STIKES MAJAPAHITSTIKES MAJAPAHIT

MEDICA MAJAPAHITMEDICA MAJAPAHIT

Sebagian besar perokok adalah remaja berusia 18-25 tahun, yang merupakan kelompok usia produktif. Pemberian gambar peringatan pada kemasan rokok diharapkan dapat membuat konsumen berpikir ulang sebelum memutuskan untuk merokok. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui respons perokok aktif terhadap pesan bahaya merokok pada kemasan rokok yang diterapkan pada mahasiswa Fakultas Teknik Universitas Islam Majapahit Mojokerto. Metode yang digunakan adalah deskriptif dengan teknik purposive sampling terhadap 28 responden. Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner respons yang disebar secara online menggunakan Google Form. Hasil penelitian menunjukkan bahwa respons afektif menduduki peringkat pertama, artinya meskipun pengetahuan dan emosi responden terhadap pesan bahaya merokok cukup baik, hal tersebut tidak menjadi tolok ukur bagi mereka untuk berhenti atau mengurangi kebiasaan merokok.

Sebagian besar perokok adalah remaja berusia 18-25 tahun, yang merupakan kelompok usia produktif.Pemberian gambar peringatan pada kemasan rokok diharapkan dapat membuat konsumen berpikir ulang sebelum memutuskan untuk merokok.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui respons perokok aktif terhadap pesan bahaya merokok pada kemasan rokok yang diterapkan pada mahasiswa Fakultas Teknik Universitas Islam Majapahit Mojokerto.Metode yang digunakan adalah deskriptif dengan teknik purposive sampling terhadap 28 responden.Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner respons yang disebar secara online menggunakan Google Form.Hasil penelitian menunjukkan bahwa respons afektif menduduki peringkat pertama, artinya meskipun pengetahuan dan emosi responden terhadap pesan bahaya merokok cukup baik, hal tersebut tidak menjadi tolok ukur bagi mereka untuk berhenti atau mengurangi kebiasaan merokok.Meskipun respons afektif dan kognitif mahasiswa terhadap pesan bahaya merokok pada kemasan rokok cukup baik, hal ini tidak berdampak signifikan terhadap perubahan perilaku merokok.Penelitian lanjutan dapat menggali lebih dalam bagaimana intervensi berbasis keluarga, seperti pelatihan komunikasi sehat antara orang tua dan anak, dapat mengurangi transmisi kebiasaan merokok di rumah.Selain itu, perlu diteliti apakah penggunaan pesan bahaya yang lebih personal, misalnya berupa kisah nyata korban kanker paru-paru dari kalangan remaja, dapat memicu perubahan emosional yang lebih mendalam dan berdampak pada pengurangan konsumsi rokok.Terakhir, studi dapat dikembangkan untuk menguji efektivitas program peer-led intervention di kampus, di mana mahasiswa perokok aktif dilibatkan sebagai agen perubahan dalam kelompok sebaya, untuk melihat apakah pendekatan sosial ini lebih berhasil daripada pesan visual pemerintah yang selama ini dianggap kurang efektif dalam mengubah perilaku.Faktor lingkungan, terutama pengaruh keluarga dan teman sebaya, memiliki peran dominan dalam mempertahankan kebiasaan merokok di kalangan mahasiswa.Sebagian besar perokok adalah remaja berusia 18-25 tahun, yang merupakan kelompok usia produktif.Pemberian gambar peringatan pada kemasan rokok diharapkan dapat membuat konsumen berpikir ulang sebelum memutuskan untuk merokok.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui respons perokok aktif terhadap pesan bahaya merokok pada kemasan rokok yang diterapkan pada mahasiswa Fakultas Teknik Universitas Islam Majapahit Mojokerto.Metode yang digunakan adalah deskriptif dengan teknik purposive sampling terhadap 28 responden.Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner respons yang disebar secara online menggunakan Google Form.Hasil penelitian menunjukkan bahwa respons afektif menduduki peringkat pertama, artinya meskipun pengetahuan dan emosi responden terhadap pesan bahaya merokok cukup baik, hal tersebut tidak menjadi tolok ukur bagi mereka untuk berhenti atau mengurangi kebiasaan merokok.

Penelitian lanjutan dapat menggali lebih dalam bagaimana intervensi berbasis keluarga, seperti pelatihan komunikasi sehat antara orang tua dan anak, dapat mengurangi transmisi kebiasaan merokok di rumah. Selain itu, perlu diteliti apakah penggunaan pesan bahaya yang lebih personal, misalnya berupa kisah nyata korban kanker paru-paru dari kalangan remaja, dapat memicu perubahan emosional yang lebih mendalam dan berdampak pada pengurangan konsumsi rokok. Terakhir, studi dapat dikembangkan untuk menguji efektivitas program peer-led intervention di kampus, di mana mahasiswa perokok aktif dilibatkan sebagai agen perubahan dalam kelompok sebaya, untuk melihat apakah pendekatan sosial ini lebih berhasil daripada pesan visual pemerintah yang selama ini dianggap kurang efektif dalam mengubah perilaku.

  1. #mahasiswa universitas#mahasiswa universitas
  2. #anak usia sekolah#anak usia sekolah
Read online
File size376.04 KB
Pages9
Short Linkhttps://juris.id/p-11U
Lookup LinksGoogle ScholarGoogle Scholar, Semantic ScholarSemantic Scholar, CORE.ac.ukCORE.ac.uk, WorldcatWorldcat, ZenodoZenodo, Research GateResearch Gate, Academia.eduAcademia.edu, OpenAlexOpenAlex, Hollis HarvardHollis Harvard
DMCAReport

Related /

ads-block-test