UAIUAI

JURNAL Al-AZHAR INDONESIA SERI HUMANIORAJURNAL Al-AZHAR INDONESIA SERI HUMANIORA

Desain pembelajaran curi point adalah suatu desain pembelajaran yang bersifat game atau permainan dimana pihak dosen sebagai lawan dari mahasiswa. Dosen memberikan modal nilai pada awalnya kepada seluruh mahasiswa. Pada proses kegiatan belajar mengajar. Apabila mahasiswa lengah atau tidak disiplin, tidak jujur saat mengerjakan tugas maupun tes, tidak belajar di rumah saat proses berlangsungnya pembelajaran maka secara otomatis nilai mereka akan berkurang. Dibutuhkan extra effort untuk mempertahankan nilai mereka agar tidak terus berkurang. Ketika mereka mengalami masa jenuh, tidak percaya diri bisa mempertahankan nilai maka tugas dosenlah memberikan motivasi kepada mahasiswa untuk terus maju dan belajar agar nilai mereka tidak banyak berkurang. Desain pembelajaran curi poin menganut prinsip pembelajaran tuntas. Metode penelitian yang digunakan untuk pembelajaran tuntas menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK) untuk mengetahui keefektifan pengaruh desain pembelajaran Curi Point menggunakan metode survai.

Hasil pembelajaran tuntas pada desain pembelajaran curi point dapat dilihat bahwa nilai akhir yang diperoleh rata-rata kelas untuk mata kuliah pengembangan matematika anak usia dini adalah 79.Dan Prosentase keberhasilan mahasiswa pada kelas tersebut adalah 79% berhasil mencapai target rata-rata kelas.Hasil angket yang diisi oleh mahasiswa dan bukti foto-foto dokumen pembelajaran curi point telah mencapai keberhasilan seperti yang dirumuskan pada tujuan penelitian ini.Adapun bentuk keberhasilannya dapat dirumuskan sebagai berikut, 1.Mendorong semangat mahasiswa untuk mau belajar baik di rumah maupun di kelas.Ada 21 orang mahasiswa merasa bahwa sering diadakan post tes saat materi pada satu bab berakhir, membuat mereka dituntut belajar terus menerus dirumah.Ada 6 orang menyatakan tidak merasa dituntut belajar terus di rumah.Dapat diambil prosentase bahwa 77% desain pembelajaran curi point berpengaruh pada keajegan mahasiswa untuk belajar terus di rumah.Mendorong semangat disiplin mahasiswa selama perkuliahan berlangsung.Prosentase kedisiplinan mahasiswa hadir mengikuti perkuliahan ada 86%.Prosentase ini menandakan bahwa desain pembelajaran curi point memberikan dampak yang positif pada peningkatan kedisiplinan mahasiswa mengikuti perkuliahan.Mendorong kreatifitas siswa melalui tugas-tugas yang diberikan pengajaran.Ada 26 orang menyatakan “ya dari 27 mahasiswa yang mengikuti pembelajaran curi point.Artinya bahwa desain pembelajaran curi point memberikan pengaruh kreatif terhadap mahasiswa yang mengikuti pembelajaran ini.Mendorong sikap jujur kepada diri sendiri ketika mengerjakan soal ujian maupun praktek ada 1 mahasiswa yang berani mencontek walaupun diberlakukan sistem pengurangan nilai jika ketahuan melakukan tindakan tidak jujur.Sedangkan 26 mahasiswa lainnya tidak berani mencontek selain karena alasan takut nilai dikurangi.Ada 13 orang takut tidak berani melakukan tindakan mencontek karena takut kepada Tuhan.Mendorong sikap tidak putus asa melalui kegigihan usaha mempertahankan nilai bagus ada 18 mahasiswa yang mengatakan bahwa “ya ada usaha selalu merasa mempertahankan nilai.Dan ada 8 orang mahasiswa yang mengatakan “tidak merasa perlu mempertahankan nilai selama mengikuti pembelajaran curi point.Ada 1 mahasiswa yang mengatakan biasa saja.Ini menandakan 66% proses pembelajaran curi point memilki pengaruh terhadap kegigihan mahasiswa mempertahankan modal nilai mereka agar tidak berkurang.Mendorong munculnya jiwa wirausaha sesuai bidang yang ditekuni.Ada 20 dari 27 orang mahasiswa mengatakan bahwa ada pengaruh jiwa kewirausahaan setelah mengikuti pembelajaran curi point.Ini menandakan 74% proses pembelajaran curi point memiliki pengaruh terhadap jiwa kewirausahaan kepada mahasiswa yang mengikuti mata kuliah pengembangan matematika pembelajaran anak usia dini.

Berdasarkan hasil penelitian, desain pembelajaran curi point terbukti efektif dalam meningkatkan semangat belajar, disiplin, kreativitas, kejujuran, dan jiwa kewirausahaan mahasiswa. Namun, terdapat beberapa aspek yang dapat ditingkatkan. Pertama, sistem kartu kontrol dapat diubah menjadi sistem kartu elektronik untuk memantau nilai mahasiswa secara efisien. Kedua, materi pembelajaran dapat dipadatkan agar teori dan praktek seimbang. Ketiga, penelitian lanjutan dapat fokus pada dampak jangka panjang desain pembelajaran curi point terhadap prestasi akademik dan pengembangan pribadi mahasiswa. Dengan demikian, penelitian ini dapat memberikan kontribusi signifikan dalam meningkatkan kualitas pembelajaran dan mengembangkan potensi mahasiswa.

Read online
File size306.32 KB
Pages13
DMCAReport

Related /

ads-block-test