UINFASBENGKULUUINFASBENGKULU

Manthiq : Jurnal Filsafat Agama dan Pemikiran IslamManthiq : Jurnal Filsafat Agama dan Pemikiran Islam

Pembahasan tentang Roh adalah pembahasan yang tidak terlepas dari metafisika. Metafisika adalah bagian dari filsafat ilmu yang mempelajari di balik realitas. Metafisika merupakan bagian falsafah tentang hakikat yang ada di balik fisika (yang nampak). Dalam kenyataannya konsep metafisika ketuhanan ini kurang dipahami oleh penganut aliran tauhid itu sendiri, bahkan oleh umat Islam itu sendiri. Umat Islam, maupun penganut aliran tauhid ini masih terpaku dalam tataran konsep secara tersurat dan bukan tersirat, sehingga banyak dipahami dengan menggunakan akal (aqli) dan bukan dengan jiwa (naqli). Hal ini menyebabkan jiwa ketauhidan seseorang dari umat islam dan juga penganut tauhid masih diragukan, sehingga mempengaruhi kemampuan mereka dalam merefleksikan ketauhidan di lingkungan mereka, sehingga pencerahan mengenai ketauhidan menjadi berkurang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisa bagaimana cara meningkatkan ketauhidan umat Islam dan juga penganut aliran tauhid itu sendiri. Adapun metode penelitian yang diterapkan adalah deskriptif kualitatif dengan studi dokumentasi, dimana teknik pengumpulan data dengan menggunakan studi dokumentasi. Sesuai dengan hasil penelitian yang ada, maka dapat disimpulkan bahwa ada beberapa cara yang dilakukan untuk memperkenalkan ajaran tauhid kepada umat Islam dan penganut aliran tauhid, dimana cara tersebut adalah dengan melaksanakan pendidikan agama dan teologi, melakukan sosialisasi terhadap nilai-nilai tauhid, melakukan praktek ibadah secara konsisten, studi al-qur‟an dan hadits, meningkatkan kesadaran dan kebersihan hati, menghindari bid‟ah dan kesesatan, menjabarkan tauhid di media sosial dan dakwah, serta melakukan diskusi dan dialog agama.

Penelitian ini menyimpulkan bahwa terdapat berbagai cara untuk meningkatkan ketauhidan umat Islam dan penganut aliran tauhid.Cara-cara tersebut meliputi pelaksanaan pendidikan agama dan teologi, sosialisasi nilai-nilai tauhid, praktik ibadah yang konsisten, studi Al-Quran dan Hadits, peningkatan kesadaran dan kebersihan hati, menghindari bidah dan kesesatan, penyebaran tauhid melalui media sosial dan dakwah, serta diskusi dan dialog agama.Kadirun Yahya, juga menjadi bagian penting dalam memahami dan mengamalkan metafisika ketuhanan.Dengan demikian, diharapkan umat Islam dapat lebih memahami dan mengamalkan ajaran tauhid secara mendalam.

Berdasarkan penelitian ini, beberapa saran penelitian lanjutan dapat diajukan. Pertama, perlu dilakukan penelitian lebih mendalam mengenai pengaruh pengamalan tarekat terhadap peningkatan kualitas spiritual dan pemahaman ketauhidan pada umat Islam. Penelitian ini dapat menggunakan pendekatan etnografi untuk memahami secara komprehensif praktik dan pengalaman spiritual dalam konteks tarekat. Kedua, penelitian selanjutnya dapat fokus pada pengembangan model pendidikan agama yang lebih efektif dalam menanamkan nilai-nilai tauhid secara holistik, tidak hanya pada aspek akal (aqli) tetapi juga pada aspek jiwa (naqli). Model ini dapat mengintegrasikan pendekatan sufistik dan metode pembelajaran modern untuk mencapai hasil yang optimal. Ketiga, penelitian perlu dilakukan untuk mengeksplorasi peran media sosial dan platform digital lainnya dalam menyebarkan ajaran tauhid yang autentik dan melawan narasi-narasi yang menyesatkan. Penelitian ini dapat menganalisis strategi komunikasi yang efektif dan etis untuk menjangkau audiens yang lebih luas, terutama generasi muda, serta mengidentifikasi potensi disinformasi dan cara mengatasinya. Penelitian-penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi signifikan dalam memperkuat pemahaman dan pengamalan tauhid di kalangan umat Islam, serta meningkatkan kualitas spiritual dan moralitas masyarakat secara keseluruhan.

Read online
File size513.91 KB
Pages6
DMCAReport

Related /

ads-block-test