AKPERRSPADJAKARTAAKPERRSPADJAKARTA

JOURNAL EDUCATIONAL OF NURSING(JEN)JOURNAL EDUCATIONAL OF NURSING(JEN)

Laparotomi adalah prosedur bedah yang melibatkan insisi pada dinding abdomen untuk mengakses organ-organ abdomen yang mengalami masalah seperti perdarahan, perforasi, kanker, obstruksi, sepsis, peritonitis, atau kondisi klinis yang memburuk. Laparotomi menyebabkan nyeri akut yang memengaruhi kualitas tidur, kenyamanan pasien, dan lama tinggal di rumah sakit. Penelitian ini mengevaluasi efektivitas terapi realitas virtual (VR) dalam mengurangi intensitas nyeri pasca-laparotomi. Studi menggunakan desain pre-experimental one-group pretest–posttest dengan 10 pasien yang dipilih melalui total sampling. Intervensi VR diberikan sebagai terapi distraksi non-farmakologis menggunakan perangkat VR head-mounted yang menampilkan konten audiovisual menenangkan. Hasil uji tanda Wilcoxon menunjukkan penurunan signifikan intensitas nyeri setelah intervensi VR (p = 0,003; p < 0,05). Temuan ini menunjukkan bahwa VR efektif sebagai intervensi non-farmakologis untuk mengurangi nyeri pasca-laparotomi dan dapat diimplementasikan sebagai terapi pelengkap di perawatan keperawatan rumah sakit. Penelitian lanjutan dengan sampel lebih besar dan populasi bedah berbeda disarankan untuk memastikan temuan ini.

Laparotomi sering kali menyebabkan nyeri akut yang dapat dikelola dengan terapi non-farmakologis, salah satunya adalah terapi distraksi visual menggunakan media realitas virtual.Terapi realitas virtual efektif dalam mengurangi intensitas nyeri pada pasien pasca-laparotomi.Sebelum intervensi, sebagian besar responden mengalami nyeri sedang, tetapi setelah intervensi, sebagian besar mengalami penurunan nyeri hingga tingkat ringan.Analisis statistik menggunakan uji tanda Wilcoxon menghasilkan nilai p sebesar 0,003 < 0,05, menunjukkan efek signifikan terapi realitas virtual dalam mengurangi nyeri pada pasien pasca-laparotomi di RSPAD Gatot Soebroto.Studi ini mendukung efektivitas realitas virtual dalam manajemen nyeri dan diharapkan memiliki implikasi untuk praktik klinis dalam menyediakan terapi alternatif yang efektif dan efisien.

Studi lanjutan disarankan untuk mengeksplorasi pengaruh faktor demografis seperti usia, jenis kelamin, dan latar belakang etnis terhadap efektivitas terapi realitas virtual dalam mengelola nyeri pasca-laparotomi. Selain itu, penelitian dengan sampel yang lebih besar dan desain acak terkontrol dapat meningkatkan validitas temuan. Penelitian juga perlu membandingkan efektivitas terapi realitas virtual dengan metode distraksi lainnya, seperti terapi relaksasi atau kompres, untuk menentukan pendekatan terbaik dalam manajemen nyeri pasca-operasi. Penelitian lanjutan juga dapat mengevaluasi keberlanjutan efek terapi realitas virtual pada jangka panjang dan dampaknya terhadap kualitas hidup pasien.

  1. The Effect of Virtual Reality on the Pain Intensity of Postoperative Laparotomy Patients | Subiyanto... doi.org/10.37430/jen.v9i1.267The Effect of Virtual Reality on the Pain Intensity of Postoperative Laparotomy Patients Subiyanto doi 10 37430 jen v9i1 267
Read online
File size203.5 KB
Pages7
DMCAReport

Related /

ads-block-test