AKPERRSPADJAKARTAAKPERRSPADJAKARTA

JOURNAL EDUCATIONAL OF NURSING(JEN)JOURNAL EDUCATIONAL OF NURSING(JEN)

Nyeri kanulasi merupakan masalah umum pada pasien gagal ginjal kronis yang menjalani hemodialisis, yang berdampak pada kualitas hidup pasien. Terapi kompres dingin adalah terapi non-farmakologi untuk mengurangi nyeri melalui mekanisme vasokonstriksi dan modulasi aktivitas saraf. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kompres dingin terhadap penurunan skala nyeri kanulasi pada pasien gagal ginjal kronis yang menjalani hemodialisis di Rumah Sakit Islam Cempaka Putih Jakarta. Metode: Menggunakan desain penelitian Pre-Eksperimen dengan One Group Pretest and Posttest Design dengan sampel sebanyak 18 responden. Terdapat penurunan skala nyeri dengan nilai nyeri pretest menunjukkan 9 responden mengalami nyeri ringan dan 9 responden lainnya nyeri sedang; setelah diberikan terapi kompres dingin, 7 responden tidak mengalami nyeri dan 11 responden mengalami skala nyeri ringan dengan nilai p 0,001 < 0,05. Terdapat pengaruh kompres dingin terhadap penurunan skala nyeri kanulasi pada pasien gagal ginjal kronis yang menjalani hemodialisis di Rumah Sakit Islam Cempaka Putih Jakarta.

Penelitian ini mengidentifikasi karakteristik responden pasien gagal ginjal kronis yang menjalani hemodialisis, dengan rata-rata usia 53,28 tahun, mayoritas laki-laki, sudah menikah, dan berpendidikan SMA.Sebelum intervensi kompres dingin, pasien umumnya mengalami nyeri ringan hingga sedang selama kanulasi, namun setelah aplikasi kompres dingin, sebagian besar responden menunjukkan penurunan skala nyeri yang signifikan, bahkan beberapa tidak merasakan nyeri.Hasil analisis menunjukkan secara statistik bahwa kompres dingin efektif mengurangi nyeri kanulasi pada pasien gagal ginjal kronis yang menjalani hemodialisis, dengan nilai p 0,001 (<0,05).

Meskipun penelitian ini telah menunjukkan efektivitas kompres dingin dalam mengurangi nyeri kanulasi pada pasien hemodialisis, masih terdapat beberapa celah yang dapat dieksplorasi lebih lanjut untuk memperkuat bukti ilmiah dan meningkatkan praktik klinis. Pertama, disarankan untuk melakukan penelitian dengan desain yang lebih kuat, seperti eksperimen kuasi atau acak terkontrol, yang menyertakan kelompok kontrol. Hal ini akan memungkinkan perbandingan yang lebih valid antara kelompok yang menerima kompres dingin dengan kelompok yang mendapatkan perawatan standar atau intervensi non-farmakologi lainnya, seperti teknik relaksasi napas dalam atau distraksi, untuk memastikan bahwa pengurangan nyeri benar-benar disebabkan oleh kompres dingin dan bukan faktor lain. Penelitian semacam ini akan memberikan pemahaman yang lebih mendalam mengenai keunggulan relatif kompres dingin dibandingkan pendekatan lain. Kedua, penting untuk menginvestigasi parameter optimal pemberian kompres dingin, seperti durasi, frekuensi, dan suhu yang paling efektif untuk meredakan nyeri kanulasi secara maksimal, tanpa mengabaikan kenyamanan dan keamanan pasien. Studi ini dapat mencari tahu apakah ada perbedaan efektivitas jika kompres dingin diberikan lebih lama, lebih sering, atau pada suhu yang sedikit berbeda. Selain itu, penelitian lanjutan dapat menyelidiki bagaimana faktor-faktor spesifik pasien, seperti ketebalan kulit, ambang nyeri individual, kondisi psikologis, atau durasi penyakit gagal ginjal kronis, memengaruhi respons mereka terhadap terapi kompres dingin. Dengan memahami variabel-variabel ini, intervensi dapat disesuaikan secara personal untuk hasil yang lebih baik. Ketiga, studi selanjutnya dapat berfokus pada implementasi kompres dingin sebagai bagian dari protokol standar perawatan pasien hemodialisis. Peneliti dapat mengevaluasi kepatuhan pasien terhadap terapi ini dalam jangka panjang, tingkat kepuasan mereka, serta dampak berkelanjutan terhadap kualitas hidup, tingkat kecemasan, dan pengalaman nyeri secara keseluruhan. Menguji kelayakan integrasi dan efektivitas biaya dari terapi ini dalam rutinitas klinis akan sangat bermanfaat. Dengan demikian, kita bisa memastikan bahwa kompres dingin tidak hanya efektif sesaat, tetapi juga berkelanjutan dan praktis dalam lingkungan perawatan kesehatan.

  1. Pengaruh Kompres Hangat dan Kompres Dingin terhadap Nyeri Insersi Av Fistula pada Pasien yang Menjalani... doi.org/10.59870/jurkep.v12i2.130Pengaruh Kompres Hangat dan Kompres Dingin terhadap Nyeri Insersi Av Fistula pada Pasien yang Menjalani doi 10 59870 jurkep v12i2 130
  2. "The Effect of Cold Compresses on Reducing the Pain Scale of Cannulation" In Chronic Kidney... doi.org/10.37430/jen.v9i1.342The Effect of Cold Compresses on Reducing the Pain Scale of Cannulation In Chronic Kidney doi 10 37430 jen v9i1 342
  3. ASPEK KLINIS DAN PEMERIKSAAN LABORATORIUM PENYAKIT GINJAL KRONIK | Anggraini | An-Nadaa: Jurnal Kesehatan... ojs.uniska-bjm.ac.id/index.php/ANN/article/view/9229ASPEK KLINIS DAN PEMERIKSAAN LABORATORIUM PENYAKIT GINJAL KRONIK Anggraini An Nadaa Jurnal Kesehatan ojs uniska bjm ac index php ANN article view 9229
  4. Overview of the Quality of Life of Patients With Chronic Kidney Disease Undergoing Hemodialysis At RSAU... journal.mahardika.ac.id/index.php/jkm/article/view/123Overview of the Quality of Life of Patients With Chronic Kidney Disease Undergoing Hemodialysis At RSAU journal mahardika ac index php jkm article view 123
Read online
File size200.23 KB
Pages9
DMCAReport

Related /

ads-block-test