UMSBUMSB

Menara MedikaMenara Medika

Latar belakang: Kompetensi perawat dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor, salah satunya dalah empowerment dari kepala ruangan. Empowerment yang dimaksud dalam hal ini adalah bagaimana kepala ruangan mengkondsikan iklim dan budaya kerja di ruangan yang dapat meningkatkan kompetensi perawat. Literatur yang ada tentang topik ini masih sangat bervasiasi, oleh karenanya dibutuhkan systematic review untuk mengetahui empowerment yang spesifik dilakukan kepala ruangan berdasarkan bukti-bukti ilmiah yang telah dipublikasikan. Tujuan: Untuk mengetahui bagaimana empowerment kepala ruangan dalam mempengaruhi kompetensi perawat pelaksana di rumah sakit.Metode: Melakukan tinjauan literatur secara sistematis dari tahun 2013 sampai dengan 2023. Data dikumpulkan dari 6 database (EMBASE, EBSCOHost, Sage Journals, ScienceDirect, Scopus, dan PubMed), dengan menggunakan kata kunci empowerment, empowerment of head nurse, dan empowerment AND head nurse. Studi literatur terbatas hanya pada literatur yang berbahasa Inggris, serta literatur yang memiliki abstrak dan full text. Systematic review disusun dengan menggunakan PRISMA. Kualitas artikel yang dihasilkan dinilai dengan menggunakan JBI critical appraisal tools.Hasil: Terdapat 8 artikel yang masuk kedalam kategori review. Hasil review menunjukkan terdapat empat tindakan kepala ruangan untuk memberdayakan staf perawat dalam rangka memenuhi kompetensi, antara lain: 1) memberikan pelatihan untuk menambah skill dan pengetahuan, 2) memberikan otonomi, 3) bersikap terbuka, komunikatif dan caring, dan 4) menjadi tempat bernaung bagi perawat dalam bekerja. Kesimpulan: Kepala ruangan berperan penting dalam mengelola unit ruangan dengan menetapkan kebijakan untuk mengkordinasikan tugas dari staf perawat, dan bersama-sama dengan staf perawat memecahkan masalah. Empowerment yang dilakukan kepala ruangan terhadap staf perawat dalam mempengaruhi kompetensi dapat meningkatkan iklim dan budaya organisasi untuk mempertajam kualitas asuhan pelayanan keperawatan.

Pentingnya pemberdayaan kepala ruangan dalam mempengaruhi kompetensi perawat di rumah sakit adalah isu krusial karena peran mereka dalam mengelola sumber daya dan menciptakan iklim organisasi yang mendukung.Studi literatur ini menemukan bahwa kepala ruangan perlu memberikan pelatihan, otonomi, bersikap terbuka dan peduli, serta menjadi tempat bernaung bagi staf perawat.Upaya pemberdayaan ini esensial untuk meningkatkan kualitas pelayanan dan keselamatan pasien, yang merupakan tujuan akhir dari iklim dan budaya organisasi yang diciptakan.

Melihat pentingnya pemberdayaan kepala ruangan terhadap kompetensi perawat, penelitian selanjutnya dapat lebih mendalam mengkaji bagaimana strategi pemberdayaan yang teridentifikasi dalam tinjauan ini, seperti pemberian pelatihan, otonomi, sikap terbuka, komunikatif, dan peduli, serta peran sebagai tempat bernaung, dapat diimplementasikan secara optimal dan berkelanjutan. Misalnya, studi komparatif lintas budaya atau sistem layanan kesehatan yang berbeda akan sangat berharga untuk memahami adaptasi dan efektivitas strategi pemberdayaan ini. Penelitian dapat mengeksplorasi pertanyaan seperti, Bagaimana program peningkatan otonomi perawat dalam pengambilan keputusan klinis menunjukkan hasil yang berbeda di rumah sakit perkotaan versus pedesaan, atau di negara dengan budaya hierarkis tinggi versus rendah? Selain itu, perlu dilakukan studi longitudinal yang berfokus pada dampak jangka panjang dari intervensi pemberdayaan yang dirancang khusus, bukan hanya korelasi sesaat. Penelitian ini dapat mengukur perubahan objektif pada indikator kompetensi perawat dan tingkat retensi perawat selama periode waktu yang signifikan, misalnya selama satu hingga dua tahun pasca-intervensi, untuk memastikan keberlanjutan dampak. Terakhir, karena kepala ruangan adalah kunci dalam proses pemberdayaan, studi tentang pengembangan dan evaluasi program pelatihan kepemimpinan yang spesifik untuk kepala ruangan sangat dibutuhkan. Program ini harus berfokus pada peningkatan kompetensi kepala ruangan dalam menumbuhkan iklim pemberdayaan, mengelola konflik, dan memberikan dukungan emosional, untuk selanjutnya diteliti bagaimana peningkatan kompetensi kepemimpinan ini berkorelasi dengan peningkatan kompetensi dan kesejahteraan perawat pelaksana.

  1. The Association of Work Environments and Nurse-Nurse Collaboration: A Multicenter Cross-Sectional Study... doi.org/10.14710/nmjn.v11i3.41065The Association of Work Environments and Nurse Nurse Collaboration A Multicenter Cross Sectional Study doi 10 14710 nmjn v11i3 41065
  2. Factors influencing how senior nurses and midwives acquire and integrate coaching skills into routine... onlinelibrary.wiley.com/doi/10.1111/jan.12607Factors influencing how senior nurses and midwives acquire and integrate coaching skills into routine onlinelibrary wiley doi 10 1111 jan 12607
  3. Empowerment and performance of managers and subordinates in elderly care: A longitudinal and multilevel... onlinelibrary.wiley.com/doi/10.1111/jonm.12504Empowerment and performance of managers and subordinates in elderly care A longitudinal and multilevel onlinelibrary wiley doi 10 1111 jonm 12504
Read online
File size404.32 KB
Pages23
DMCAReport

Related /

ads-block-test