alternatif solusi yang bekerja sama dengan kelompok masyarakat binaan CSR nya yakni
FISIP UNMULFISIP UNMUL Perubahan iklim berpengaruh terhadap pergeseran musim menjadi salah satu faktor menurunnya produktivitas pertanian mangga. Artikel ini bertujuan untukPerubahan iklim berpengaruh terhadap pergeseran musim menjadi salah satu faktor menurunnya produktivitas pertanian mangga. Artikel ini bertujuan untuk