RESEARCHSYNERGYPRESSRESEARCHSYNERGYPRESS
People and Behavior AnalysisPeople and Behavior AnalysisPendidik pria dalam pendidikan anak usia dini mewakili demografi kecil tetapi vital. Namun, pengalaman dan tantangan mereka sebagian besar belum dieksplorasi secara mendalam karena stereotip gender yang terus-menerus dan sifat historis yang didominasi perempuan dari bidang ini. Studi ini bertujuan untuk mengatasi kesenjangan ini dengan mengeksplorasi pengalaman hidup pendidik pria anak usia dini, memberikan cahaya pada tantangan profesional mereka, kontribusi, dan perspektif. Menggunakan desain penelitian fenomenologis, studi ini menggunakan metode Colaizzi untuk menganalisis data dari wawancara mendalam semi-terstruktur dengan sepuluh (10) pendidik pria yang dipilih secara sengaja, masing-masing dengan pengalaman mengajar minimal dua tahun. Temuan mengungkapkan tiga tema utama. Pertama, pendidik pria menunjukkan ketahanan dan kemampuan beradaptasi mereka dengan menggunakan berbagai mekanisme penanganan untuk menavigasi tantangan profesional dan sosial, termasuk bias gender dan skeptisisme orang tua. Kedua, meskipun menghadapi tantangan ini, mereka menyampaikan rasa kepuasan profesional yang mendalam dari pekerjaan mereka, menekankan gairah mereka dalam mendukung perkembangan holistik anak-anak muda dan komitmen mereka untuk merombak persepsi pendidik pria dalam pengaturan anak usia dini. Terakhir, hasilnya menekankan minat yang meningkat pada pendidik pria sebagai figur ayah yang esensial dan model peran pria positif, memperkuat kebutuhan akan inklusi gender yang lebih besar dalam pendidikan anak usia dini. Hasil menunjukkan bahwa pendidik pria mampu memberikan peluang dan pengalaman belajar yang sangat baik seperti rekan-rekan perempuan mereka. Pandangan dan metode mereka yang unik membantu menciptakan lingkungan belajar yang lebih beragam dan menarik. Studi ini menantang norma-norma gender tradisional dan mendukung tenaga kerja pendidikan anak usia dini yang lebih inklusif dan adil.
Menurut temuan, penelitian ini mengungkapkan bahwa pendidik pria dalam pendidikan anak usia dini terinspirasi untuk menantang stereotip dan merombak persepsi tradisional tentang peran pengasuhan dan pengasuhan yang secara historis didominasi oleh perempuan.Dengan secara aktif mengambil tanggung jawab ini, mereka membantu mengubah gagasan tentang maskulinitas, terutama keyakinan bahwa pendidik pria adalah pengasuh yang kurang peduli dalam pengaturan pendidikan anak usia dini.Namun, penelitian ini mengakui tantangan dan bias sosial yang terus-menerus yang menghambat penerimaan luas pendidik pria di bidang ini.Stereotip yang sangat mendalam seringkali menyebabkan pendidik pria menghadapi pemeriksaan, perasaan terisolasi, dan tekanan untuk terus menunjukkan kompetensi mereka.Hambatan ini menunjukkan kebutuhan akan advokasi berkelanjutan dan dukungan institusional untuk mendorong inklusi gender dalam pendidikan anak usia dini.Penelitian ini berkontribusi pada pemahaman teoritis dinamika gender dengan memperluas Teori Peran Sosial (Eagly & Woods, 2016) dan Teori Maskulinitas Hegemonik (Connell & Messerschmidt, 2005).Sementara Teori Peran Sosial menyarankan bahwa ekspektasi sosial memperkuat pengasuhan sebagai peran feminin, penelitian ini bertentangan dengan gagasan tersebut dengan menunjukkan bahwa pendidik pria secara aktif terlibat dalam perilaku pengasuhan, sehingga menantang asumsi tradisional.Selain itu, temuan memperluas Teori Maskulinitas Hegemonik dengan menggambarkan bagaimana pendidik pria menolak norma maskulinitas dominan yang menekankan otoritas dan ketidakterikatan emosional, sebaliknya memeluk perawatan dan empati sebagai bagian integral dari identitas profesional mereka.
Berdasarkan latar belakang, metode, hasil, keterbatasan, dan bagian saran penelitian lanjutan, berikut adalah saran penelitian lanjutan yang baru: Pertama, penelitian dapat mengeksplorasi bagaimana pendidik pria dapat meningkatkan keterlibatan orang tua dalam pendidikan anak usia dini. Penelitian ini dapat menyelidiki strategi yang digunakan pendidik pria untuk membangun hubungan yang kuat dengan orang tua dan bagaimana strategi ini dapat diterapkan di berbagai pengaturan pendidikan anak usia dini. Kedua, penelitian dapat menyelidiki dampak pendidik pria pada perkembangan sosial dan emosional anak-anak, terutama dalam konteks budaya yang berbeda. Studi ini dapat mengukur bagaimana peran pendidik pria dapat meningkatkan kesetaraan gender dan inklusi dalam pengaturan pendidikan anak usia dini. Terakhir, penelitian dapat menganalisis bagaimana pendidik pria dapat meningkatkan kualitas pembelajaran anak-anak melalui pendekatan pengajaran yang unik dan inovatif. Studi ini dapat mengidentifikasi strategi pengajaran yang efektif yang digunakan oleh pendidik pria dan bagaimana strategi ini dapat diterapkan di berbagai pengaturan pendidikan anak usia dini.
