JURNALALKHAIRATJURNALALKHAIRAT

FIKROTUNA: Jurnal Pendidikan dan Manajemen IslamFIKROTUNA: Jurnal Pendidikan dan Manajemen Islam

Persiapan karier adalah bentuk tanggung jawab yang penting selama masa remaja. Langkah awal yang dapat dilakukan individu untuk persiapan karier di masa depan adalah merencanakan alternatif karier yang sesuai dengan tujuan yang diharapkan. Penelitian ini merupakan studi survei yang bertujuan menganalisis tiga aspek perencanaan karier dengan menggunakan metode persentase, sehingga konselor dapat mengidentifikasi aspek karier mana yang memerlukan penekanan lebih dalam memberikan layanan bimbingan dan konseling. Subjek penelitian terdiri dari 135 siswa kelas X-A hingga X-D di Madrasah Aliyah di Madura. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aspek pengetahuan diri memperoleh persentase 71,30% yang dianggap cukup, aspek sikap memperoleh tingkat 78,95% yang dianggap baik, dan unsur keterampilan memperoleh tingkat 69,72% yang dianggap cukup. Penelitian ini dapat menjadi referensi bagi konselor sekolah untuk menawarkan layanan bimbingan dan konseling dengan berbagai metode, terutama keterampilan, yang merupakan aspek terendah di antara tiga aspek perencanaan karier.

Berdasarkan analisis hasil tiga aspek perencanaan karier di salah satu Madrasah Aliyah di lingkungan Pesantren Madura, ditemukan bahwa aspek pengetahuan diri memperoleh persentase 71,30% yang dikategorikan cukup, aspek sikap memperoleh persentase 78,95% yang dikategorikan baik, dan aspek keterampilan memperoleh persentase 69,72% yang dikategorikan cukup.Penelitian ini dapat menjadi referensi bagi konselor sekolah untuk memberikan layanan bimbingan dan konseling dengan variasi metode yang ada, terutama dalam keterampilan, yang merupakan aspek terendah di antara tiga aspek perencanaan karier.

Berdasarkan hasil penelitian, disarankan untuk mengembangkan model bimbingan dan konseling yang berbasis kebutuhan siswa, khususnya dalam aspek keterampilan. Model ini dapat membantu siswa dalam merencanakan karier dengan lebih efektif dan terarah. Selain itu, penelitian lanjutan dapat fokus pada pengembangan strategi bimbingan dan konseling yang lebih personal dan kontekstual, dengan mempertimbangkan latar belakang dan kebutuhan siswa secara individu. Terakhir, penelitian dapat mengeksplorasi peran teknologi dalam bimbingan dan konseling karier, seperti penggunaan media interaktif atau platform online untuk meningkatkan keterampilan siswa dalam merencanakan karier mereka.

  1. Pengembangan Efikasi Diri Siswa SMK dalam Menentukan Keputusan Karir Melalui Layanan Bimbingan Kelompok... doi.org/10.29240/jbk.v5i1.2701Pengembangan Efikasi Diri Siswa SMK dalam Menentukan Keputusan Karir Melalui Layanan Bimbingan Kelompok doi 10 29240 jbk v5i1 2701
  2. Efektivitas teknik diskusi dalam bimbingan kelompok untuk membantu dalam perencanaan karir siswa | Jurnal... doi.org/10.29210/143100Efektivitas teknik diskusi dalam bimbingan kelompok untuk membantu dalam perencanaan karir siswa Jurnal doi 10 29210 143100
  3. MENINGKATKAN PERENCANAAN KARIR SISWA KELAS IX MELALUI BIMBINGAN KLASIKAL | Magistrorum et Scholarium:... ejournal.uksw.edu/jms/article/view/4818MENINGKATKAN PERENCANAAN KARIR SISWA KELAS IX MELALUI BIMBINGAN KLASIKAL Magistrorum et Scholarium ejournal uksw edu jms article view 4818
Read online
File size331.7 KB
Pages13
DMCAReport

Related /

ads-block-test