JURNALALKHAIRATJURNALALKHAIRAT
FIKROTUNA: Jurnal Pendidikan dan Manajemen IslamFIKROTUNA: Jurnal Pendidikan dan Manajemen IslamSalah satu tantangan utama pembelajaran di abad ke-21 adalah bagaimana mengembangkan kemampuan peserta didik secara holistik. Menanggapi tantangan ini, SMA Negeri 19 Palembang menerapkan teori belajar humanistik dalam Pendidikan Agama Islam (PAI) untuk mendorong pengembangan menyeluruh siswa di luar sekadar pencapaian akademik. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi penerapan teori tersebut dalam Pendidikan Agama Islam melalui tahapan perencanaan, implementasi, dan evaluasi. Metode penelitian kualitatif yang melibatkan observasi, wawancara, dan analisis dokumen digunakan untuk mendapatkan wawasan mendalam dari pendidik dan siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa integrasi pendekatan humanistik secara signifikan meningkatkan keterlibatan siswa melalui pembelajaran aktif, keterlibatan emosional, dan strategi pembelajaran kooperatif. Pendekatan ini tidak hanya meningkatkan pemahaman akademik tetapi juga berkontribusi pada pengembangan keterampilan sosial dan karakter. Studi ini menyiratkan bahwa penerapan pendekatan humanistik dalam pendidikan dapat menciptakan pengalaman belajar yang lebih bermakna dan efektif serta mendorong pertumbuhan kognitif dan afektif yang lebih holistik.
Penelitian ini menunjukkan pentingnya penerapan teori belajar humanistik dalam pembelajaran PAI di SMA Negeri 19 Palembang, yang secara efektif mengembangkan potensi siswa secara holistik melalui perencanaan, implementasi, dan evaluasi.Tahap implementasi menekankan pembelajaran aktif dengan metode inovatif yang meningkatkan keterlibatan dan retensi siswa, sementara evaluasi komprehensif menggunakan HOTS mendorong pengembangan berpikir kritis dan kreatif.Untuk memperkuat penerapannya, disarankan adanya peningkatan pelatihan guru, pengembangan metode inovatif, integrasi evaluasi berbasis teknologi yang holistik, dan penguatan pembelajaran kooperatif untuk menumbuhkan tanggung jawab bersama.
Berdasarkan temuan yang menunjukkan efektivitas teori belajar humanistik dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI), penelitian lanjutan sangat diperlukan untuk menggali aspek-aspek yang lebih dalam serta potensi pengembangannya. Sebuah arah penelitian yang menarik adalah bagaimana program pengembangan profesional guru yang komprehensif dan berkelanjutan, berfokus pada pendekatan pedagogis humanistik, dapat memengaruhi efikasi instruksional guru PAI, motivasi intrinsik siswa, dan pembentukan karakter spesifik yang sejalan dengan nilai-nilai agama di berbagai konteks sekolah menengah atas. Ini akan memperluas pemahaman tentang bagaimana investasi pada kapasitas guru dapat menjadi pendorong utama keberhasilan implementasi teori humanistik secara lebih luas. Selain itu, penting untuk meneliti sejauh mana strategi pembelajaran humanistik terpadu, yang menggabungkan pembelajaran berbasis proyek yang kontekstual dan pendidikan konfluen—yakni integrasi aspek kognitif dan afektif—dapat secara signifikan memengaruhi pemahaman mendalam siswa terhadap nilai-nilai keagamaan, kemampuan berpikir kritis, serta penerapan etika dalam dilema kehidupan nyata secara jangka panjang. Penelitian semacam ini dapat memberikan bukti empiris mengenai dampak holistik dari inovasi metode pengajaran. Terakhir, sangat relevan untuk menyelidiki bagaimana budaya institusi sekolah yang secara aktif mempromosikan nilai-nilai humanistik dan menyediakan sistem dukungan yang kuat bagi guru dan siswa dapat meningkatkan skalabilitas serta keberlanjutan pembelajaran PAI humanistik melampaui upaya kelas individual, dan apa saja efek terukur dari budaya tersebut terhadap kesejahteraan psikologis siswa dan ketahanan akademis mereka.