- Mind the Gap: Addressing Childcare Inequalities for Children and Caregivers | Columbia Social Work Review.... journals.library.columbia.edu/index.php/cswr/article/view/7591Mind the Gap Addressing Childcare Inequalities for Children and Caregivers Columbia Social Work Review journals library columbia edu index php cswr article view 7591
- Male teacher, female teacher: exploring childrenâs perspectives of teachersâ roles... tandfonline.com/doi/abs/10.1080/03004430802667005Male teacher female teacher exploring childrenyAAAos perspectives of teachersyAAAo roles tandfonline doi abs 10 1080 03004430802667005
- Phenomenology of Practice | Meaning-Giving Methods in Phenomenological. practice meaning methods skip... doi.org/10.4324/9781315422657Phenomenology of Practice Meaning Giving Methods in Phenomenological practice meaning methods skip doi 10 4324 9781315422657
| File size | 613.39 KB |
| Pages | 16 |
| DMCA | Report |
Related /
STAIALHIKMAHPARIANGANSTAIALHIKMAHPARIANGAN Respon guru dan siswa menunjukkan kepuasan tinggi, masing‑masing mencapai 97,5 % dan 93,75 % pada kuesioner. Oleh karena itu, media video berbasisRespon guru dan siswa menunjukkan kepuasan tinggi, masing‑masing mencapai 97,5 % dan 93,75 % pada kuesioner. Oleh karena itu, media video berbasis
LAKASPIALAKASPIA Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara semi-terstruktur, dan studi dokumen, serta dianalisis secara interaktif melalui reduksi data, penyajian,Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara semi-terstruktur, dan studi dokumen, serta dianalisis secara interaktif melalui reduksi data, penyajian,
MERCUBAKTIJAYAMERCUBAKTIJAYA Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini telah memberikan dampak positif terhadap peningkatan literasi digital dan kemampuan peserta dalam memanfaatkanKegiatan pengabdian kepada masyarakat ini telah memberikan dampak positif terhadap peningkatan literasi digital dan kemampuan peserta dalam memanfaatkan
UMPPUMPP Pengembangan aplikasi pembelajaran berbasis web untuk anak usia 6–7 tahun berhasil memenuhi kebutuhan pengguna dengan menyediakan materi membaca, menulis,Pengembangan aplikasi pembelajaran berbasis web untuk anak usia 6–7 tahun berhasil memenuhi kebutuhan pengguna dengan menyediakan materi membaca, menulis,
STIT ALKIFAYAHRIAUSTIT ALKIFAYAHRIAU Produk yang dihasilkan berupa media pembelajaran dari barang bekas yang dirancang untuk merangsang kemampuan berbahasa anak. Hasil penelitian menunjukkanProduk yang dihasilkan berupa media pembelajaran dari barang bekas yang dirancang untuk merangsang kemampuan berbahasa anak. Hasil penelitian menunjukkan
UNWUNW Implikasi praktis mengarah pada tiga rekomendasi: (1) pengembangan kurikulum berbasis kompetensi kepemimpinan yang fleksibel, (2) peningkatan kapasitasImplikasi praktis mengarah pada tiga rekomendasi: (1) pengembangan kurikulum berbasis kompetensi kepemimpinan yang fleksibel, (2) peningkatan kapasitas
STIT ALKIFAYAHRIAUSTIT ALKIFAYAHRIAU Anak-anak yang mengikuti kegiatan pembelajaran menggunakan ice breaking wire game menunjukkan peningkatan terhadap kemampuan fokus, durasi memperhatikanAnak-anak yang mengikuti kegiatan pembelajaran menggunakan ice breaking wire game menunjukkan peningkatan terhadap kemampuan fokus, durasi memperhatikan
UNMUNM Penelitian merekomendasikan strategi pembelajaran kolaboratif untuk anak-anak yang kesulitan mengenali huruf dan menekankan pentingnya menggunakan metodePenelitian merekomendasikan strategi pembelajaran kolaboratif untuk anak-anak yang kesulitan mengenali huruf dan menekankan pentingnya menggunakan metode
Useful /
LAKASPIALAKASPIA Nilai-nilai inti tasawuf seperti ikhlas, sabar, tawadhu, zuhud, dan muraqabah memperkaya pembelajaran berbasis nilai. Guru memainkan peran strategis dalamNilai-nilai inti tasawuf seperti ikhlas, sabar, tawadhu, zuhud, dan muraqabah memperkaya pembelajaran berbasis nilai. Guru memainkan peran strategis dalam
UNTAG SMDUNTAG SMD Faktor yang memengaruhi persepsi secara simultan meliputi umur, tingkat pendidikan, lama bermukim, lama menjadi anggota, dan pengetahuan. Secara parsial,Faktor yang memengaruhi persepsi secara simultan meliputi umur, tingkat pendidikan, lama bermukim, lama menjadi anggota, dan pengetahuan. Secara parsial,
LAKASPIALAKASPIA Overall, intercultural communication in Aceh emerges as an ongoing negotiation between openness to outsiders and the maintenance of local norms. PenelitianOverall, intercultural communication in Aceh emerges as an ongoing negotiation between openness to outsiders and the maintenance of local norms. Penelitian
UNTAG SMDUNTAG SMD Pegagan (Centella asiatica (L. ) Urban) adalah tanaman yang banyak digunakan dalam pengobatan tradisional untuk menyembuhkan berbagai penyakit. IdentifikasiPegagan (Centella asiatica (L. ) Urban) adalah tanaman yang banyak digunakan dalam pengobatan tradisional untuk menyembuhkan berbagai penyakit. Identifikasi