IAIN CURUPIAIN CURUP

Jurnal Dakwah dan KomunikasiJurnal Dakwah dan Komunikasi

Dakwah sebagai pilar Islam dalam menyampaikan wahyu Allah harus diartikan secara luas, materi dakwah tidak hanya terkait hal-hal pokok (tauhid) tetapi juga menyangkut kelestarian alam dan kesejahteraan umat (masyarakat). Hutan harus dikelola secara bersama-sama antara masyarakat dan pemerintah sehingga terjaga kelestariannya, sementara masyarakat yang tinggal di sekitarnya tersejahterakan. Penelitian ini bercorak field research dengan jenis penelitian kualitatif, Metode penelitian yang digunakan adalah action research atau kaji tindak dengan pendekatan participatory, pendekatan ini menekankan pentingnya proses dialog dalam penelitian. Dalam hal ini dapat dilihat bagaimana konsep dakwah dalam pemeliharaan dan pemberdayaan masyarakat di sekitar hutan di kabupaten kerinci.

Dari pembahasan di atas dapat disimpulkan bahwa, kerusakan hutan di Indonesia sudah mencapai titik yang parah, karena kegiatan illegal logging dan sebagainya.Guna mengatasi hal tersebut, sudah saatnya negara menjalankan sistem co-management (pengelolaan bersama) antara pemerintah dan masyarakat sehingga kepentingan seluruh kelompok terakomodir, dalam arti kata hutan terjaga, masyarakat sejahtera.Dalam hal ini konsep dakwah dan pengembangan masyarakat perlu sekali di terapkan, walaupun pelaksanaan dilakukan oleh pemerintah, namun secara umum konsep dakwah dan pengembangan masyarakat bertujuan untuk menjadikan masyarakat sejahtera sesuai dengan tuntunan dakwah.

Penelitian ini telah menunjukkan bahwa pengelolaan hutan di Kabupaten Kerinci menghadapi tantangan kompleks, terutama antara keberlanjutan konservasi dan pemberdayaan masyarakat. Mengembangkan pemahaman yang lebih dalam tentang isu-isu ini sangatlah krusial. Oleh karena itu, ada beberapa arah penelitian lanjutan yang menarik. Pertama, perlu diselidiki secara mendalam bagaimana model pengelolaan hutan yang berbasis pada kearifan lokal masyarakat adat, seperti Hutan Hak Adat yang terbukti efektif dalam konservasi karena kepemimpinan karismatik dan kepatuhan adat, dapat diintegrasikan dengan metode pemberdayaan masyarakat modern untuk menciptakan struktur organisasi yang lebih adaptif, mendorong spesialisasi kerja, dan mengembangkan kapasitas sumber daya manusia secara mandiri, sehingga tidak hanya menjaga kelestarian hutan tetapi juga meningkatkan kesejahteraan masyarakat tanpa ketergantungan pada garis keturunan semata. Studi ini dapat mengidentifikasi elemen-elemen kunci dari kearifan lokal yang dapat diperkuat dengan prinsip manajemen partisipatif. Kedua, penelitian selanjutnya dapat fokus pada evaluasi efektivitas berbagai pendekatan dakwah dalam menanamkan kesadaran ekologis yang kuat di kalangan masyarakat. Hal ini penting untuk mengubah pandangan masyarakat dari interaksi transaksional terhadap hutan menjadi hubungan yang didasari pada nilai-nilai kelestarian dan tanggung jawab, terutama bagi kelompok yang selama ini terbiasa dengan insentif proyek jangka pendek. Ketiga, perlu adanya kajian komprehensif mengenai kerangka kebijakan dan mekanisme pendanaan berkelanjutan yang dapat diterapkan pemerintah daerah serta pihak terkait lainnya, dengan tujuan memastikan program co-management hutan berjalan konsisten, tidak terhenti ketika dukungan dana dari pihak eksternal berkurang, dan mampu mengembangkan model penguatan kapasitas lembaga lokal secara kontinu melalui pendidikan dan pelatihan yang relevan. Dengan demikian, kita bisa merancang strategi pengelolaan hutan yang lebih tangguh dan berpihak pada masyarakat.

Read online
File size722.52 KB
Pages15
DMCAReport

Related /

ads-block-test