BAJANGJOURNALBAJANGJOURNAL
International Journal of Social ScienceInternational Journal of Social SciencePenelitian ini menguji gastronomi masyarakat Osing di Banyuwangi sebagai representasi sosio-kultural yang mencakup dimensi simbolik, spiritual, sosial, dan ekologis. Masyarakat Osing sebagai masyarakat adat Banyuwangi memiliki tradisi kuliner yang tidak hanya berfungsi sebagai pemenuhan kebutuhan pangan, tetapi juga sebagai medium ekspresi budaya, identitas etnis, dan penjaga kearifan lokal. Globalisasi dan modernisasi memengaruhi pola konsumsi generasi muda, sehingga nilai-nilai kuliner tradisional berpotensi mengalami degradasi. Melalui pendekatan kualitatif dengan metode etnografi, wawancara mendalam, dan dokumentasi, penelitian ini dilakukan di Desa Kemiren sebagai pusat budaya Osing. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hidangan ritual seperti pecel pitik, tumpeng sewu, dan tumpeng songo mengandung filosofi harmoni manusia dengan alam, hubungan spiritual dengan leluhur, dan solidaritas sosial melalui praktik gotong royong. Bahan-bahan lokal dan teknik pengolahan tradisional mencerminkan pengetahuan ekologi masyarakat Osing yang selaras dengan prinsip gastronomi berkelanjutan. Dalam konteks pariwisata, kuliner Osing berperan strategis sebagai daya tarik utama, tetapi di saat yang sama menghadapi tantangan komodifikasi budaya akibat perkembangan industri pariwisata. Model pariwisata gastronomi berbasis masyarakat merupakan solusi untuk menjaga keautentikan budaya sekaligus memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat lokal. Penelitian ini mengonfirmasi bahwa gastronomi Osing merupakan sistem pengetahuan holistik yang mengintegrasikan aspek budaya, ekologi, dan ekonomi, serta berkontribusi pada pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs). Temuan ini diharapkan menjadi dasar untuk pengembangan kebijakan pelestarian kuliner tradisional dan penguatan pariwisata berkelanjutan di Banyuwangi.
Gastronomi masyarakat Osing Banyuwangi merepresentasikan sistem sosio-kultural yang mencakup dimensi spiritual, sosial, dan ekologis.Hidangan tradisional seperti pecel pitik, tumpeng sewu, dan sego cawuk berfungsi sebagai simbol komunikasi budaya, penghormatan terhadap leluhur, dan bentuk harmoni manusia dengan alam.Pemanfaatan bahan-bahan lokal dan teknik pengolahan tradisional mencerminkan prinsip gastronomi berkelanjutan yang melestarikan sumber daya dan identitas budaya.Dalam konteks pariwisata, gastronomi Osing menjadi daya tarik utama yang mendukung pengembangan pariwisata berkelanjutan berbasis masyarakat, sekaligus memperkuat ekonomi lokal.Oleh karena itu, dokumentasi, pendidikan gastronomi, dan integrasi dalam kebijakan pariwisata menjadi langkah penting untuk memastikan keberlanjutan nilai-nilai kuliner dan ekologis lintas generasi.
Berdasarkan penelitian ini, terdapat beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dikembangkan untuk memperdalam pemahaman tentang gastronomi Osing dan dampaknya terhadap masyarakat dan lingkungan. Pertama, penelitian dapat dilakukan untuk mengidentifikasi dan mendokumentasikan secara sistematis resep-resep kuliner tradisional Osing yang terancam punah, serta menganalisis nilai gizi dan potensi manfaat kesehatan dari bahan-bahan yang digunakan. Hal ini penting untuk melestarikan warisan kuliner Osing dan mempromosikannya sebagai daya tarik wisata yang unik. Kedua, penelitian dapat mengeksplorasi peran perempuan dalam melestarikan tradisi kuliner Osing, mengingat perempuan seringkali menjadi pewaris utama pengetahuan kuliner dari generasi ke generasi. Penelitian ini dapat mengungkap tantangan dan peluang yang dihadapi perempuan dalam menjaga tradisi kuliner Osing di tengah perubahan sosial dan ekonomi. Ketiga, penelitian dapat mengkaji dampak pariwisata terhadap praktik gastronomi Osing, termasuk perubahan pola konsumsi, komodifikasi hidangan tradisional, dan potensi hilangnya keautentikan budaya. Penelitian ini dapat memberikan rekomendasi kebijakan untuk mengelola pariwisata gastronomi Osing secara berkelanjutan, sehingga dapat memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat lokal tanpa mengorbankan nilai-nilai budaya dan lingkungan.
