UNIVMEDUNIVMED

Universa MedicinaUniversa Medicina

LATAR BELAKANG. Human immunodeficiency virus (HIV) adalah retrovirus yang menginfeksi sistem kekebalan tubuh manusia. Secara genetik HIV dibedakan menjadi HIV-1 dan HIV-2. HIV-1 diklasifikasikan kedalam 3 grup yaitu : M, N, dan O. Grup M dibagi menjadi 9 subtipe yaitu: A, B, C, D, F, G, H, J dan K. Pemetaan subtipe dapat menjadi rujukan dalam perkembangan epidemi HIV-1. Analisis filogenetik juga diperlukan untuk mengetahui asal-usul virus, distribusi geografis dan parameter pelacakan proses transmisi HIV pada area sampel. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan distribusi subtipe HIV-1 dan hubungan kekerabatan isolat HIV-1 Jayapura dengan isolat HIV GenBank berdasarkan fragmen gen envelope. . METODE. Sebuah rancangan potong lintang (cross sectional) dilakukan pada 36 subjek di Jayapura antara bulan Januari-Maret 2013. Sampel darah dianalisis menggunakan teknik reverse transcription polymerase chain reaction (RT-PCR), nested PCR dan dikonfirmasi dengan sekuensing. Analisis flogenetik dilakukan berdasarkan fragmen gen sampul (envelope) sepanjang 400 pasangan basa (bp). Hasil dianalisis dengan program Bioedit dan MEGA 5.1.. . HASIL. Dua subtipe ditemukan di Kabupaten Jayapura. 31 pasien (86.1%) CRF01_AE dan 5 pasien (13.9%) subtipe B. Analisis filogenetik menunjukkan hubungan antara CRF01_AE Jayapura dengan Singapura dan Thailand, sedangkan subtipe B dari Jayapura memiliki hubungan dengan isolat dari Amerika dan Inggris.

Penelitian ini merefleksikan introduksi independen beberapa strain HIV-1 ke Papua, melalui penyebaran cepat dengan mayoritas pasien yang terinfeksi strain HIV-1 adalah CRF01_AE.

Saran penelitian lanjutan: pertama, lakukan studi kualitatif mengenai norma dan praktik perilaku seksual di masyarakat Papua, agar dapat merancang program edukasi yang lebih tepat sasaran. Kedua, evaluasi resistensi obat antiretrovirus pada pasien HIV-1 subtipe CRF01_AE dan B di Jayapura, menggunakan teknik sequencing gen virus, untuk memantau potensi resistensi yang dapat memengaruhi terapi. Ketiga, laksanakan survei longitudinal subtipe HIV-1 di provinsi Papua secara reguler (setiap dua tahun) untuk menilai dinamika penyebaran dan dampak faktor mobilitas penduduk serta pergerakan perdagangan obat terlarang. Penelitian ketiga akan memerlukan integrasi data epidemiologi, geografis dan genetika, sehingga dapat memberikan dasar bagi kebijakan kesehatan setempat. Hasil dari ketiga studi ini diharapkan dapat memperluas pemahaman tentang faktor penyebaran HIV di Papua dan mengarahkan intervensi yang lebih efektif. Penelitian kualitatif dapat menggunakan wawancara mendalam dan focus group discussion untuk menangkap persepsi komunitas tentang HIV. Sementara analisis resistensi obat dapat memanfaatkan panel genotipe protease dan reverse transcriptase virus untuk menilai tingkat resistensi. Survei longitudinal akan mengumpulkan data demografis, perilaku risiko, serta hasil genotipe virus setiap partisipan untuk mendeteksi perubahan subtipe. Integrasi data ini akan memudahkan pembuatan peta transmisi yang akurat dan membantu menyesuaikan strategi pengendalian di wilayah frontier.

  1. #sectio caesarea#sectio caesarea
  2. #provinsi papua#provinsi papua
Read online
File size109.58 KB
Pages9
Short Linkhttps://juris.id/p-18w
Lookup LinksGoogle ScholarGoogle Scholar, Semantic ScholarSemantic Scholar, CORE.ac.ukCORE.ac.uk, WorldcatWorldcat, ZenodoZenodo, Research GateResearch Gate, Academia.eduAcademia.edu, OpenAlexOpenAlex, Hollis HarvardHollis Harvard
DMCAReport

Related /

ads-block-test