PENERBITPENERBIT

Metta : Jurnal Ilmu MultidisiplinMetta : Jurnal Ilmu Multidisiplin

Literasi digital mencakup keterampilan individu dalam mengakses, mengolah, mempelajari, dan menyampaikan informasi melalui media digital seiring dengan kemajuan teknologi informasi dan komunikasi. Penelitian ini memfokuskan pada penggunaan media literasi digital dalam meningkatkan minat membaca siswa dalam pembelajaran Bahasa Indonesia di SD Negeri 5 Sumerta Denpasar. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi bagaimana media literasi digital diterapkan untuk meningkatkan minat membaca siswa; mengidentifikasi kendala dan strategi yang digunakan dalam mengimplementasikan media literasi digital untuk meningkatkan minat membaca siswa; mengevaluasi dampak penggunaan media literasi digital terhadap minat membaca siswa. Teori yang digunakan meliputi fungsionalisme, motivasi, dan konstruktivisme. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Data dianalisis melalui tahap pengumpulan data, reduksi data, display data, verifikasi, dan penarikan kesimpulan. Validitas data dikonfirmasi melalui triangulasi sumber informasi dan instrumen penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi media literasi digital dalam pembelajaran Bahasa Indonesia meliputi penggunaan perangkat seperti laptop, layar LCD, dan ponsel, dengan tahapan pengembangan, penerapan, dan evaluasi. Kendala dan strategi dalam penggunaan media literasi digital meliputi faktor siswa, guru, dan lingkungan sekolah. Implikasi dari penggunaan media literasi digital termasuk meningkatnya kreativitas siswa, minat membaca, dan keingintahuan siswa.

Implementasi media literasi digital dalam pembelajaran Bahasa Indonesia di SD Negeri 5 Sumerta Denpasar dilakukan melalui penggunaan laptop, LCD, dan HP, dengan tahapan pengembangan, pembelajaran, dan evaluasi.Kendala utama berasal dari faktor siswa, guru, dan sekolah, yang diatasi melalui strategi pengawasan, pelatihan, dan penyediaan fasilitas.Dampak positif yang muncul meliputi peningkatan kreativitas, kegemaran membaca, dan rasa ingin tahu siswa.

Pertama, perlu diteliti bagaimana penggunaan media literasi digital yang berbasis konten lokal, seperti cerita rakyat Bali, dapat memperkuat keterlibatan dan minat baca siswa di daerah setempat. Kedua, penting untuk mengkaji efektivitas model pelatihan guru berbasis komunitas praktik (community of practice) dalam meningkatkan penguasaan teknologi digital untuk pembelajaran Bahasa Indonesia. Ketiga, sebaiknya dilakukan penelitian tentang dampak pembatasan akses konten digital selama pembelajaran terhadap konsentrasi siswa dan pembentukan kebiasaan membaca yang lebih mendalam, terutama di lingkungan dengan keterbatasan akses internet. Penelitian-penelitian ini dapat saling melengkapi dengan temuan saat ini dengan memperdalam aspek kontekstual, profesionalisme guru, dan regulasi penggunaan teknologi. Pendekatan ini akan membantu merancang strategi literasi digital yang lebih holistik dan berkelanjutan. Dengan mengeksplorasi konten yang relevan secara budaya, penelitian pertama dapat meningkatkan keterhubungan emosional siswa terhadap materi bacaan. Penelitian kedua menawarkan solusi sistemik untuk tantangan kompetensi guru yang disebutkan dalam temuan. Sementara itu, penelitian ketiga menjawab isu manajemen teknologi dan pengalihan dari konten negatif. Kombinasi ketiganya dapat mendorong ekosistem literasi digital yang efektif, efisien, dan aman bagi siswa Sekolah Dasar.

Read online
File size216.47 KB
Pages11
DMCAReport

Related /

ads-block-test