MAHADEWAMAHADEWA

Emasains : Jurnal Edukasi Matematika dan SainsEmasains : Jurnal Edukasi Matematika dan Sains

Tujuan dari penenlitian ini adalah untuk mengetahui adakah pengaruh penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Team Assisted Individualization (TAI) berbasis multiple talent terhadap prestasi belajar matematika. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen semu (quasi exsperimen). Design penelitian ini menggunakan Nonequivalent Posttest Only Control Group Design. Design penelitian ini terdiri dari satu kelompok eksperimen dan satu kelompok kontrol. Subyek penelitian ini adalah siswa kelas VIII SMP N 1 Kuta yang diambil dengan teknik secara random sampling. Metode pengumpulan data diambil observasi, catatan lapangan, dokumentasi, dan tes prestasi belajar matematika. Hasil penelitian ini adalah rata-rata nilai tes prestasi belajar matematika siswa pada kelompok eksperimen adalah 73,5. Sedangkan rata-rata nilai kelompok kontrol sebesar 66,1. Kemudian dari hasil uji hipotesis dengan menggunakan uji-t pada taraf signifikansi 5% diperoleh thitung = 2,864 dan derajat kebebasan 78 diperoleh ttabel = 1,99. Karena thitung > ttabel maka Ho ditolak dan H1 diterima. Temuan ini menunjukkan ada pengaruh model pembelajaran kooperatif tipe TAI berbasis multiple talent terhadap prestasi belajar matematika siswa. Hal ini disebabkan karena penerapan model pembelajaran TAI berbasis multiple talent dalam pembelajaran matematika akan mengoptimalkan dan mementingkan upaya pengembangan seluruh potensi siswa sesuai dengan bidangnya dan keterampilan yang dilatihkan dalam proses pembelajaran.

Berdasarkan hasil penelitian dan analisis data dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh penerapan model pembelajaran kooperatif tipe TAI berbasis multiple talent terhadap prestasi belajar matematika siswa kelas VIII SMP Negeri 1 Kuta.

Penelitian ini menunjukkan bahwa model pembelajaran Kooperatif Tipe Team Assisted Individualization (TAI) berbasis multiple talent efektif dalam meningkatkan prestasi belajar matematika. Untuk memperkaya temuan ini, ada beberapa arah penelitian lanjutan yang menarik. Pertama, akan sangat berharga untuk meneliti sejauh mana keberhasilan model TAI berbasis multiple talent ini dapat direplikasi pada jenjang pendidikan atau mata pelajaran lain. Misalnya, apakah model ini juga efektif jika diterapkan pada siswa sekolah dasar atau sekolah menengah atas, atau dalam mata pelajaran seperti sains, bahasa, atau IPS? Hal ini akan membantu memahami generalisasi dan adaptabilitas model di luar konteks matematika kelas VIII SMP. Kedua, penelitian selanjutnya dapat menggali lebih dalam tentang bagaimana elemen multiple talent benar-benar berperan dalam model pembelajaran ini. Pertanyaan kunci yang bisa diajukan adalah, bakat-bakat spesifik apa saja yang paling terstimulasi atau dimanfaatkan oleh pendekatan TAI ini, dan bagaimana stimulasi bakat-bakat tersebut berkontribusi secara langsung terhadap peningkatan pemahaman dan prestasi belajar siswa? Studi kualitatif melalui wawancara mendalam atau observasi partisipatif dapat memberikan wawasan berharga mengenai pengalaman siswa dan guru. Ketiga, perlu dilakukan perbandingan efektivitas model TAI berbasis multiple talent dengan model pembelajaran kooperatif lain yang juga dikenal efektif. Dengan membandingkannya dengan metode seperti Jigsaw, STAD, atau Group Investigation, kita dapat mengidentifikasi keunggulan unik TAI berbasis multiple talent serta kondisi optimal penerapannya, sehingga memberikan panduan yang lebih komprehensif bagi praktisi pendidikan.

Read online
File size440.87 KB
Pages10
DMCAReport

Related /

ads-block-test