BALIMEDICALJOURNALBALIMEDICALJOURNAL
BMJBMJPengobatan mandiri dengan antibiotik merupakan praktik umum di masyarakat yang berkontribusi pada penggunaan yang tidak tepat dan resistensi antimikroba. Meskipun kebijakan regulasi di Arab Saudi membatasi penjualan antibiotik tanpa resep, akses di tingkat komunitas tetap relatif mudah, dan penyalahgunaan tetap dilaporkan. Studi ini bertujuan untuk menaksir prevalensi pengobatan mandiri antibiotik pada orang dewasa di Arab Saudi dan mengidentifikasi prediktor demografis, perilaku, dan persepsi yang terkait. Metode: Survei potong lintang online dilakukan pada orang dewasa berusia ≥18 tahun di Arab Saudi. Kuesioner terstruktur mengevaluasi karakteristik sosiodemografis, akses kesehatan, pengetahuan antibiotik, persepsi, dan perilaku pengobatan mandiri. Statistik deskriptif menyimpulkan karakteristik sampel. Analisis bivariat (χ², uji t, korelasi point-biserial) memeriksa keterkaitan kasar, dan regresi logistik multivariable mengidentifikasi prediktor independen. Keandalan internal dinilai menggunakan alpha Cronbach, dan diagnostik model termasuk faktor inflasi varians (VIF), uji kecocokan Hosmer–Lemeshow, dan R² Nagelkerke. Hasil: Total 523 responden berpartisipasi; 42,1% melaporkan menggunakan antibiotik tanpa resep dalam 12 bulan terakhir. Individu yang melakukan pengobatan mandiri memiliki skor pengetahuan antibiotik yang jauh lebih rendah dibandingkan non-pengguna (rata-rata 1,74 vs. 2,28; p < 0,001). Setelah penyesuaian, pengetahuan yang lebih tinggi tetap melindungi (aOR = 0,73, 95% CI 0,58–0,91), sementara persepsi antibiotik mudah diperoleh meningkatkan kemungkinan hampir dua kali lipat (aOR = 1,89, 95% CI 1,20–2,97). Dukungan untuk regulasi yang lebih ketat terkait dengan kemungkinan yang lebih rendah untuk pengobatan mandiri (aOR = 0,58, 95% CI 0,36–0,92). Diagnostik model menunjukkan tidak ada multikolinearitas (semua VIF < 2,0) dan kecocokan model yang memadai (Hosmer–Lemeshow p = 0,47). Temuan konsisten di antara subkelompok gender dan pendidikan. Kesimpulan: Pengobatan mandiri dengan antibiotik tetap luas di kalangan orang dewasa di Arab Saudi. Pengetahuan, persepsi aksesibilitas, dan sikap regulasi adalah determinan utama penyalahgunaan. Penguatan kesadaran publik, peningkatan penegakan kebijakan berbasis resep, dan dukungan pengelolaan antimikroba berbasis komunitas dapat membantu mengurangi penggunaan antibiotik yang tidak tepat.
Pengobatan mandiri antibiotik tetap menjadi masalah signifikan di Arab Saudi, dipengaruhi oleh pengetahuan rendah, akses mudah, dan kurangnya penegakan kebijakan.Intervensi perlu mengintegrasikan komponen pendidikan, regulasi, dan perilaku, didukung oleh apoteker, klinisi, dan inisiatif kesehatan digital.Strategi nasional yang berkelanjutan, berdasarkan bukti lokal dan global, diperlukan untuk mengurangi penyalahgunaan antibiotik dan mempertahankan efektivitas antimikroba.
Penelitian lanjutan perlu mengkaji dampak program pendidikan berbasis komunitas terhadap pengetahuan antibiotik dan perilaku pengobatan mandiri. Selain itu, studi tentang peran apoteker dalam mengurangi penyalahgunaan antibiotik melalui edukasi dan pengawasan distribusi diperlukan. Terakhir, analisis kebijakan regulasi yang lebih ketat perlu dilakukan untuk mengevaluasi efektivitasnya dalam mengurangi akses antibiotik tanpa resep di tingkat masyarakat.
