IPMAFAIPMAFA

Mu'ashir: Jurnal Dakwah dan Komunikasi IslamMu'ashir: Jurnal Dakwah dan Komunikasi Islam

Kemajuan teknologi menjadikan suatu kebutuhan manusia untuk mengekspresikan diri dan membentuk aktualisasi diri melalui media sosial TikTok, seperti berbagi konten lukisan di era modernisasi menjadi hal yang menarik. Tujuan penelitian ini ingin mengetahui eksistensi konten lukis dan personal branding melalui TikTok sebagai budaya populer. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan etnografi virtual model AMS (Analisis Media Siber) oleh Rulli Nasrullah, meliputi 4 level yaitu, ruang media, dokumen media, objek media, dan pengalaman media. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini melalui observasi dan dokumentasi pada akun TikTok @erikarichardo, @rhmatdraw, dan @dyssayangkamu. Hasil penelitian melalui model AMS ditemukan bahwa pemilihan TikTok menjadi pilihan yang baik sebagai media pengekspresian diri melalui konten lukis karena memiliki fitur yang beragam dan jangkauannya terbuka luas. Di era digitalisasi, membuat seni lukis sebagai bagian dari budaya populer memberikan kesempatan yang sangat baik bagi seorang seniman dan kreator seni lukis untuk membangun reputasi, membuat karya yang menarik, dikenal, dan disukai oleh banyak orang. Peneliti menemukan bahwa dunia nyata tidak jauh berbeda dengan yang digambarkan oleh media siber dibuktikan dengan interaksi antar pengguna di kolom komentar yang memberikan kesetujuan terkait makna konten yang diunggah.

Keberadaan konten lukis dalam media sosial TikTok tidak hanya mendapati keeksisan saja, akan tetapi terdapat banyak hal yang diperoleh.Dengan adanya membuat konten lukis di media sosial TikTok mampu membentuk reputasi seseorang, citra diri, atau biasa disebut dengan personal branding.Selain itu, dari adanya konten lukis ini juga mampu memberikan peluang dan banyak manfaat bagi seniman kreator untuk mendapatkan pendapatan ekonomi melalui TikTok.Selain itu, konten lukis memberikan motivasi baik kepada pengguna lain di TikTok.Namun, penting untuk tetap autentik dan konsisten saat menggunakan budaya populer agar personal branding yang dibangun terasa meyakinkan dan tidak terkesan dipaksakan.

Penelitian selanjutnya dapat mengkaji lebih dalam mengenai dampak konten lukisan di TikTok terhadap perkembangan minat seni lukis pada remaja urban. Selain itu, penelitian dapat dilakukan untuk mengeksplorasi strategi personal branding yang efektif bagi seniman lukis di platform TikTok, dengan fokus pada bagaimana memaksimalkan interaksi dengan pengikut dan memanfaatkan fitur kreatif yang tersedia. Lebih lanjut, penelitian dapat meneliti tentang bagaimana kolaborasi antar seniman lukis di TikTok dapat memperluas jangkauan dan pengaruh mereka, serta membangun jaringan yang kuat di komunitas seni digital.

  1. Konten Seni Lukis dalam TikTok sebagai Ekspresi Budaya Populer Remaja Urban | Mu'ashir: Jurnal Dakwah... doi.org/10.35878/muashir.v3i1.1420Konten Seni Lukis dalam TikTok sebagai Ekspresi Budaya Populer Remaja Urban Muashir Jurnal Dakwah doi 10 35878 muashir v3i1 1420
  2. Sage Research Methods - Virtual Ethnography. sage research methods virtual ethnography skip main content... doi.org/10.4135/9780857020277Sage Research Methods Virtual Ethnography sage research methods virtual ethnography skip main content doi 10 4135 9780857020277
  3. Sage Research Methods - Virtual Ethnography. sage research methods virtual ethnography skip main content... Doi.Org/10.4135/9780857020277Sage Research Methods Virtual Ethnography sage research methods virtual ethnography skip main content Doi Org 10 4135 9780857020277
Read online
File size491.07 KB
Pages12
DMCAReport

Related /

ads-block-test