IAIHPANCORIAIHPANCOR

AFADA: Jurnal Pengabdian Pada MasyarakatAFADA: Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat

Beranjak dari kesejahteraan dan kelayakan hidup ini, dari jumlah penduduk yang kurang sejahtera dan menikmati hidup layak di Indonesia jumlah terbesar berada di daerah pedesaan. Dari segi terpenuhinya sarana dan prasarana, masyarakat yang hidup di daerah pedesaan jauh tertinggal dari masyarakat yang hidup di kota. Masyarakat kota lebih mudah mengakses segala sesuatu untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Selain itu, dilihat dari sosialisasi dan pendidikan yang tidak merata merupakan salah satu faktor pembuat masyarakat desa kurang memahami betapa pentingnya pendidikan, sehingga banyak masyarakat memiliki kondisi ekonomi rendah, karena kurangnya skill dan pengetahuan untuk menunjang kreativitas. Penduduk desa bermata pencarian sebagai petani, peternak, perkebunan, dan usaha-usaha lain yang hasilnya tidak bisa dipastikan. Jadi masyarakat di desa lebih memilih bekerja keras untuk memenuhi kebutuhannya daripada belajar di bangku sekolah. Anak-anak juga kurang mendapatkan perhatian dari orang tua sehingga mereka hidup dengan cara mereka sendiri. Dari beberapa program yang telah dilaksanakan tersebut, Tim Pengabdian-PAR melakukan evaluasi terkait dengan perubahan prilaku masyarakat. Secara umum masyarakat Dusun Bangket Punik Desa Golong mengalami perubahan perilaku berpikir dan bertindak dalam menyikapi berbagai problematika kehidupan. Hal ini ditandai dengan kesadaran masyarakat dalam memandang akan pentingnya pendidikan, kebersihan lingkungan, kreatifitas dan dalam hal kekompakan pada kegiatan gotong royong. Meskipun segala program yang telah dilaksanakan belum semuanya maksimal dalam pelaksananaanya, akan tetapi setidaknya ada suatu gebrakan untuk meyakinkan diri masyarakat untuk bisa memaksimalkan potensi yang ada pada diri mereka untuk hidup yang lebih baik lagi ke depannya.

Dari semua pemaparan diatas, dapat kami simpulkan bahwa permasalahan yang dihadapi oleh masyarakat Dusun Bangket Punik (berdasarkan skala prioritas) adalah masalah pernikahan dini yang marak terjadi di kalangan masyarakat, terutama di kalangan para remaja atau para pelajar dan kurangnya kesadaran terhadap betapa pentingnya pendidikan.Adapun yang sudah kami identifikasi namun belum sempat kami pecahkan tentang permasalahan dimana sebagian masyarakat Busun Bangket Punik yang sudah menikah ataupun yang baru menikah, baik dari kalangan orang tua, hingga remaja sampai saat ini belum memiliki buku nikah (bukti pernikahan).

Berdasarkan hasil penelitian, disarankan untuk melakukan penelitian lanjutan dengan fokus pada dampak jangka panjang dari program-program yang telah dilaksanakan. Bagaimana perubahan perilaku masyarakat dalam jangka waktu yang lebih lama? Apakah program-program tersebut mampu menciptakan perubahan perilaku yang berkelanjutan? Selain itu, penelitian lanjutan dapat dilakukan untuk mengeksplorasi faktor-faktor yang mempengaruhi pernikahan dini di daerah tersebut, seperti faktor ekonomi, sosial, dan budaya. Dengan memahami faktor-faktor ini, dapat dikembangkan strategi-strategi intervensi yang lebih efektif untuk mengurangi angka pernikahan dini. Terakhir, penelitian lanjutan juga dapat berfokus pada evaluasi program-program yang telah dilaksanakan, dengan tujuan untuk meningkatkan efektivitas dan keberlanjutan program-program tersebut. Hal ini dapat dilakukan dengan melibatkan masyarakat secara lebih aktif dalam proses perencanaan dan pelaksanaan program, serta mengukur dampak program secara lebih komprehensif.

Read online
File size514.99 KB
Pages13
DMCAReport

Related /

ads-block-test