UNIVMEDUNIVMED

Universa MedicinaUniversa Medicina

Perubahan fisiologis dan imunologis pada lansia dapat berkontribusi terhadap komposisi dan pola mikrobiota usus, termasuk Escherichia coli, serta pola kepekaan antimikroba. Penelitian ini dilakukan untuk menilai pengaruh penuaan terhadap pertumbuhan Escherichia coli dan kerentanan terhadap beberapa antibiotik. Studi eksperimental laboratorium menggunakan 7 tikus Wistar muda (berusia 6 bulan) (YWR) dan 7 tikus Wistar tua (berusia 24 bulan) (OWR) sebagai subjek. Spesimen tinja tikus digunakan untuk mewakili subjek. Kepekaan antibiotik ditentukan menggunakan metode Kirby-Bauer. Uji t independen dan uji Mann-Whitney digunakan untuk menganalisis data. Semua spesimen feses yang dikumpulkan dari kedua kelompok menunjukkan pertumbuhan E. coli. YWR menunjukkan kepadatan rendah E. coli, sedangkan OWR menunjukkan peningkatan populasi E. coli yang signifikan secara statistik (p=0,001). Secara keseluruhan, isolat E. coli menunjukkan proporsi tinggi resistensi terhadap eritromisin (100%), ampisilin (86%), dan oksitetrasiklin (58%). Isolat dari YWR secara signifikan lebih resisten terhadap streptomisin (83% vs. 19%, p<0,001) dan tetrasiklin (47% vs. 3%, p<0,001) dibandingkan isolat dari OWR. Tikus Wistar muda juga memiliki tingkat resistensi yang lebih tinggi terhadap antibiotik yang paling sering digunakan, seperti ampisilin (97% vs. 76%, p<0,001).

coli di feses seiring dengan bertambahnya usia tikus Wistar.Selain itu, hasil uji kepekaan terhadap beberapa antibiotik menunjukkan bahwa usia tidak terkait dengan peningkatan populasi strain E.Dengan demikian, penuaan berperan dalam pertumbuhan E.coli, namun tidak secara langsung meningkatkan resistensi antibiotik pada strain tersebut.

Pertama, perlu dilakukan penelitian lanjutan untuk menyelidiki faktor internal seperti perubahan ekspresi gen atau hormon yang mungkin memengaruhi pertumbuhan E. coli pada tikus tua, mengingat bahwa pola resistensi antibiotik justru lebih rendah di kelompok usia tua meskipun populasi bakteri meningkat. Kedua, penting untuk mengevaluasi peran diet dan mikrobiota usus secara keseluruhan dalam konteks penuaan, dengan pendekatan metagenomik untuk melihat interaksi antar spesies bakteri yang bisa menjelaskan dominasi E. coli tanpa peningkatan resistensi. Ketiga, perlu dikaji apakah kondisi lingkungan yang terkontrol, seperti yang digunakan dalam penelitian ini, menekan evolusi strain resisten, sehingga studi perbandingan antara hewan laboratorium dan hewan liar berdasarkan usia dapat mengungkap dampak faktor eksternal terhadap perkembangan resistensi antibiotik seiring penuaan. Temuan dari ketiga arah penelitian ini dapat membantu memahami mekanisme dasar bagaimana penuaan memengaruhi dinamika kolonisasi bakteri dan membedakan pengaruh usia dari faktor risiko lain seperti penggunaan antibiotik atau kondisi klinis. Selain itu, penelitian semacam ini dapat memberikan dasar untuk intervensi dini dalam mengelola kesehatan mikrobiota usus pada populasi lanjut usia tanpa harus mengandalkan antibiotik.

  1. Universa Medicina. effects aging colony count antibiotic patterns escherichia coli isolated male wistar... univmed.org/ejurnal/index.php/medicina/article/view/1643Universa Medicina effects aging colony count antibiotic patterns escherichia coli isolated male wistar univmed ejurnal index php medicina article view 1643
Read online
File size443.99 KB
Pages9
DMCAReport

Related /

ads-block-test