UNIBAUNIBA

Zona Kedokteran: Program Studi Pendidikan Dokter Universitas BatamZona Kedokteran: Program Studi Pendidikan Dokter Universitas Batam

Stres kerja merupakan salah satu faktor yang dapat memengaruhi kesehatan fisik pekerja. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara tingkat stres kerja dengan gangguan kesehatan fisik pada pekerja PT. X Batam. Penelitian menggunakan desain potong lintang (cross sectional) dengan sampel sebanyak 42 responden yang dipilih melalui purposive sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner DASS-30 serta observasi, kemudian dianalisis dengan uji chi-square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden mengalami gangguan kesehatan fisik, yaitu gangguan kardiovaskular (76,2%), gangguan tidur (81%), gangguan pencernaan (90,5%), gangguan muskuloskeletal (59,5%), dan penurunan sistem kekebalan tubuh (88,1%). Uji statistik menunjukkan adanya hubungan signifikan antara tingkat stres kerja dengan kelima jenis gangguan kesehatan tersebut (p < 0,05), dengan hubungan paling kuat terlihat pada gangguan pencernaan. Penelitian ini menegaskan pentingnya manajemen stres kerja sebagai upaya pencegahan gangguan kesehatan fisik dan peningkatan kesejahteraan pekerja.

Sebagian besar (90,5%) responden mengalami gangguan kesehatan fisik, terutama gangguan pencernaan, diikuti oleh gangguan kardiovaskular, tidur, muskuloskeletal, dan penurunan sistem kekebalan tubuh.Analisis menunjukkan adanya hubungan signifikan antara tingkat stres kerja dengan semua jenis gangguan kesehatan tersebut (p < 0,05), dengan stres sedang memberikan pengaruh paling kuat pada gangguan pencernaan.Oleh karena itu, manajemen stres kerja diperlukan sebagai strategi pencegahan untuk meningkatkan kesejahteraan pekerja.

Penelitian lanjutan dapat mengeksplorasi (1) bagaimana perubahan tingkat stres kerja selama periode waktu yang lebih panjang memengaruhi munculnya gangguan kesehatan fisik, sehingga diperlukan studi longitudinal untuk menilai efek jangka panjang; (2) efektivitas program intervensi manajemen stres yang terintegrasi, misalnya pelatihan coping dan kebijakan organisasi, dalam menurunkan prevalensi gangguan kesehatan, dengan desain percobaan terkontrol; dan (3) peran faktor organisasi seperti beban kerja, dukungan sosial, serta kebijakan kesejahteraan dalam memoderasi hubungan antara stres dan kesehatan, yang dapat dipelajari melalui survei multi‑site pada perusahaan sejenis. Kombinasi ketiga pendekatan ini diharapkan dapat memberikan pemahaman komprehensif serta panduan praktis bagi manajemen perusahaan dalam menciptakan lingkungan kerja yang lebih sehat.

Read online
File size192.37 KB
Pages5
DMCAReport

Related /

ads-block-test