- Wacana Keislaman dalam Antropologi Kuliner Indonesia | Sudarwan | Kajian Jurnalisme. wacana keislaman... jurnal.unpad.ac.id/kajian-jurnalisme/article/view/22445Wacana Keislaman dalam Antropologi Kuliner Indonesia Sudarwan Kajian Jurnalisme wacana keislaman jurnal unpad ac kajian jurnalisme article view 22445
- Analysis of Local Culinary Potential in Supporting the Tourism Industry in Gunungsari West Lombok | International... ojs2.pnb.ac.id/index.php/IJASTE/article/view/318Analysis of Local Culinary Potential in Supporting the Tourism Industry in Gunungsari West Lombok International ojs2 pnb ac index php IJASTE article view 318
- GASTRONOMIC DISHES AS SOCIO-CULTURAL REPRESENTATION: AN ETHNOGASTRONOMIC STUDY IN THE OSING BANYUWANGI... doi.org/10.53625/ijss.v5i4.11890GASTRONOMIC DISHES AS SOCIO CULTURAL REPRESENTATION AN ETHNOGASTRONOMIC STUDY IN THE OSING BANYUWANGI doi 10 53625 ijss v5i4 11890
| File size | 357.86 KB |
| Pages | 8 |
| DMCA | Report |
Related /
MEDIAPUBLIKASIMEDIAPUBLIKASI Setelah sosialisasi dan pendampingan, masyarakat memperoleh pengetahuan mengenai penyelesaian sengketa melalui jalur litigasi dan non-litigasi. Oleh karenaSetelah sosialisasi dan pendampingan, masyarakat memperoleh pengetahuan mengenai penyelesaian sengketa melalui jalur litigasi dan non-litigasi. Oleh karena
OJS INDONESIAOJS INDONESIA Temuan penelitian menunjukkan bahwa hukum adat dapat mengisi kekosongan hukum ketika hukum positif yang ada tidak mengatur tindakan tertentu, terutamaTemuan penelitian menunjukkan bahwa hukum adat dapat mengisi kekosongan hukum ketika hukum positif yang ada tidak mengatur tindakan tertentu, terutama
ANDREWLAWCENTERANDREWLAWCENTER Regulasi ini belum mampu mengakomodasi keberagaman mekanisme akses aktual yang ada di lapangan, sehingga menciptakan ketimpangan dan eksklusi bagi masyarakatRegulasi ini belum mampu mengakomodasi keberagaman mekanisme akses aktual yang ada di lapangan, sehingga menciptakan ketimpangan dan eksklusi bagi masyarakat
UNIPASUNIPAS Harmonisasi antara kedua sistem hukum ini diperlukan melalui pendekatan integratif dan restoratif, seperti pengalihan tanggung jawab kepada ahli warisHarmonisasi antara kedua sistem hukum ini diperlukan melalui pendekatan integratif dan restoratif, seperti pengalihan tanggung jawab kepada ahli waris
UM SURABAYAUM SURABAYA Masyarakat adalah makhluk sosial yang selalu ingin bersosialisasi dalam lingkup wilayahnya. Dalam kehidupan sosial, konsep perencanaan dan pelaksanaanMasyarakat adalah makhluk sosial yang selalu ingin bersosialisasi dalam lingkup wilayahnya. Dalam kehidupan sosial, konsep perencanaan dan pelaksanaan
WESTSCIENCESWESTSCIENCES Profil pelajar Pancasila adalah perwujudan pelajar Indonesia sebagai pelajar sepanjang hayat yang memiliki kompetensi global dan berperilaku sesuai denganProfil pelajar Pancasila adalah perwujudan pelajar Indonesia sebagai pelajar sepanjang hayat yang memiliki kompetensi global dan berperilaku sesuai dengan
WESTSCIENCESWESTSCIENCES Hal itu terlihat pada keseharian peserta didik di sekolah dengan menjalankan beberapa dimensi Profil Pelajar Pancasila (PPP) seperti: (1) beriman, bertakwaHal itu terlihat pada keseharian peserta didik di sekolah dengan menjalankan beberapa dimensi Profil Pelajar Pancasila (PPP) seperti: (1) beriman, bertakwa
WESTSCIENCESWESTSCIENCES Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana Penguatan Nilai-Nilai Pancasila Dalam Membentuk Karakter Peserta Didik Melalui Budaya Sekolah. PendidikanPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana Penguatan Nilai-Nilai Pancasila Dalam Membentuk Karakter Peserta Didik Melalui Budaya Sekolah. Pendidikan
Useful /
UNIPASUNIPAS Efektivitas , faktor penghambat dan solusi. Penelitian ini merupakan penelitian hukum empiris, bersifat deskriptif. Pengumpulan data dilakukan dengan studiEfektivitas , faktor penghambat dan solusi. Penelitian ini merupakan penelitian hukum empiris, bersifat deskriptif. Pengumpulan data dilakukan dengan studi
UNIPASUNIPAS Penelitian ini merupakan jenis penelitian hukum empiris, bersifat deskriptif, dilakukan di Kepolisian Resor Buleleng dengan menggunakan data primer danPenelitian ini merupakan jenis penelitian hukum empiris, bersifat deskriptif, dilakukan di Kepolisian Resor Buleleng dengan menggunakan data primer dan
WESTSCIENCESWESTSCIENCES Pengabdian Kepada Masyarakat, Sumber Pangan Keluarga, Arang Sekam. Kegiatan ini melibatkan penyuluhan kepada masyarakat dan Kader PKK untuk meningkatkanPengabdian Kepada Masyarakat, Sumber Pangan Keluarga, Arang Sekam. Kegiatan ini melibatkan penyuluhan kepada masyarakat dan Kader PKK untuk meningkatkan
WESTSCIENCESWESTSCIENCES Tujuan Pengabdian Kepada Masyarakat (PkM) ini bertujuan memberikan pengetahuan dan pemahaman kepada anak-anak TPQ Baitul Ala Kuryo Rt 03/Rw 01 Jatipurno,Tujuan Pengabdian Kepada Masyarakat (PkM) ini bertujuan memberikan pengetahuan dan pemahaman kepada anak-anak TPQ Baitul Ala Kuryo Rt 03/Rw 01 Jatipurno,