JOMPARNDJOMPARND

One moment, please...One moment, please...

Infeksi merupakan suatu penyakit yang diakibatkan oleh bakteri. Antibiotik merupakan suatu zat kimia yang digunakan untuk mengobati penyakit infeksi yang disebabkan oleh bakteri atau mikroorganisme. Angka kejadian penyakit infeksi yang tinggi pada anak-anak menyebabkan penggunaan antibiotik pada anak juga meningkat. Peningkatan penggunaan obat, seperti antibiotik, dapat menyebabkan resistensi. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat terutama pengasuh anak dalam pemberian antibiotik yang benar kepada anak. Kegiatan ini berlangsung pada hari Sabtu, 24 Mei 2025, yang bertempat di balai warga Kelurahan Joyotakan, Surakarta. Kegiatan penyuluhan ini dilakukan melalui 3 tahap, yaitu pemateri memberikan kuisoner sebelum dilakukan penyuluhan, memberikan brosur atau leaflet dan materi penyuluhan tentang penggunaan antibiotik, selanjutnya memberikan kuisioner untuk mengetahui tingkat pemahaman peserta setelah diberikan penyuluhan. Berdasarkan hasil yang telah didapatkan di akhir kegiatan maka peserta dimasukkan ke dalam beberapa kategori sebagai berikut jika dilihat dari nilai postest, kategori baik sebanyak 7 peserta dan kategori cukup sebanyak 8 peserta. Dari nilai pretest dan postest yang dihasilkan dapat dilihat bahwa semua nilai setelah penyuluhan mengalami peningkatan. Hal ini dapat diartikan bahwa dengan adanya penyuluhan dapat meningkatkan pengetahuan dan pemahaman peserta terhadap penggunaan antibiotik yang benar.

Penyuluhan meningkatkan pengetahuan dan pemahaman masyarakat tentang penggunaan antibiotik yang benar.Data menunjukkan peningkatan nilai kuesioner sebelum dan sesudah penyuluhan, dengan tujuh peserta masuk kategori baik dan delapan peserta kategori cukup.Hal ini membuktikan bahwa penyuluhan efektif dalam meningkatkan pengetahuan serta dapat membantu mengendalikan resistensi antibiotik.

Pertama, meneliti dampak jangka panjang penyuluhan penggunaan antibiotik pada pengetahuan, sikap, dan perilaku pengasuh anak di wilayah yang sama atau wilayah lain, dengan desain kohort longitudinal selama setidaknya satu tahun untuk melihat apakah peningkatan pengetahuan yang tercapai dapat dipertahankan dan berkontribusi pada penurunan praktik penggunaan antibiotik yang tidak tepat. Kedua, mengevaluasi efektivitas variasi metode edukasi, seperti penggunaan media digital interaktif, aplikasi mobile, atau pendekatan peer‑education dibandingkan penyuluhan tatap muka tradisional, dalam meningkatkan pemahaman dan kepatuhan terhadap resep antibiotik pada kelompok masyarakat dengan tingkat literasi kesehatan yang beragam. Ketiga, mengidentifikasi faktor‑faktor sosial‑ekonomi, budaya, dan akses layanan kesehatan yang mempengaruhi kepatuhan penggunaan antibiotik pada anak, dengan melakukan studi kualitatif dan kuantitatif terintegrasi di beberapa kelurahan, untuk merumuskan strategi intervensi yang lebih terpersonalisasi dan dapat diimplementasikan secara skala lebih luas.

  1. ANALISIS PENGGUNAAN ANTIBIOTIK PADA PASIEN ANAK DI RUANG THERESIA RUMAH SAKIT ST. ELISABETH SEMARANG... doi.org/10.33759/jrki.v3i1.110ANALISIS PENGGUNAAN ANTIBIOTIK PADA PASIEN ANAK DI RUANG THERESIA RUMAH SAKIT ST ELISABETH SEMARANG doi 10 33759 jrki v3i1 110
  2. PENGARUH PEMBERIAN EDUKASI TERHADAP PENGETAHUAN KELUARGA TERKAIT DAGUSIBU ANTIBIOTIK DI DAERAH SURABAYA... e-journal.unair.ac.id/JFK/article/view/24125PENGARUH PEMBERIAN EDUKASI TERHADAP PENGETAHUAN KELUARGA TERKAIT DAGUSIBU ANTIBIOTIK DI DAERAH SURABAYA e journal unair ac JFK article view 24125
Read online
File size732.57 KB
Pages7
DMCAReport

Related /

ads-block-test