MERCUBAKTIJAYAMERCUBAKTIJAYA

JURNAL ABDI MERCUSUARJURNAL ABDI MERCUSUAR

Dalam mengatasi kuman, dibutuhkan pengertian akan pentingnya kebiasaan mencuci tangan oleh siapapun. Bukan hanya sekedar mencuci tangan saja melainkan juga menggunakan sabun dan dilakukan di bawah air yang mengalir karena sabun bisa mengurangi atau melemahkan kuman yang ada ditangan. Perilaku sehat dimulai dari tingkat keluarga dengan menerapkan Perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS). Salah satu contoh PHBS yang dapat dilakukan pada anak bailta adalah cuci tangan pakai sabun (CTPS). Tujuan pengabdian masyarakat ini adalah untuk memberikan edukasi mengenai CTPS pada anak-anak kelompok ibu balita TPA Air dingin. Kegiatan pengabdian dilaksanakan pada tanggal 1 Desember 2022 kepada 15 orang anak balita di Posyandu Baringin 17. Kegiatan ini dilakukan dua tahap. Tahap pertama tim pengabdian melakukan penyuluhan mengenai CTPS. Tahapan kedua yaitu mendemonstrasikan dan mendampingi anak-anak praktek cuci tangan. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa tim pengabdian masyarakat STIKes MERCUBAKTIJAYA mendapatkan respon yang baik positif. Sasaran abdimas telah mampu mempraktekkan cuci tangan yang baik dan benar menggunakan sabun dan air bersih mengalir.

Kegiatan yang dilakukan oleh tim pengabdian masyarakat STIKes MERCUBAKTIJAYA mendapatkan respon yang baik positif.Sasaran abdimas telah mampu mempraktekkan cuci tangan yang baik dan benar menggunakan sabun dan air bersih mengalir.Perilaku cuci tangan yang baik dan benar ini diharapkan dapat menjadi stimulasi bagi anak balita dan lingkungan sekitarnya untuk dapat dijadikan perilaku hidup bersih sehat dalam kehidupan sehari-harinya.

Berdasarkan hasil penelitian ini, terdapat beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dikembangkan. Pertama, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut untuk mengukur efektivitas program simulasi PHBS CTPS terhadap penurunan angka kejadian diare pada anak balita di wilayah TPA Air dingin. Hal ini penting untuk mengetahui apakah program yang telah dilaksanakan benar-benar memberikan dampak positif terhadap kesehatan anak balita. Kedua, penelitian dapat difokuskan pada pengembangan media edukasi yang lebih menarik dan interaktif, seperti penggunaan animasi atau permainan, untuk meningkatkan pemahaman dan minat anak balita dalam menerapkan perilaku cuci tangan yang benar. Dengan media yang lebih menarik, diharapkan anak balita lebih termotivasi untuk melakukan cuci tangan secara rutin. Ketiga, penelitian dapat dilakukan untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku cuci tangan pada anak balita, seperti peran orang tua, lingkungan rumah, dan ketersediaan fasilitas cuci tangan. Hasil penelitian ini dapat digunakan untuk merancang intervensi yang lebih tepat sasaran untuk meningkatkan perilaku cuci tangan pada anak balita.

  1. Improving young children’s handwashing behaviour and understanding of germs: The impact of A Germ’s... doi.org/10.1371/journal.pone.0242134Improving young childrenAos handwashing behaviour and understanding of germs The impact of A GermAos doi 10 1371 journal pone 0242134
  2. SIMULASI PHBS DENGAN METODE CUCI TANGAN PAKAI SABUN (CTPS) PADA ANAK BALITA | JURNAL ABDI MERCUSUAR.... doi.org/10.36984/jam.v3i1.381SIMULASI PHBS DENGAN METODE CUCI TANGAN PAKAI SABUN CTPS PADA ANAK BALITA JURNAL ABDI MERCUSUAR doi 10 36984 jam v3i1 381
  3. PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN BERBASIS AUDIO VISUAL TENTANG PEMBUATAN KOLOID | Asmara | JURNAL ILMIAH... jurnal.ar-raniry.ac.id/index.php/didaktika/article/view/578PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN BERBASIS AUDIO VISUAL TENTANG PEMBUATAN KOLOID Asmara JURNAL ILMIAH jurnal ar raniry ac index php didaktika article view 578
Read online
File size901.57 KB
Pages6
DMCAReport

Related /

ads-block-test