ALMAATAALMAATA
Jurnal Gizi dan Dietetik Indonesia (Indonesian Journal of Nutrition and Dietetics)Jurnal Gizi dan Dietetik Indonesia (Indonesian Journal of Nutrition and Dietetics)Latar Belakang: Faktor risiko anemia pada remaja obesitas meningkat dengan adanya gangguan homeostasis besi yang terjadi, ditandai dengan kadar feritin dan kadar hepcidin tinggi namun kadar hemoglobin rendah yang disebabkan oleh adanya inflamasi kronik derajat ringan terkait obesitas. Tujuan: Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui hubungan antara obesitas, faktor perantara yang memengaruhi, dan kejadian anemia pada remaja usia 12-15 tahun di SMP di Kota Yogyakarta. Metode: Penelitian yang dilakukan adalah penelitian observasional dengan rancangan penelitian potong lintang pada 68 siswa SMP di Kota Yogyakarta yang mempunyai status gizi normal dan obesitas. Pengukuran tinggi badan, berat badan, indeks massa tubuh, kadar hepcidin, kadar feritin, kadar hemoglobin, dan penilaian asupan zat gizi responden dilakukan dalam satu kurun waktu yang hampir bersamaan. Hasil: Persentase anemia pada kelompok normal sebesar 15,15% sedangkan pada kelompok obesitas sebesar 2,85%. Pada penelitian ini, tidak terdapat perbedaan secara signifikan pada prevalensi anemia antara remaja status gizi normal dan obesitas (p=0,074). Median data kadar hemoglobin pada kelompok normal 14,2 g/dl dan kelompok obesitas 14,5 g/dl. Kadar feritin pada kelompok obesitas lebih tinggi secara signifikan dibandingkan dengan kelompok normal, masing-masing 9,7 ng/ml pada kelompok normal, 11,59 ng/ml pada kelompok obesitas sedang dan 15,81 ng/ml kelompok obesitas berat. Terdapat perbedaan signifikan pada kadar leukosit pada kedua kelompok responden (p=0,0443), namun tidak terdapat perbedaan signifikan pada kadar hepcidin (p=0,511). Tidak terdapat korelasi antara kadar hepcidin dan feritin pada seluruh responden (p=0,396), serta terdapat korelasi positif tingkat rendah antara kadar feritin dan hemoglobin pada seluruh responden (p=0,0008).
Terjadi proses inflamasi kronis derajat ringan pada kelompok obesitas, namun tidak terjadi gangguan metabolisme besi akibat inflamasi.Penelitian lebih lanjut dibutuhkan untuk menggali hubungan anemia dengan obesitas di masa dewasa.
Penelitian selanjutnya dapat dilakukan secara longitudinal untuk memantau perubahan status gizi, kadar hepcidin, serta indikator inflamasi seperti leukosit dan CRP pada remaja selama periode transisi menuju dewasa, guna mengidentifikasi apakah inflamasi kronis pada obesitas berkontribusi pada perkembangan anemia di usia dewasa. Selain itu, studi dengan desain kasus‑kontrol atau kohort yang melibatkan sampel dengan variasi tingkat keparahan obesitas, termasuk kategori superobesitas, serta pengukuran komposisi lemak tubuh secara akurat, dapat mengevaluasi pengaruh massa lemak dan durasi paparan inflamasi terhadap regulasi hepcidin dan metabolisme besi. Selanjutnya, uji coba intervensi yang menggabungkan suplementasi zat besi dengan strategi pengurangan inflamasi, misalnya melalui program diet anti‑inflamasi atau latihan fisik terstruktur, dapat menilai efektivitas kombinasi tersebut dalam memperbaiki status hemoglobin dan mengurangi prevalensi anemia pada remaja obesitas. Penelitian-penelitian ini diharapkan dapat menjawab pertanyaan-pertanyaan kritis mengenai mekanisme hubungan antara obesitas, inflamasi, dan anemia, serta memberikan dasar ilmiah bagi kebijakan kesehatan publik.
