PENERBITPENERBIT

Metta : Jurnal Ilmu MultidisiplinMetta : Jurnal Ilmu Multidisiplin

Seperti masyarakat adat lainnya, Masyarakat Adat Sungai Batu juga mengalami dampak negatif akibat adanya perubahan iklim. Dampak tersebut mempengaruhi kehidupan masyarakat untuk bertahan hidup. Berdasarkan hal tersebut maka tujuan dari penelitian ini adalah menganalisa bentuk adaptasi yang telah dilakukan oleh masyarakat Adat Sungai Batu terhadap perubahan iklim di Desa Kubu Kabupaten Kotawaringin Barat. Penelitian dilakukan pada bulan Juni-Desember 2023 di Desa Kubu Kecamatan Kumai Kabupaten Kotawaringin Barat. Menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Dalam menentukan informan penelitian, penulis menggunakan dua teknik penentuan informan yaitu teknik purposive sampling. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara, dokumentasi dan Focus Group Discussion (FGD). Dalam analisa data menggunakan tiga teknik yaitu reduksi data, penyajian data dan verifikasi. Berdasarkan hasil FGD di lapangan ditemukan bahwa dalam proses adaptasi sudah banyak cara yang dilakukan oleh masyarakat Adat Sungai Batu, akan tetapi hal ini juga belum maksimal membuat masyarakat adat dapat bertahan untuk melanjutkan hidup. Untuk itu diperlukan strategi lanjutan seperti peningkatan sumber daya manusia masyarakat adat, menggali potensi ekowisata yang dimiliki, belajar membuat ecoprint dan melakukan diversifikasi turunan produk hasil pertanian.

Perubahan iklim memberikan dampak negatif terhadap Masyarakat Adat Sungai Batu, terutama dalam pengelolaan lahan gambut secara tradisional yang menyebabkan gagal panen akibat hama, musim kemarau panjang, dan musim hujan yang tidak menentu.Strategi adaptasi yang telah dilakukan seperti penggunaan teknologi tepat guna dan diversifikasi tanaman belum cukup efektif dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat.Diperlukan strategi lanjutan berupa peningkatan kapasitas sumber daya manusia, pemanfaatan potensi ekowisata, pengembangan produk ecoprint, dan diversifikasi hasil pertanian untuk meningkatkan ketahanan terhadap perubahan iklim.

Pertama, perlu diteliti bagaimana penerapan sistem pertanian berkelanjutan di lahan gambut dapat disesuaikan dengan pengetahuan lokal masyarakat Adat Sungai Batu untuk meningkatkan hasil panen dan menjaga kelestarian ekosistem. Kedua, perlu dikaji potensi pengembangan ekowisata berbasis budaya dan kearifan lokal masyarakat adat, termasuk daya tarik alam dan aktivitas tradisional, agar dapat menjadi sumber pendapatan alternatif yang berkelanjutan. Ketiga, perlu dieksplorasi pengolahan hasil pertanian dan keanekaragaman hayati lokal menjadi produk bernilai ekonomi tinggi, seperti produk ecoprint dan olahan pangan lokal, serta bagaimana pemasaran digital dapat mendukung akses pasar bagi komunitas adat ini. Penelitian-penelitian ini dapat mengisi celah antara pengetahuan tradisional dan inovasi modern, serta membantu masyarakat adat menciptakan strategi ketahanan yang lebih holistik terhadap perubahan iklim.

Read online
File size176.15 KB
Pages12
DMCAReport

Related /

ads-block-test