- Self-Medication Practices Among the General Population in Al-Baha City, Saudi Arabia: A Cross-Sectional... doi.org/10.7759/cureus.50810Self Medication Practices Among the General Population in Al Baha City Saudi Arabia A Cross Sectional doi 10 7759 cureus 50810
- Prevalence of diabetic retinopathy among diabetes mellitus type 2 patients at Diabetes Center of Sanglah... doi.org/10.15562/ism.v9i1.155Prevalence of diabetic retinopathy among diabetes mellitus type 2 patients at Diabetes Center of Sanglah doi 10 15562 ism v9i1 155
- Self-medication practice among adults in Kingdom of Saudi Arabia. self medication practice adults kingdom... doi.org/10.5114/amscd/173135Self medication practice among adults in Kingdom of Saudi Arabia self medication practice adults kingdom doi 10 5114 amscd 173135
- Association between Awareness on Antibiotic Resistance and Antibiotic Misuse Among Saudi University Students.... doi.org/10.2174/1874944502114010545Association between Awareness on Antibiotic Resistance and Antibiotic Misuse Among Saudi University Students doi 10 2174 1874944502114010545
| File size | 652.02 KB |
| Pages | 9 |
| DMCA | Report |
Related /
UHTUHT Temuan ini memberi masukan berharga bagi pemangku kepentingan di bidang kesehatan dalam merancang strategi promosi kesehatan yang efektif guna meningkatkanTemuan ini memberi masukan berharga bagi pemangku kepentingan di bidang kesehatan dalam merancang strategi promosi kesehatan yang efektif guna meningkatkan
POLKESBANPOLKESBAN Pencarian literatur dilakukan melalui PubMed, ScienceDirect, SpringerLink, SagePub, dan Google Scholar untuk artikel yang diterbitkan antara Januari 2020Pencarian literatur dilakukan melalui PubMed, ScienceDirect, SpringerLink, SagePub, dan Google Scholar untuk artikel yang diterbitkan antara Januari 2020
POLKESBANPOLKESBAN Oleh karena itu, strategi pengendalian konsumsi SSB sebaiknya tidak hanya fokus pada substitusi dengan ASB, tetapi pada pembatasan konsumsi keduanya secaraOleh karena itu, strategi pengendalian konsumsi SSB sebaiknya tidak hanya fokus pada substitusi dengan ASB, tetapi pada pembatasan konsumsi keduanya secara
POLKESBANPOLKESBAN Kriteria sampel responden melakukan pemeriksaan antenatal minimal 6 kali selama kehamilan. Ibu memiliki buku KIA yang mencatat tekanan darah, berat badanKriteria sampel responden melakukan pemeriksaan antenatal minimal 6 kali selama kehamilan. Ibu memiliki buku KIA yang mencatat tekanan darah, berat badan
POLITEKNIKYAKPERMASPOLITEKNIKYAKPERMAS Pemeriksaan kadar timbal darah dilakukan dengan Inductively Coupled Plasma-Optical Emission Spectroscopy (ICP-OES) dan kadar besi serum menggunakan metodePemeriksaan kadar timbal darah dilakukan dengan Inductively Coupled Plasma-Optical Emission Spectroscopy (ICP-OES) dan kadar besi serum menggunakan metode
JURNALSENIORJURNALSENIOR Evaluasi menunjukkan ketepatan indikasi (100%), ketepatan pasien (100%), ketepatan pemilihan obat (100%), ketepatan dosis (95,31%), dan ketepatan waktuEvaluasi menunjukkan ketepatan indikasi (100%), ketepatan pasien (100%), ketepatan pemilihan obat (100%), ketepatan dosis (95,31%), dan ketepatan waktu
UYMUYM Analisis frekuensi konsumsi ikan menunjukkan bahwa sebagian besar balita (68,7%) memiliki konsumsi ikan yang memadai. Hasil uji korelasi Rank SpearmanAnalisis frekuensi konsumsi ikan menunjukkan bahwa sebagian besar balita (68,7%) memiliki konsumsi ikan yang memadai. Hasil uji korelasi Rank Spearman
STIKES MAJAPAHITSTIKES MAJAPAHIT Rancang bangun yang digunakan pada penelitian ini menggunakan cara potong lintang (cross sectional). Penelitian ini populasinya seluruh perawat di RuangRancang bangun yang digunakan pada penelitian ini menggunakan cara potong lintang (cross sectional). Penelitian ini populasinya seluruh perawat di Ruang
Useful /
LAMINTANGLAMINTANG Usability testing using the Post-Study System Usability Questionnaire (PSSUQ) with 30 participants yielded a mean score of 4. 45 out of 5, indicating aUsability testing using the Post-Study System Usability Questionnaire (PSSUQ) with 30 participants yielded a mean score of 4. 45 out of 5, indicating a
UNISLAUNISLA This research investigated the effectiveness of the board race game in improving students vocabulary comprehension. Employing a pre-experimental designThis research investigated the effectiveness of the board race game in improving students vocabulary comprehension. Employing a pre-experimental design
STIE MUTTAQIENSTIE MUTTAQIEN Dimensi EPIC menjelaskan 40,8% keputusan pembelian, sementara 59,2% sisanya dipengaruhi oleh variabel di luar penelitian. Penelitian ini menemukan bahwaDimensi EPIC menjelaskan 40,8% keputusan pembelian, sementara 59,2% sisanya dipengaruhi oleh variabel di luar penelitian. Penelitian ini menemukan bahwa
STIKES MAJAPAHITSTIKES MAJAPAHIT Hasil penelitian ini berdasarkan pekerjaan sebagian besar akseptor bekerja tidak tepat kunjungan ulang sebanyak 34 akseptor (52%) dan rata-rata pengetahuanHasil penelitian ini berdasarkan pekerjaan sebagian besar akseptor bekerja tidak tepat kunjungan ulang sebanyak 34 akseptor (52%) dan rata-rata pengetahuan