UMRAHUMRAH

Jurnal Intek AkuakulturJurnal Intek Akuakultur

Jahe (Zingiber officinale Roscoe) merupakan jenis bahan herbal yang mengandung senyawa sineol dan turunan golongan fenilpropana. Fenilpropana merupakan senyawa aromatik yang bersifat antifungal dan toksik terhadap ektoparasit. Penelitian ini bertujuan untuk menguji konsentrasi larutan jahe terhadap lintah Hirudinea pada ikan kerapu cantang. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Februari 2021 di Desa Tanjung Lanjut. Identifikasi jenis ektoparasit dilakukan di Marine Biotechnologt Laboratory FIKP. Metode yang digunakan dalam penelitian ini dianalisis dengan menggunakan Rancangan Acak Lengakap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 3 ulangan dengan kosentrasi 0%, 0,4%, 0,5% dan 0,6%. Hasil penelitian mendapatkan jenis ektoparasit yang menginfasi ikan kerapu cantang adalah lintah laut jenis Zeylanicobdella sp. dan hasil yang didapatkan dari pengamatan penurunan ektoparasit pada menit ke 30 tertinggi pada perlakuan C kosentrasi larutan jahe 0,6% dengan intensitas penurunan sebesar 0,33 individu/ekor dikategorikan sangat rendah.

Penggunaan larutan jahe Zingiber officinale Roscoe untuk penurunan jumlah ektoparasit yang paling tinggi terdapat pada konsentrasi 0,6% dengan intensitas penurunan lintah Zeylanicobdella sp.Penelitian ini menunjukkan bahwa larutan jahe dapat mematikan lintah Zeylanicobdella sp.karena kerusakan membran sel akibat denaturasi protein dan pelarutan lemak.Hasil penelitian ini mengindikasikan potensi jahe sebagai alternatif pengendali ektoparasit pada ikan kerapu cantang.

Berdasarkan hasil penelitian ini, terdapat beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dilakukan untuk memperdalam pemahaman mengenai potensi jahe sebagai pengendali ektoparasit pada ikan kerapu cantang. Pertama, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut untuk menguji efektivitas berbagai ekstrak jahe (misalnya ekstrak air, ekstrak etanol) dengan konsentrasi yang berbeda-beda terhadap berbagai jenis ektoparasit yang menyerang ikan kerapu cantang, sehingga dapat diperoleh formulasi ekstrak jahe yang paling optimal. Kedua, penelitian dapat difokuskan pada identifikasi senyawa aktif dalam jahe yang bertanggung jawab atas efek anti-ektoparasit, serta mekanisme kerjanya pada tingkat seluler, sehingga dapat dikembangkan produk pengendali ektoparasit yang lebih spesifik dan efektif. Ketiga, penting untuk mengevaluasi dampak penggunaan larutan jahe terhadap kualitas air, pertumbuhan, dan kesehatan ikan kerapu cantang secara keseluruhan, serta potensi resistensi ektoparasit terhadap jahe dalam jangka panjang, sehingga dapat dioptimalkan penggunaan jahe sebagai alternatif yang ramah lingkungan dan berkelanjutan dalam budidaya ikan kerapu cantang.

Read online
File size558.25 KB
Pages12
DMCAReport

Related /

ads-block-test