JURNALALKHAIRATJURNALALKHAIRAT

FIKROTUNA: Jurnal Pendidikan dan Manajemen IslamFIKROTUNA: Jurnal Pendidikan dan Manajemen Islam

Penelitian ini bertujuan mengembangkan dan menguji kelayakan serta efektivitas modul Basic Training (Latihan Kader I) berbasis digital untuk mendukung proses kaderisasi HMI Cabang Langkat. Metode yang digunakan adalah research and development (R&D) dengan model ADDIE yang mencakup tahap analisis, perancangan, pengembangan, implementasi, dan evaluasi. Data diperoleh melalui observasi, wawancara, kuesioner, tes awal-akhir, dan dokumentasi, kemudian dianalisis secara deskriptif dengan dukungan uji statistik t berpasangan. Hasil validasi menunjukkan modul memenuhi kategori sangat baik, dengan skor 92,5% (ahli materi), 90% (ahli desain), 93,3%–94,2% (instruktur), dan 90,5%–95,6% (peserta). Uji efektivitas pada 20 peserta memperlihatkan peningkatan signifikan skor rata-rata dari 61,75 (pre-test) menjadi 87,75 (post-test), t(19) = 17,09, p < 0,000001, dengan Cohens d = 3,82 (efek sangat besar). Efektivitas modul didukung oleh penerapan prinsip Cognitive Theory of Multimedia Learning, yang mengintegrasikan teks, visual, dan latihan interaktif untuk mengurangi beban kognitif dan meningkatkan retensi.

Berdasarkan hasil penelitian, modul Basic Training (Latihan Kader I) berbasis digital yang dikembangkan untuk HMI Cabang Langkat terbukti memiliki kelayakan sangat tinggi baik dari sisi isi, desain, maupun kepraktisan penggunaan.Penilaian dari para ahli, instruktur, dan peserta konsisten menunjukkan kategori sangat baik, sementara analisis hasil belajar memperlihatkan peningkatan signifikan yang secara statistik sangat kuat, meskipun perlu diinterpretasikan hati-hati karena keterbatasan desain penelitian dan ukuran sampel.Keberhasilan modul ini didukung oleh penerapan prinsip desain instruksional ADDIE dan teori pembelajaran multimedia Mayer yang memungkinkan pengelolaan beban kognitif secara optimal, integrasi teks–visual–latihan interaktif, serta kesesuaian tujuan pembelajaran dengan evaluasi.Hasil ini juga selaras dengan literatur terkini tentang efektivitas pembelajaran digital, meski besaran efek pada penelitian ini melampaui rata-rata temuan studi serupa.

Saran penelitian lanjutan meliputi: (1) Replikasi penelitian dengan desain kuasi-eksperimental atau RCT pada cabang HMI lain untuk menguji efektivitas modul dalam konteks yang lebih beragam; (2) Menjaga penerapan prinsip multimedia dalam setiap pembaruan konten untuk memastikan kualitas modul tetap terjaga; (3) Menambahkan tes tindak lanjut 1–3 bulan untuk mengukur retensi jangka panjang dan memahami dampak modul terhadap proses belajar kader. Selain itu, penelitian dapat diarahkan untuk mengidentifikasi komponen modul yang paling berpengaruh terhadap capaian belajar, mengkaji penerimaan pengguna melalui kerangka seperti TAM atau UTAUT, serta mengevaluasi dampak terhadap kinerja organisasi dan partisipasi kader. Dengan demikian, pengembangan modul ini diharapkan tidak hanya meningkatkan pengetahuan peserta, tetapi juga memberikan kontribusi strategis bagi penguatan kapasitas kader dan efektivitas organisasi secara berkelanjutan.

  1. One moment, please.... one moment please wait request verified doi.org/10.36418/jws.v1i6.54One moment please one moment please wait request verified doi 10 36418 jws v1i6 54
  2. Implementation of Digital Transformation in Student Organizations. ieom index digital student back 3rd... doi.org/10.46254/ap03.20220731Implementation of Digital Transformation in Student Organizations ieom index digital student back 3rd doi 10 46254 ap03 20220731
Read online
File size430.92 KB
Pages14
DMCAReport

Related /

ads-block-test