STFTKIJNESTFTKIJNE

MURAI: Jurnal Papua Teologi KonstekstualMURAI: Jurnal Papua Teologi Konstekstual

Tulisan ini bertujuan untuk mendefinisikan ulang istilah perempuan tanah, yang selama ini kerap dimaknai secara peyoratif dalam interaksi sosial masyarakat Papua. Melalui pendekatan ekofeminisme, penulis menantang pandangan diskriminatif terhadap perempuan asli Papua, khususnya di wilayah Keerom, yang memiliki peran penting dalam menjaga alam dan kehidupan sosial. Dengan menggunakan metode kualitatif berbasis studi pustaka, tulisan ini menganalisis fenomena perampasan lahan akibat ekspansi perkebunan kelapa sawit dan dampaknya terhadap eksistensi perempuan tanah. Kajian ekofeminis digunakan sebagai alat analisis untuk memetakan relasi timpang antara perempuan dan alam, serta mengangkat suara perempuan tanah yang berjuang mempertahankan hak atas tanah dan identitas mereka. Hasil kajian menunjukkan bahwa pembukaan lahan sawit di Keerom telah menyebabkan deforestasi, pencemaran air, degradasi tanah, dan banjir, yang memperburuk kondisi ekologis wilayah tersebut. Perempuan tanah, dengan pengetahuan lokal yang mereka miliki, menjadi korban dari proyek pembangunan yang tidak berpihak pada masyarakat adat. Tulisan ini berupaya membangun solidaritas terhadap perempuan yang tertindas dan mendorong perlindungan serta pemulihan tanah sebagai ruang hidup yang berkelanjutan.

Ekspansi perkebunan kelapa sawit di Keerom telah menyebabkan kerusakan ekologis dan penindasan terhadap perempuan tanah.Sistem patriarki dan kapitalisme memperburuk ketidakadilan ini, meminggirkan perempuan dari proses pengambilan keputusan terkait tanah dan sumber daya alam.Pendekatan ekofeminisme menawarkan kerangka kerja untuk memahami keterkaitan antara penindasan terhadap perempuan dan kerusakan lingkungan, serta mendorong solidaritas dan perlindungan terhadap hak-hak perempuan dan alam.

Berdasarkan analisis dalam penelitian ini, beberapa saran penelitian lanjutan dapat diajukan. Pertama, perlu dilakukan penelitian mendalam mengenai dampak psikologis dan sosial dari perampasan lahan terhadap perempuan tanah, termasuk bagaimana hal ini memengaruhi kesehatan mental, hubungan sosial, dan identitas budaya mereka. Kedua, penelitian lebih lanjut diperlukan untuk mengeksplorasi strategi perlawanan dan adaptasi yang dilakukan oleh perempuan tanah dalam menghadapi ekspansi perkebunan kelapa sawit, serta bagaimana strategi ini dapat diperkuat dan didukung. Ketiga, penting untuk meneliti efektivitas kebijakan dan program yang ada dalam melindungi hak-hak perempuan adat dan memulihkan lingkungan di Keerom, serta mengidentifikasi celah dan peluang untuk perbaikan. Penelitian-penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi signifikan bagi upaya pemberdayaan perempuan tanah dan perlindungan lingkungan di Keerom, serta menjadi pembelajaran bagi wilayah lain yang menghadapi tantangan serupa. Dengan memahami secara komprehensif dampak perampasan lahan dan strategi perlawanan perempuan tanah, kita dapat merumuskan kebijakan dan program yang lebih efektif dan berkelanjutan.

Read online
File size476.63 KB
Pages11
DMCAReport

Related /

ads-block-test