| File size | 238.61 KB |
| Pages | 13 |
| DMCA | Report |
Related /
KAMPUSMELAYUKAMPUSMELAYU Etos kerja Islami adalah pancaran dari sikap hidup manusia yang mendasar terhadap kerja, kerja yang dimaksud ini adalah kerja bermotif yang terikat denganEtos kerja Islami adalah pancaran dari sikap hidup manusia yang mendasar terhadap kerja, kerja yang dimaksud ini adalah kerja bermotif yang terikat dengan
JURNALALKHAIRATJURNALALKHAIRAT Disinkronkan dengan teori sosial kognitif Albert Bandura, guru sebagai model (contoh) sedangkan murid sebagai pengamat. Sebagai pengamat, terjadi dua prosesDisinkronkan dengan teori sosial kognitif Albert Bandura, guru sebagai model (contoh) sedangkan murid sebagai pengamat. Sebagai pengamat, terjadi dua proses
JURNALALKHAIRATJURNALALKHAIRAT Proses pendidikan Islam pada awalnya tidak hanya ada pada satu tempat dan waktu tertentu, tetapi dimanapun dan kapanpun ketika bertemunya antara muballigh,Proses pendidikan Islam pada awalnya tidak hanya ada pada satu tempat dan waktu tertentu, tetapi dimanapun dan kapanpun ketika bertemunya antara muballigh,
JURNALALKHAIRATJURNALALKHAIRAT Tumbuh kembangnya agama Islam di Indonesia ini tidak lepas dari peran kelembagaan pendidikan Islam seperti madrasah dan pesantren. Pada perjalanannya pesantrenTumbuh kembangnya agama Islam di Indonesia ini tidak lepas dari peran kelembagaan pendidikan Islam seperti madrasah dan pesantren. Pada perjalanannya pesantren
JURNALALKHAIRATJURNALALKHAIRAT Implementasi lima nilai budaya kerja kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Banyumas menunjukkan semangat kerja yang harus ada sebagai penunjangImplementasi lima nilai budaya kerja kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Banyumas menunjukkan semangat kerja yang harus ada sebagai penunjang
JURNALALKHAIRATJURNALALKHAIRAT Tujuan penulisan artikel ini adalah untuk merekonstruksi model bimbingan konseling Islam dalam membentuk karakter sufistik santri di era revolusi industriTujuan penulisan artikel ini adalah untuk merekonstruksi model bimbingan konseling Islam dalam membentuk karakter sufistik santri di era revolusi industri
BERUGAKBACABERUGAKBACA Kontribusi Manajemen Dalam Upaya Peningkatan Mutu Kinerja Dosen Pada Bidang Pendidikan Dan Pengajaran Di Prodi Manajemen Pendidikan Islam Fitk Iain SyekhKontribusi Manajemen Dalam Upaya Peningkatan Mutu Kinerja Dosen Pada Bidang Pendidikan Dan Pengajaran Di Prodi Manajemen Pendidikan Islam Fitk Iain Syekh
DINASTIREVDINASTIREV 1) Sistem berpikir kebenaran berpengaruh terhadap pendidikan Islam. 3) Sistem nilai dan moralitas berpengaruh terhadap Pendidikan Islam. Berdasarkan Kesimpulan1) Sistem berpikir kebenaran berpengaruh terhadap pendidikan Islam. 3) Sistem nilai dan moralitas berpengaruh terhadap Pendidikan Islam. Berdasarkan Kesimpulan
Useful /
JURNALALKHAIRATJURNALALKHAIRAT Perspektif Islam menekankan nilai tawhid, tazkiyah, dan amanah yang mendukung pengembangan moral dan etika. Sebaliknya, perspektif Barat menekankan kesadaranPerspektif Islam menekankan nilai tawhid, tazkiyah, dan amanah yang mendukung pengembangan moral dan etika. Sebaliknya, perspektif Barat menekankan kesadaran
JURNALALKHAIRATJURNALALKHAIRAT Analisis data dilakukan menggunakan metode analisis konten. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kode etik guru Indonesia menekankan kasih sayang, integritas,Analisis data dilakukan menggunakan metode analisis konten. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kode etik guru Indonesia menekankan kasih sayang, integritas,
JURNALALKHAIRATJURNALALKHAIRAT Keterampilan holistik meningkat pada dimensi spiritual (65 % menekankan tanggung jawab lingkungan), sosial (kolaborasi proyek), emosional (52 % menunjukkanKeterampilan holistik meningkat pada dimensi spiritual (65 % menekankan tanggung jawab lingkungan), sosial (kolaborasi proyek), emosional (52 % menunjukkan
UIGMUIGM Program pengembangan tanaman cabai akan dirancang melalui kolaborasi, menggabungkan pengetahuan tradisional dan teknologi inovasi. Ini mencakup penyelenggaraanProgram pengembangan tanaman cabai akan dirancang melalui kolaborasi, menggabungkan pengetahuan tradisional dan teknologi inovasi. Ini mencakup penyelenggaraan