| File size | 282.69 KB |
| Pages | 9 |
| DMCA | Report |
Related /
POLTEKKES SMGPOLTEKKES SMG Penelitian ini merupakan scoping review berdasarkan pedoman PRISMA-ScR. Pencarian literatur dilakukan pada PubMed, Scopus, ScienceDirect, dan Google ScholarPenelitian ini merupakan scoping review berdasarkan pedoman PRISMA-ScR. Pencarian literatur dilakukan pada PubMed, Scopus, ScienceDirect, dan Google Scholar
UNIBAUNIBA Indeks Massa Tubuh (IMT) tidak menunjukkan hubungan yang signifikan dengan kejadian hernia inguinalis. Pekerjaan menunjukkan hubungan yang signifikan,Indeks Massa Tubuh (IMT) tidak menunjukkan hubungan yang signifikan dengan kejadian hernia inguinalis. Pekerjaan menunjukkan hubungan yang signifikan,
JOURNALMPCIJOURNALMPCI Analisis data menggunakan uji Spearman menunjukkan nilai Sig. (2‑tailed) = 0,033, yang mengindikasikan adanya hubungan signifikan antara pola konsumsiAnalisis data menggunakan uji Spearman menunjukkan nilai Sig. (2‑tailed) = 0,033, yang mengindikasikan adanya hubungan signifikan antara pola konsumsi
JOURNALMPCIJOURNALMPCI Jumlah sampel adalah 36 orang dengan teknik purposive sampling. Hasil menunjukkan tidak ada perbedaan signifikan (p > 0,05) kadar hemoglobin antara ibuJumlah sampel adalah 36 orang dengan teknik purposive sampling. Hasil menunjukkan tidak ada perbedaan signifikan (p > 0,05) kadar hemoglobin antara ibu
LARPAINSTITUTELARPAINSTITUTE Setelah sesi pendidikan kesehatan, terjadi peningkatan yang signifikan, dengan 12 peserta (80%) berhasil menjawab pertanyaan posttest dengan benar. HalSetelah sesi pendidikan kesehatan, terjadi peningkatan yang signifikan, dengan 12 peserta (80%) berhasil menjawab pertanyaan posttest dengan benar. Hal
LARPAINSTITUTELARPAINSTITUTE Penelitian ini berfokus pada anemia berat pada wanita hamil trimester ketiga, mengkaji prevalensi, penyebab, dan intervensi yang efektif. Temuan menunjukkanPenelitian ini berfokus pada anemia berat pada wanita hamil trimester ketiga, mengkaji prevalensi, penyebab, dan intervensi yang efektif. Temuan menunjukkan
JURNALEMPATHYJURNALEMPATHY Anemia juga berisiko menyebabkan komplikasi kehamilan dan kematian maternal. Tujuan penelitian ini adalah memberikan penyuluhan dan deteksi dini anemiaAnemia juga berisiko menyebabkan komplikasi kehamilan dan kematian maternal. Tujuan penelitian ini adalah memberikan penyuluhan dan deteksi dini anemia
AKPERAKPER Disarankan pada ibu hamil dengan status ekonomi yang berisiko untuk rutin melakukan kunjungan antenatal, mendapatkan pendidikan kesehatan agar dapat mengkomsumsiDisarankan pada ibu hamil dengan status ekonomi yang berisiko untuk rutin melakukan kunjungan antenatal, mendapatkan pendidikan kesehatan agar dapat mengkomsumsi
Useful /
UNIBAUNIBA Faktor utama yang berkontribusi terhadap kejadian keputihan adalah pengetahuan dan perilaku vaginal hygiene. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahuiFaktor utama yang berkontribusi terhadap kejadian keputihan adalah pengetahuan dan perilaku vaginal hygiene. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui
UNIBAUNIBA Diketahui bukan korban perundungan sebanyak 51,1% dan 48,9% korban perundungan. Sebanyak 46,6% memiliki gejala depresi normal‑ringan, 29,8% mengalamiDiketahui bukan korban perundungan sebanyak 51,1% dan 48,9% korban perundungan. Sebanyak 46,6% memiliki gejala depresi normal‑ringan, 29,8% mengalami
APTKLHIAPTKLHI NILAI PENTING PEMANFAATAN BUAH HUTAN DI MASYARAKAT BATAK TOBA. Komunitas Batak Toba yang mayoritas bermukim di sekitar hutan mengkonsumsi buah-buahan diNILAI PENTING PEMANFAATAN BUAH HUTAN DI MASYARAKAT BATAK TOBA. Komunitas Batak Toba yang mayoritas bermukim di sekitar hutan mengkonsumsi buah-buahan di
ALMAATAALMAATA Yogurt bengkuang probiotik lebih efektif dalam memodifikasi profil lipid secara positif. Yogurt bengkuang probiotik dapat digunakan sebagai terapi komplementerYogurt bengkuang probiotik lebih efektif dalam memodifikasi profil lipid secara positif. Yogurt bengkuang probiotik dapat digunakan sebagai terapi komplementer