UNDHARIUNDHARI

Dharmas Education Journal (DE_Journal)Dharmas Education Journal (DE_Journal)

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi nilai-nilai Aswaja An-Nahdliyah dalam menangkal radikalisme di Madrasah Tsanawiyah Riyadul Huda Majalengka, sebuah madrasah yang berbasis pesantren. Maraknya penyebaran paham radikalisme berbasis agama menuntut lembaga pendidikan, khususnya madrasah, berperan aktif dalam membangun karakter siswa yang moderat, toleran, dan cinta damai. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi nilai-nilai Aswaja, seperti tawasuth, tasamuh, tawazun, dan itidal, dilakukan melalui pembelajaran formal, pembiasaan dalam kehidupan sehari-hari di lingkungan madrasah, serta melalui kegiatan ekstrakurikuler. Implementasi ini berimplikasi positif dalam membentuk sikap keagamaan siswa yang moderat dan menumbuhkan ketahanan ideologis terhadap pengaruh paham radikal. Keberhasilan implementasi dipengaruhi oleh dukungan kuat dari pimpinan madrasah, guru Aswaja, serta lingkungan pesantren yang kondusif, meskipun masih menghadapi tantangan dalam penguatan pemahaman siswa secara berkelanjutan.

Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa implementasi nilai-nilai Aswaja An-Nahdliyah (tawasuth, tasamuh, tawazun, dan itidal) di MTs Riyadul Huda Majalengka berperan signifikan dalam menangkal radikalisme melalui tiga pendekatan utama.Pembelajaran formal yang mengintegrasikan nilai-nilai Aswaja dalam kurikulum, khususnya mata pelajaran Aswaja dengan metode diskusi kontekstual untuk membangun pemahaman moderat dan kritis terhadap isu radikalisme.Pembiasaan budaya madrasah melalui kegiatan sehari-hari (toleransi antar-siswa, penghormatan tradisi lokal, dan gotong royong) yang memperkuat internalisasi nilai-nilai inklusivitas dan kemanusiaan.Dukungan lingkungan pesantren sebagai ekosistem pendidikan yang kondusif, dengan kegiatan keagamaan (pengajian, dzikir bersama) sebagai media penguatan karakter siswa.Implikasi positif terlihat pada sikap siswa yang lebih terbuka, resisten terhadap narasi intoleran di media sosial, dan memiliki ketahanan ideologis.Namun, tantangan seperti keragaman latar belakang siswa dan pengaruh media sosial memerlukan strategi berkelanjutan, termasuk pelibatan orang tua dan literasi digital.

Untuk memperkuat implementasi nilai-nilai Aswaja dalam menangkal radikalisme, perlu ada strategi berkelanjutan yang melibatkan berbagai pihak. Pertama, madrasah dapat mengembangkan program literasi digital Islami untuk membantu santri menyaring informasi keagamaan secara kritis. Kedua, penting untuk meningkatkan kapasitas guru melalui pelatihan rutin, seminar, dan workshop agar mereka dapat menjawab tantangan ideologis kontemporer secara kontekstual dan argumentatif. Ketiga, madrasah dapat bekerja sama dengan ormas Islam, Lembaga Bahtsul Masail, dan LSM untuk memperkuat gerakan moderasi beragama dan pendidikan perdamaian. Dengan demikian, strategi ini akan memperkuat ketahanan ideologis siswa dan menciptakan lingkungan pendidikan yang lebih inklusif dan damai.

  1. A Model for Inclusive Education in Indonesia: The Lazuardi Global Islamic School | Jurnal Ilmu Sosial... journal.uinjkt.ac.id/jisi/article/view/33367A Model for Inclusive Education in Indonesia The Lazuardi Global Islamic School Jurnal Ilmu Sosial journal uinjkt ac jisi article view 33367
  2. Internalisasi Nilai Moderasi Beragama dan Implikasinya terhadap Sikap Toleransi Mahasiswa | Ashoumi |... doi.org/10.30998/sap.v7i3.15101Internalisasi Nilai Moderasi Beragama dan Implikasinya terhadap Sikap Toleransi Mahasiswa Ashoumi doi 10 30998 sap v7i3 15101
Read online
File size358.69 KB
Pages7
DMCAReport

Related /

ads-block-test