STTSAPPISTTSAPPI

http://ojs.sttsappi.ac.id/index.php/tedeum/indexhttp://ojs.sttsappi.ac.id/index.php/tedeum/index

Penelitian ini membahas pengembangan pendidikan Kristiani transformatif dalam konteks Pendidikan Methodist di Indonesia dengan mengintegrasikan pemikiran John Wesley, Paulo Freire dan Tabita Christiani. Pendidikan Kristiani transformatif bertujuan untuk membentuk iman pribadi sekaligus mendorong transformasi sosial, dengan mempertimbangkan konteks multireligius di Indonesia. John Wesley menekankan pendidikan berbasis moral untuk transformasi individu dan masyarakat. Paulo Freire menggarisbawahi pentingnya penyadaran (konsientisasi) melalui pendidikan pembebasan. Tabita Christiani mengembangkan pendekatan pendidikan perdamaian yang relevan dengan keberagaman agama di Indonesia. Studi ini menganalisis pendekatan pendidikan ketiga tokoh tersebut untuk merumuskan model pendidikan Kristiani transformatif di SMA Methodist 1 Medan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan analisis konseptual‑komparatif terhadap pemikiran John Wesley, Paulo Freire dan Tabita Christiani, serta studi kasus di SMA Methodist 1 Medan. Data dikumpulkan melalui studi dokumen kurikulum, analisis kebijakan pendidikan, dan observasi partisipatif. Hasilnya menunjukkan bahwa pendidikan transformatif tidak hanya mentransfer pengetahuan, tetapi juga membentuk karakter dan nilai‑nilai Kristiani yang relevan dengan tantangan sosial saat ini. Model ini diharapkan mampu memberdayakan individu untuk berkontribusi aktif dalam transformasi masyarakat menuju keadilan dan perdamaian.

Penelitian ini menunjukkan bahwa integrasi pemikiran Wesley, Freire, dan Christiani dapat menghasilkan kerangka pendidikan Kristiani transformatif yang relevan dengan konteks plural Indonesia, namun praktik di SMA Methodist 1 Medan masih cenderung bersifat spiritualistik dan belum sepenuhnya memberdayakan siswa sebagai subjek perubahan.Oleh karena itu, diperlukan pergeseran paradigma dari pendekatan instruktif ke pendekatan dialogis dan partisipatif yang menempatkan siswa sebagai aktor utama dalam proses pembelajaran.Model pendidikan yang diusulkan diharapkan tidak hanya membentuk iman tetapi juga memperjuangkan keadilan dan perdamaian dalam masyarakat yang beragam.

Penelitian lanjutan dapat mengeksplorasi bagaimana praktik pedagogi dialogis dapat secara sistematis diterapkan di sekolah menengah Methodist untuk meningkatkan peran siswa dalam inisiatif keadilan sosial, misalnya dengan merancang program intervensi berbasis proyek komunitas dan mengevaluasi dampaknya terhadap pemberdayaan siswa. Selanjutnya, studi campuran dapat meneliti pengaruh integrasi kesadaran kritis Freire dan pendidikan perdamaian Christiani terhadap sikap siswa terhadap pluralitas agama, dengan mengukur perubahan persepsi dan perilaku kolaboratif di lingkungan multireligius. Selain itu, penelitian longitudinal dapat menyelidiki dampak kurikulum pembentukan karakter Wesleyan terhadap keterlibatan alumni SMA Methodist 1 Medan dalam kegiatan sosial masyarakat selama lima tahun setelah lulus, guna menilai keberlanjutan nilai‑nilai transformasi. Ketiga arah penelitian ini diharapkan memberikan bukti empiris yang kuat untuk memperkuat model pendidikan Kristiani transformatif, sekaligus memberikan panduan praktis bagi pendidik dalam mengatasi tantangan konteks Indonesia yang beragam. Dengan menggabungkan metodologi kualitatif, kuantitatif, dan studi longitudinal, penelitian tersebut dapat memperkaya literatur pendidikan agama dan mendukung upaya menciptakan generasi yang beriman sekaligus aktif dalam transformasi sosial.

  1. Pendidikan agama inklusif sebagai fondasi moderasi beragama: Strategi merawat keberagaman di Indonesia... sttpb.ac.id/e-journal/index.php/kurios/article/view/323Pendidikan agama inklusif sebagai fondasi moderasi beragama Strategi merawat keberagaman di Indonesia sttpb ac e journal index php kurios article view 323
Read online
File size377.43 KB
Pages13
DMCAReport

Related /

ads-block-test